Hisense A10 Diprediksi Usung Layar e-Ink 6,13 Inci Anti Ghosting
Jakarta, 15 Juli 2025 – Raksasa elektronik asal Tiongkok, Hisense, dikabarkan tengah memfinalisasi pengembangan ponsel pintar dengan panel kertas elektronik (e-Ink) berukuran 6,13 inci untuk model t...
Jakarta, 15 Juli 2025 – Raksasa elektronik asal Tiongkok, Hisense, dikabarkan tengah memfinalisasi pengembangan ponsel pintar dengan panel kertas elektronik (e-Ink) berukuran 6,13 inci untuk model terbarunya, A10. Informasi yang berhasil dihimpun dari jejaring pemasok komponen menunjukkan perangkat ini akan mengadopsi teknologi refresh rate adaptif generasi kedua yang secara fundamental dirancang untuk menekan efek ghosting – fenomena bayangan layar yang selama ini menjadi titik lemah perangkat e-Ink konvensional. Keputusan strategis Hisense ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas lini produk layar hemat daya setelah sukses dengan seri A5 dan A7.
Spesifikasi Panel dan Teknologi Tampilan
Berdasarkan dokumen spesifikasi awal yang beredar di kalangan distributor regional, Hisense A10 akan dibekali layar e-Ink Carta 1200 dengan diagonal 6,13 inci dan resolusi HD+ 1448 x 1072 piksel pada kerapatan 300 ppi. Yang menjadi lompatan besar, panel ini diklaim mampu mencapai refresh rate hingga 15 Hz pada mode dinamis – meningkat dua kali lipat dari model pendahulu A9 yang hanya 7 Hz. Peningkatan ini memungkinkan animasi antarmuka yang lebih mulus tanpa mengorbankan keunggulan konsumsi daya yang hanya sepersepuluh layar LCD konvensional. Seorang insinyur senior dari fasilitas produksi panel di Shenzhen, yang berbicara dalam Rapat Koordinasi Teknis tertutup, menyatakan bahwa “teknologi waveform driving baru yang disahkan untuk lini produksi dapat meminimalkan latensi transisi antar gambar secara signifikan.”
Mengatasi Masalah Ghosting dan Pembacaan Berkepanjangan
Efek ghosting – bayangan buram dari frame sebelumnya – secara historis menjadi persoalan kritikal yang membatasi pengalaman pengguna saat menggulir dokumen atau menavigasi menu. Hisense A10 disebut-sebut mengintegrasikan algoritma pembersihan layar real-time yang bekerja pada tingkat pengontrol panel. Dalam praktiknya, setiap perintah refresh penuh akan dipicu secara otomatis setelah sekuens animasi pendek, sehingga residu visual terhapus tanpa perlu intervensi pengguna.
“Kami menindaklanjuti hasil riset selama 18 bulan yang menunjukkan bahwa kelelahan mata akibat ghosting dapat dikurangi hingga 40 persen jika algoritma dipadukan dengan lapisan filter cahaya biru rendah,”ujar Dr. Lin Wei, Kepala Departemen Penelitian Display Universitas Tsinghua yang turut dikontrak sebagai konsultan proyek. Selain itu, perangkat dikabarkan juga akan dibekali sertifikasi TÜV Rheinland untuk emisi cahaya biru rendah, menjadikannya pilihan ideal bagi profesional yang sering membaca dokumen digital dalam durasi panjang.
Posisi Pasar dan Jadwal Peluncuran
Menurut catatan yang diperoleh dari forum investor Hisense di Shanghai, A10 dijadwalkan memasuki tahap produksi massal pada kuartal ketiga 2025. Keputusan ini diambil setelah rapat pleno dewan direksi pada 12 Juni lalu yang menyetujui alokasi dana sebesar USD 25 juta untuk pengembangan lini produk layar reflektif. Perangkat akan dipasarkan di segmen menengah-atas dengan banderol sekitar RMB 1.899 (sekitar Rp4,1 juta), tetap mempertahankan posisinya sebagai alternatif bagi pengguna yang menginginkan perangkat komunikasi tanpa gangguan notifikasi visual berlebihan. Fraksi pendukung teknologi e-Ink di internal perusahaan meyakini bahwa permintaan global terhadap perangkat minim distraksi akan tumbuh 12 persen per tahun, didorong oleh adopsi di sektor pendidikan dan korporasi. Sementara itu, bocoran rendering yang beredar menunjukkan desain minimalis dengan modul kamera tunggal dan tombol fisik navigasi ala pembaca elektronik, menegaskan kembali fokus produk pada fungsi baca-tulis yang murni.
Respons Antisipatif Komunitas dan Analis
Komunitas pengguna e-Ink global melalui forum MobileRead menyambut informasi ini dengan ekspektasi tinggi. Sejumlah pengamat mencatat bahwa langkah Hisense akan semakin memanaskan persaingan dengan Onyx Boox yang baru saja merilis Palma 2. Richard Chandra, analis senior dari Firion Venture bertutur, “Jika spesifikasi refresh rate dan ghosting suppression ini terealisasi, A10 akan menjadi tolok ukur baru bagi ponsel e-Ink yang selama ini dipandang sebelah mata oleh pengguna arus utama.” Lebih lanjut, implementasi Android 14 Go Edition yang dioptimalisasi untuk layar monokrom dipastikan akan menjamin kompatibilitas aplikasi produktivitas dan perbankan digital tanpa kendala. Peluncuran Hisense A10, yang diperkirakan berlangsung pada ajang IFA Berlin 2025, akan menjadi momen pembuktian apakah teknologi kertas elektronik akhirnya siap menembus pasar yang lebih luas atau tetap bertahan sebagai perangkat niche bagi penggemar setia literasi digital.
Baca juga:
Comments (0)