Efek Negatif Konsumsi Ceker Ayam Berlebihan bagi Kesehatan

Jakarta – Meningkatnya popularitas ceker ayam sebagai sajian pendamping nasi dan kudapan di berbagai daerah mendorong sejumlah pakar gizi klinis untuk menyampaikan peringatan resmi terkait risiko ke...

Jul 12, 2026 - 21:04
0 0

Jakarta – Meningkatnya popularitas ceker ayam sebagai sajian pendamping nasi dan kudapan di berbagai daerah mendorong sejumlah pakar gizi klinis untuk menyampaikan peringatan resmi terkait risiko kesehatan yang mengintai di balik konsumsi berlebihan. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Gizi dan Pangan yang digelar di Jakarta, Selasa (15/7), para ahli menekankan bahwa tingginya kandungan lemak jenuh, kolesterol, dan purin dalam ceker ayam dapat memicu rangkaian penyakit degeneratif jika dikonsumsi tanpa kendali.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Dr. Rina Andriani, Sp.GK, menyatakan bahwa hasil survei pola konsumsi masyarakat perkotaan sepanjang semester I 2025 menunjukkan peningkatan pembelian hidangan berbasis ceker ayam hingga 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Kami melihat tren ini perlu direspons dengan edukasi yang masif, karena banyak warga belum memahami komposisi nutrisi ceker ayam yang sebenarnya," ujarnya dalam sesi paparan.

Kandungan Lemak dan Kolesterol Tinggi

Dr. Rina memaparkan bahwa setiap 100 gram ceker ayam mengandung sekitar 12,5 gram lemak total, dengan proporsi lemak jenuh mencapai 3,8 gram—setara dengan 19 persen angka kecukupan gizi harian. Apabila diolah dengan metode penggorengan menggunakan minyak jelantah, kandungan kolesterol dalam satu porsi ceker ayam bisa melonjak hingga 84 miligram, atau hampir sepertiga dari batas maksimal harian yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan sebesar 300 miligram.

"Asupan kolesterol dan lemak jenuh yang terus-menerus tinggi akan mempercepat pembentukan plak aterosklerosis di pembuluh darah," kata Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Budi Santoso, M.Gizi, yang turut hadir dalam rapat tersebut. Ia menambahkan bahwa akumulasi plak tersebut memperbesar risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke iskemik pada kelompok usia produktif.

Pemicu Asam Urat dan Gout Artritis

Di samping lemak, ceker ayam juga menyimpan kandungan purin yang signifikan. Data dari Laboratorium Pangan Terpadu IPB University mencatat bahwa kadar purin dalam ceker ayam segar mencapai 63 miligram per 100 gram, angka yang tergolong sedang-tinggi bagi individu dengan riwayat hiperurisemia. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Eva Susanti, M.Kes, menegaskan bahwa peningkatan asam urat darah di atas 7 mg/dL pada pria dan 6 mg/dL pada perempuan dapat memicu serangan gout akut.

"Kami mencatat lonjakan kasus gout artritis di rumah sakit rujukan nasional sebesar 14 persen sepanjang 2024, dan salah satu faktor risikonya adalah pola makan tinggi purin seperti konsumsi ceker ayam yang digoreng dan disajikan bersama jeroan serta kuah bersantan," ujar Eva dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi. Ia mengimbau masyarakat dengan kadar asam urat ambang batas untuk sepenuhnya menghindari konsumsi bagian unggas yang mengandung banyak jaringan ikat tersebut.

Mitos Kolagen dan Kekeliruan Persepsi Publik

Sejumlah kalangan meyakini bahwa tekstur kenyal ceker ayam menandakan tingginya kandungan kolagen yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan sendi. Namun Prof. Budi Santoso meluruskan bahwa kolagen dalam ceker ayam merupakan protein kompleks dengan rantai asam amino panjang yang tidak dapat diserap langsung oleh tubuh manusia dalam bentuk utuh. "Tubuh kita akan memecah kolagen menjadi asam amino penyusunnya, seperti glisin dan prolin, yang jumlahnya juga bisa diperoleh dari sumber protein lain yang lebih rendah lemak," jelasnya.

Ia menekankan bahwa konsumsi ceker ayam demi kolagen justru kontraproduktif karena risiko lemak jenuh dan kolesterol yang menyertainya. Alternatif seperti gelatin ikan, putih telur, dan produk kedelai olahan dinilai lebih aman serta memiliki bioavailabilitas asam amino yang setara tanpa menambah beban kardiovaskular.

Obesitas dan Gangguan Metabolik

Kandungan kalori ceker ayam goreng—termasuk balutan tepung dan minyak serap—dapat mencapai 215–250 kalori per porsi kecil, setara dengan selembar roti tawar lengkap dengan selai dan mentega. Konsumsi rutin tiga hingga empat kali seminggu dalam setahun terakhir, menurut kajian PDGKI, berkontribusi pada peningkatan indeks massa tubuh rata-rata sebesar 1,2 poin pada sampel dewasa muda di lima kota besar. Kenaikan ini turut memperbesar prevalensi sindrom metabolik, khususnya resistensi insulin yang menjadi pintu masuk diabetes melitus tipe 2.

"Kami menemukan korelasi positif antara frekuensi konsumsi ceker ayam goreng dengan lingkar pinggang dan kadar trigliserida," ungkap Dr. Rina Andriani. Ia menambahkan bahwa penumpukan lemak visceral akibat asupan energi berlebih menjadi bom waktu bagi penyakit degeneratif yang kini semakin banyak diderita penduduk usia 30–45 tahun.

Rekomendasi Pembatasan dan Pengolahan yang Lebih Aman

Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, PDGKI bersama Kemenkes akan menerbitkan panduan resmi mengenai batas aman konsumsi bagian unggas berlemak tinggi, termasuk ceker. Adapun rekomendasi sementara yang disampaikan adalah membatasi konsumsi ceker ayam maksimal satu kali per bulan bagi individu tanpa faktor risiko, dan menghindarinya sepenuhnya bagi penderita hiperkolesterolemia, asam urat, serta penyakit kardiovaskular.

Jika tetap ingin mengonsumsi, metode pengolahan seperti tim atau rebus tanpa kulit tambahan menjadi pilihan yang direkomendasikan. "Perebusan dalam suhu rendah dan waktu pendek dapat melarutkan sebagian lemak ke dalam air, sehingga kadar lemak total bisa tereduksi hingga 22 persen," tutup Prof. Budi Santoso sambil menekankan pentingnya mengimbangi dengan aktivitas fisik dan konsumsi serat tinggi dari sayuran dan buah segar sebagai bagian dari pola makan berimbang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User