Belgia Comeback Dramatis, Singkirkan Jepang di Menit Akhir

ROSTOV-ON-DON — Panggung Piala Dunia 2018 menyajikan laga yang akan terus dikenang. Belgia secara dramatis membalikkan ketertinggalan dua gol dari Jepang dan meraih kemenangan 3-2 tanpa perlu perpan...

Jul 12, 2026 - 15:46
0 0
Belgia Comeback Dramatis, Singkirkan Jepang di Menit Akhir

ROSTOV-ON-DON — Panggung Piala Dunia 2018 menyajikan laga yang akan terus dikenang. Belgia secara dramatis membalikkan ketertinggalan dua gol dari Jepang dan meraih kemenangan 3-2 tanpa perlu perpanjangan waktu dalam duel babak 16 besar di Rostov Arena, Senin (2/7/2018) waktu setempat.

Pertandingan ini langsung mencatatkan diri sebagai salah satu comeback paling spektakuler dalam sejarah putaran final Piala Dunia. Belgia yang diunggulkan justru tertinggal 0-2 hingga menit ke-52, sebelum akhirnya mencetak tiga gol balasan, termasuk gol kemenangan pada menit keempat injury time.

Jepang Mengejutkan Belgia

Pasukan Samurai Biru tampil tanpa beban dan justru mampu mengeksploitasi kelengahan lini belakang Belgia. Gol pembuka lahir pada menit ke-48 ketika Genki Haraguchi melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau Thibaut Courtois. Empat menit berselang, tepatnya menit ke-52, Takashi Inui menggandakan keunggulan Jepang lewat sepakan jarak jauh yang kembali menembus jala Belgia. Skor 2-0 membuat publik sepak bola dunia mulai membayangkan kejutan besar akan terjadi di Rostov.

Meski menguasai bola sepanjang babak pertama, Belgia gagal menembus rapatnya pertahanan Jepang. Koordinasi lini belakang Jepang yang digalang Maya Yoshida berulang kali mampu memutus umpan-umpan kunci dari Kevin De Bruyne dan Eden Hazard. Serangan balik cepat yang dibangun lewat Yuto Nagatomo dan Shinji Kagawa pun kerap merepotkan pertahanan Belgia.

Kebangkitan Dimulai dari Gol Vertonghen

Situasi mulai berubah pada menit ke-69. Berawal dari kemelut di kotak penalti Jepang, sundulan Jan Vertonghen secara tak sengaja melambung melewati kiper Eiji Kawashima dan bersarang ke gawang. Gol yang tercipta dari situasi kurang menguntungkan itu justru melecut semangat tim asuhan Roberto Martinez. Hanya lima menit kemudian, giliran Marouane Fellaini menyamakan kedudukan melalui tandukan akurat memanfaatkan umpan silang Nacer Chadli menit ke-74.

Stadion Rostov Arena bergemuruh. Keunggulan dua gol yang semula begitu aman bagi Jepang lenyap dalam tempo tujuh menit. Tekanan terus-menerus Belgia membuat Jepang kehilangan ritme permainan cepat yang menjadi andalan mereka sepanjang turnamen.

Gol Menit Akhir: Sejarah Tercipta Tanpa Perpanjangan Waktu

Ketika laga sepertinya akan berlanjut ke babak tambahan, Belgia melancarkan serangan balik mematikan. Pada menit 90+4, kiper Courtois dengan cepat melepaskan bola dari tangkapannya kepada Kevin De Bruyne. De Bruyne melesat di sisi kiri, lalu mengirim umpan terobosan kepada Thomas Meunier yang langsung menyodorkan bola ke tengah kotak penalti. Bola berhasil dikejar Nacer Chadli yang dengan dingin menceploskan bola ke gawang Jepang yang sudah kosong. Belgia berbalik unggul 3-2 sekaligus mengunci tiket perempat final tanpa harus melalui perpanjangan waktu.

Menurut data resmi FIFA, ini merupakan kali pertama dalam sejarah Piala Dunia sebuah tim mampu memenangi laga fase gugur setelah tertinggal dua gol sejak Jerman Barat menundukkan Inggris pada edisi 1970. Kala itu, Jerman Barat juga menang 3-2 setelah tertinggal 0-2, namun momen terjadi di perpanjangan waktu. Sementara itu, Belgia melakukannya hanya dalam waktu normal 90 menit.

Kemenangan dramatis ini mengantarkan Belgia menghadapi Brasil di perempat final. Sementara Jepang harus mengakui keunggulan mental dan pengalaman tim generasi emas Belgia yang diperkuat sejumlah pemain top Eropa. Sejumlah pengamat menilai, ketenangan Belgia dalam situasi tertekan menjadi kunci keberhasilan mereka memutarbalikkan keadaan.

“Kami menunjukkan karakter yang luar biasa malam ini. Ketika tertinggal 0-2, pemain tidak menyerah dan terus percaya pada rencana permainan,” ujar Pelatih Belgia Roberto Martinez dalam konferensi pers seusai laga.

Sementara itu, Pelatih Jepang Akira Nishino menyatakan kekecewaannya namun tetap bangga atas perjuangan anak asuhnya. “Kami hampir menciptakan sejarah, tapi detail kecil di menit-menit akhir merenggut mimpi kami,” katanya.

Hasil ini menegaskan status Belgia sebagai salah satu kandidat juara kala itu, sekaligus mengukir laga yang tetap hidup dalam memori pencinta sepak bola sebagai bukti bahwa pertandingan belum berakhir sebelum peluit panjang berbunyi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User