Topan Bavi Lumpuhkan Penerbangan Okinawa, Tiga Negara Siaga Penuh
Tokyo — Badai tropis Bavi menerjang wilayah Kepulauan Okinawa, Jepang, pada Senin dini hari (14/7/2025), memicu pembatalan massal jadwal penerbangan serta menempatkan sedikitnya tiga negara di Asia ...
Tokyo — Badai tropis Bavi menerjang wilayah Kepulauan Okinawa, Jepang, pada Senin dini hari (14/7/2025), memicu pembatalan massal jadwal penerbangan serta menempatkan sedikitnya tiga negara di Asia Timur dalam status siaga tinggi. Otoritas meteorologi Jepang mencatat kecepatan angin maksimum mencapai 162 kilometer per jam dengan tekanan atmosfer terendah 950 hektopaskal saat sistem badai berdiameter 1.100 kilometer itu bergerak ke arah barat laut. Bandara Naha—pintu gerbang utama Prefektur Okinawa—menghentikan seluruh operasi penerbangan komersial mulai pukul 06.00 waktu setempat, berdampak pada sedikitnya 47.000 penumpang yang tercatat dalam manifes keberangkatan hari itu.
Evakuasi Massal dan Penutupan Bandara
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan darurat gelombang tinggi dan hujan lebat untuk seluruh gugusan Kepulauan Ryukyu, termasuk Pulau Ishigaki dan Miyako. Pemerintah Prefektur Okinawa menginstruksikan evakuasi sukarela terhadap 340.000 warga yang bermukim di pesisir timur dan selatan pulau utama. Sebanyak 128 pusat evakuasi dibuka di gedung-gedung sekolah dan balai warga di Kota Naha, Ginowan, dan Urasoe. Maskapai Japan Airlines membatalkan 142 penerbangan dari dan menuju Okinawa, sementara All Nippon Airways menangguhkan 98 rute domestik serta 12 rute internasional yang melintasi zona badai. Sakura Airlines dan Skymark Airlines turut menghentikan operasional penuh di Bandara Naha dan Bandara Ishigaki hingga pemberitahuan lebih lanjut.
"Kami mencatat pembatalan total 287 penerbangan hanya dalam rentang 12 jam," ujar Hiroshi Nakamura, Direktur Operasional Bandara Naha, dalam konferensi pers yang digelar di terminal keberangkatan. "Keselamatan penumpang menjadi prioritas mutlak. Kami berkoordinasi dengan JMA dan Japan Coast Guard untuk memantau pergerakan topan secara real-time sebelum memutuskan pembukaan kembali bandara." JMA memproyeksikan curah hujan kumulatif mencapai 280 milimeter dalam periode 24 jam di wilayah Okinawa tengah dan selatan, dengan potensi gelombang laut setinggi 12 meter di perairan terbuka.
Beijing Terbitkan Peringatan Oranye
Administrasi Meteorologi Tiongkok (CMA) menetapkan peringatan oranye—level tertinggi kedua dalam sistem peringatan empat tingkat—untuk wilayah pesisir Provinsi Zhejiang, Fujian, dan Kota Shanghai pada pukul 09.00 waktu Beijing. Keputusan ini diambil setelah pemodelan lintasan menunjukkan Topan Bavi akan memasuki Laut Tiongkok Timur dalam 48 jam ke depan dengan kecenderungan menguat menjadi topan super kategori 4. Pemerintah pusat memerintahkan pemulangan 18.000 kapal nelayan yang beroperasi di perairan Zhejiang dan Fujian untuk segera merapat ke pelabuhan terdekat.
Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok menerbitkan surat edaran darurat kepada pemerintah daerah di enam provinsi pesisir untuk mengaktifkan posko tanggap bencana tingkat kabupaten. "Kami mengantisipasi banjir bandang dan tanah longsor di daerah aliran Sungai Qiantang dan Sungai Ou," kata Li Weiguo, Kepala Pusat Pemantauan Hidrologi Nasional, dalam rapat koordinasi antarkementerian di Beijing. Pemerintah Kota Shanghai menunda seluruh kegiatan belajar-mengajar di sekolah dasar dan menengah yang berlokasi di Distrik Pudong dan Fengxian mulai Selasa (15/7/2025). Biro Transportasi Shanghai juga menyiagakan 350 bus evakuasi di sepanjang Jalan Raya G1501 untuk mengantisipasi pengungsian warga di kawasan rawan genangan.
Taiwan dan Filipina Tingkatkan Kesiapsiagaan
Biro Cuaca Pusat Taiwan (CWB) mengeluarkan peringatan darat untuk Kabupaten Hualien, Taitung, dan Kota Kaohsiung setelah lintasan proyeksi menunjukkan pusat badai akan melintas sekitar 180 kilometer di timur laut Pulau Taiwan. Presiden Taiwan dalam rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan, Taipei, memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk mengerahkan 2.400 personel Korps Zeni Militer ke wilayah tenggara pulau guna memperkuat tanggul sungai dan membersihkan saluran drainase. Sekitar 14.000 rumah tangga di Taitung telah menerima kantong pasir dan pompa air portabel dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional.
Di Manila, Badan Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) menetapkan sinyal siklon tropis level 2 untuk Kepulauan Batanes dan Kepulauan Babuyan. Meskipun pusat badai diperkirakan tidak langsung menghantam daratan utama Filipina, pita hujan bagian luar topan diprediksi membawa curah hujan hingga 200 milimeter di Luzon Utara. Pemerintah Provinsi Cagayan telah mengevakuasi 3.200 warga dari permukiman tepi Sungai Cagayan yang rawan meluap. "Kami tidak mengambil risiko. Pengalaman dari Topan Mangkhut mengajarkan pentingnya evakuasi dini," ujar Gubernur Cagayan, Manuel Mamba, seusai inspeksi di pusat evakuasi Kota Tuguegarao.
Lintasan dan Intensitas dalam 72 Jam
Berdasarkan data pemodelan numerik yang dirilis Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) di Pearl Harbor, Hawaii, Topan Bavi tengah bergerak pada laju 22 kilometer per jam dengan arah barat-barat laut. Sistem badai diperkirakan mencapai intensitas puncak sebagai topan super kategori 4—dengan kecepatan angin berkelanjutan 215 kilometer per jam—saat melintasi perairan hangat Arus Kuroshio di selatan Pulau Kyushu. JTWC memproyeksikan tiga skenario pendaratan utama: Semenanjung Korea bagian selatan (probabilitas 45 persen), pesisir Zhejiang-Fujian (probabilitas 35 persen), dan pembelokan arah ke Laut Jepang (probabilitas 20 persen).
Administrasi Keselamatan Maritim Jepang menutup Pelabuhan Naha, Pelabuhan Tomari, dan Pelabuhan Motobu untuk seluruh aktivitas pelayaran komersial dan penyeberangan feri. Japan Coast Guard mengerahkan kapal patroli kelas Shikishima untuk mendampingi kapal-kapal kargo asing yang terjebak di zona badai di selatan Okinawa. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang mengaktifkan protokol darurat transportasi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar dan logistik di bandara-bandara alternatif, termasuk Bandara Kagoshima dan Bandara Fukuoka, yang diproyeksikan menerima limpahan penumpang dari penerbangan yang dialihkan.
Baca juga:
Comments (0)