Latihan Fisik Intensif Skuad Garuda Menuju Piala AFF 2026
DENPASAR — Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman, memimpin langsung pemusatan latihan tahap awal yang digelar di Bali sebagai bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026. Dalam agenda ...
DENPASAR — Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman, memimpin langsung pemusatan latihan tahap awal yang digelar di Bali sebagai bagian dari persiapan menuju Piala AFF 2026. Dalam agenda yang berlangsung sejak awal pekan ini, sebanyak 50 pemain dikumpulkan untuk menjalani program latihan fisik intensif sekaligus seleksi ketat sebelum skuad final ditetapkan.
Pemusatan Latihan dan Penyaringan Awal
Sesi latihan yang berpusat di Bali United Training Center, Gianyar, tersebut menjadi panggung pertama bagi Herdman untuk menilai langsung kondisi kebugaran, ketahanan, dan kualitas teknis para pemain yang berasal dari kompetisi Liga 1 Indonesia serta sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri. Menurut jadwal yang dikeluarkan oleh tim pelatih, agenda fisik akan berlangsung selama sepuluh hari sebelum masuk ke tahap simulasi taktik dan uji coba internal. “Kami tidak hanya mencari pemain dengan teknik tinggi, tetapi juga mereka yang memiliki daya tahan fisik prima dan daya juang yang konsisten selama 90 menit,” ujar Herdman di sela latihan, Rabu (12/3).
Dari 50 nama yang diundang, hanya 30 pemain yang akan dibawa ke fase pemusatan latihan lanjutan di Jakarta. Selanjutnya, tim akan mengerucut menjadi 23 pemain yang terdaftar secara resmi untuk Piala AFF 2026 yang dijadwalkan bergulir pada akhir tahun. Proses penyaringan ini menitikberatkan pada aspek kebugaran aerobik, kekuatan otot inti, dan pemulihan pasca-latihan melalui rangkaian tes yang diawasi langsung oleh departemen ilmu keolahragaan PSSI.
Metode Latihan dan Standar Kebugaran
Herdman menerapkan pendekatan latihan berbasis sains olahraga modern. Setiap pemain menjalani tes VO2 max, analisis komposisi tubuh, serta latihan interval intensitas tinggi (HIIT) yang dikombinasikan dengan simulasi pertandingan dalam durasi pendek. Dalam dua hari pertama, beberapa pemain dilaporkan mengalami kelelahan signifikan, namun pelatih asal Kanada itu menegaskan bahwa fase adaptasi ini merupakan bagian penting dari pembentukan fondasi tim. “Kami membangun basis kebugaran yang dibutuhkan untuk bersaing di level Asia Tenggara. Kecepatan dan agresivitas harus dijaga selama turnamen, dan itu dimulai dari sini,” tegasnya.
Selain latihan di lapangan, tim pelatih juga menerapkan program nutrisi individual dan pemantauan tidur menggunakan perangkat wearable. Data tersebut menjadi acuan dalam menentukan apakah seorang pemain siap melanjutkan program atau memerlukan penyesuaian beban. Salah satu asisten pelatih fisik yang juga staf dari Institut Sepak Bola Nasional menambahkan bahwa target utama pada akhir pemusatan ini adalah agar seluruh pemain mencapai ambang kebugaran minimal 75 persen dari standar internasional yang ditetapkan oleh konfederasi.
Komitmen PSSI dan Dukungan Penuh
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan dukungan penuh terhadap metode yang diterapkan Herdman. Dalam kunjungan singkatnya ke lokasi latihan pada hari kedua, ia menegaskan bahwa persiapan sejak dini merupakan kunci untuk mencapai target tinggi di Piala AFF 2026. “Kita ingin Garuda tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi benar-benar bersaing hingga partai puncak. Program yang dibawa coach Herdman sudah sangat terukur,” kata Erick.
Lebih lanjut, Erick menyebut bahwa infrastruktur di Bali sengaja dipilih untuk memberikan suasana latihan yang fokus sekaligus memanfaatkan fasilitas berstandar internasional yang dimiliki Bali United. Ia juga mengonfirmasi bahwa tidak ada toleransi bagi pemain yang gagal memenuhi ambang batas kebugaran, sejalan dengan prinsip profesionalisme yang kini dipegang oleh tim nasional.
Respons Pemain dan Dinamika Internal
Beberapa pemain yang mengikuti pemusatan latihan mengakui bahwa intensitas latihan kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pemusatan sebelumnya. Bek tengah muda yang tampil impresif di Liga 1 musim lalu, Aditya Putra, mengatakan, “Awalnya berat, tapi kami sadar ini untuk kebaikan tim. Persaingan sangat ketat, setiap sesi seperti pertandingan final.” Sementara itu, gelandang veteran yang telah mencatatkan lebih dari 50 caps bersama tim nasional menyebut bahwa pendekatan Herdman mengingatkannya pada standar Eropa.
Hingga pertengahan pekan, belum ada pemain yang resmi dicoret. Namun, sumber internal tim menyebutkan bahwa daftar evaluasi awal menunjukkan beberapa pemain berada di zona rawan akibat skor tes fisik yang belum memuaskan. Keputusan akhir akan diumumkan setelah sesi uji coba internal yang rencananya digelar secara tertutup pada akhir pekan ini. Tim pelatih berharap melalui seleksi ketat ini, skuad Garuda benar-benar siap tempur dan mampu mengikis rekor minor di ajang Piala AFF edisi-edisi sebelumnya.
Baca juga:
Comments (0)