Glycolic Acid Terbukti Efektif Cerahkan Ketiak Gelap, Ini Panduan Aman

Jakarta – Permasalahan kulit ketiak yang menghitam kerap menjadi sumber ketidaknyamanan bagi banyak individu. Dalam perkembangan terkini, para ahli dermatologi kembali menegaskan efektivitas asam gl...

Jul 12, 2026 - 14:44
0 0

Jakarta – Permasalahan kulit ketiak yang menghitam kerap menjadi sumber ketidaknyamanan bagi banyak individu. Dalam perkembangan terkini, para ahli dermatologi kembali menegaskan efektivitas asam glikolat atau glycolic acid, senyawa golongan alpha hydroxy acid (AHA), sebagai solusi pencerah yang bekerja melalui mekanisme eksfoliasi mendalam. Berdasarkan hasil telaah klinis yang dirilis pada pertengahan pekan ini, penggunaan zat aktif tersebut secara tepat terbukti mampu mengurangi hiperpigmentasi tanpa memerlukan prosedur invasif.

Dr. Aditya Pratama, Sp.KK, seorang dermatolog yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, menyatakan bahwa manfaat utama glycolic acid terletak pada kemampuannya melarutkan ikatan antarsel kulit mati yang menumpuk di lapisan epidermis. “Senyawa ini memiliki ukuran molekul paling kecil di antara AHA lainnya, sehingga penetrasinya ke dalam stratum korneum sangat optimal. Sel-sel kulit mati yang mengandung akumulasi melanin itulah yang menjadi penyebab utama ketiak tampak lebih gelap,” ujarnya saat dihubungi melalui konferensi virtual, Rabu (16/7).

Mekanisme Ilmiah dalam Memudarkan Hiperpigmentasi

Glycolic acid bekerja dengan cara memutus jembatan desmosom yang merekatkan korneosit pada lapisan terluar kulit. Proses ini mempercepat siklus regenerasi sel alami, sehingga lapisan kulit baru yang lebih cerah dan merata segera muncul ke permukaan. Keunggulan lain dari senyawa ini adalah sifatnya yang humektan, yaitu mampu menarik dan mengikat molekul air dari lingkungan sekitar ke dalam jaringan kulit, menjaga hidrasi area sensitif seperti ketiak agar tidak mengalami dehidrasi pasca-eksfoliasi.

Data dari studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmetic Dermatology pada tahun 2025 menunjukkan bahwa penggunaan lotion berbasis glycolic acid 10% secara konsisten selama delapan minggu memberikan hasil penurunan indeks melanin hingga 38,7% pada area aksila. Penelitian tersebut melibatkan 120 partisipan dengan tipe kulit III hingga V berdasarkan klasifikasi Fitzpatrick, yang merepresentasikan mayoritas populasi Indonesia. Tidak hanya mencerahkan, konsistensi tekstur kulit ketiak juga meningkat signifikan karena minimnya friksi akibat penumpukan sel tanduk.

Protokol Pemakaian yang Wajib Dipatuhi

Kendati tergolong mudah diperoleh dalam produk kosmetika bebas, penerapan glycolic acid untuk area lipatan seperti ketiak memerlukan kehati-hatian tinggi. Ketentuan pertama yang ditegaskan oleh para ahli adalah memulai penggunaan dari konsentrasi rendah, idealnya di bawah 5% untuk pemula, guna membangun toleransi kulit. Aplikasi cukup dilakukan satu kali dalam semalam dengan interval tiga hari sekali pada minggu awal. “Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah langsung mengoleskan konsentrasi tinggi setiap malam. Kulit ketiak itu tipis, gesekan dengan pakaian pun tinggi. Kalau barrier-nya rusak, yang muncul justru post-inflammatory hyperpigmentation, alias bekas hitam akibat iritasi,” jelas Dr. Aditya.

Prosedur berikutnya yang tidak boleh diabaikan adalah pengaplikasian pelembap non-komedogenik secara berlapis setelah serum glycolic acid meresap sempurna. Bahan oklusif ringan seperti ceramide atau panthenol sangat dianjurkan untuk memperkuat lapisan pelindung kulit. Lebih krusial lagi, pemakaian tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 30 pada keesokan harinya menjadi syarat mutlak, meskipun bagian ketiak tertutup pakaian. Radiasi ultraviolet A (UVA) yang mampu menembus serat kain tetap dapat memicu reaksi fotosensitif dan menggelapkan kembali area yang sedang dalam masa pemulihan.

Antisipasi Risiko Iritasi dan Efek Samping

Sensasi sedikit menyengat atau kemerahan singkat pada pemakaian pertama masih dikategorikan wajar sebagai bagian dari proses adaptasi. Namun, apabila timbul rasa perih berkepanjangan, pengelupasan berlebihan, atau kulit justru menebal dan menghitam, penggunaan wajib segera dihentikan. Fenomena paradoxical hyperpigmentation tersebut terjadi ketika dermis terluka akibat iritasi kimia, memicu sel melanosit memproduksi pigmen secara abnormal sebagai respons pertahanan.

Untuk meminimalkan risiko, dianjurkan untuk tidak mengombinasikan glycolic acid dengan bahan aktif eksfoliator lain seperti salicylic acid, retinol, atau benzoyl peroxide dalam satu sesi perawatan yang sama. Begitu pula, praktik mencukur bulu ketiak atau melakukan waxing sebaiknya diberikan jeda minimal 48 jam sebelum atau sesudah aplikasi asam. Dr. Aditya menegaskan, “Jangan pernah menggunakan glycolic acid segera setelah bercukur. Mikrolesi pada kulit akibat pisau cukur akan menjadi pintu masuk iritasi yang parah. Beri waktu kulit untuk re-epitelisasi terlebih dahulu.”

Rekomendasi bagi Konsumen Pemula

Ketersediaan glycolic acid di pasaran yang beragam formulanya, mulai dari toner, serum, hingga krim, memungkinkan pengguna memilih tekstur yang paling sesuai dengan toleransi kulit. Bagi individu dengan riwayat dermatitis atopik atau eksim, sangat disarankan untuk melakukan uji tempel di area kecil kulit lengan bawah bagian dalam selama 24 jam sebelum diaplikasikan ke ketiak. Apabila dalam kurun waktu tersebut tidak muncul reaksi negatif, produk dapat dilanjutkan dengan pengawasan ketat.

Lembaga Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga mengimbau masyarakat untuk hanya menggunakan produk yang telah memiliki nomor notifikasi resmi. Pengecekan legalitas produk melalui laman resmi BPOM menjadi langkah preventif untuk menghindari sediaan ilegal dengan kandungan glycolic acid di atas ambang batas aman atau pH yang terlalu rendah, yang dapat menyebabkan luka bakar kimiawi. Kepatuhan terhadap aturan pakai dan kesabaran melihat progres secara bertahap diyakini akan membuahkan hasil ketiak cerah merata tanpa efek samping permanen.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User