Air Mata Kelegaan Messi Antar Argentina ke Perempat Final Usai Kalahkan Mesir

Lusail, 5 Juli 2026 – Kapten tim nasional Argentina Lionel Messi tidak kuasa menahan tangis haru saat memimpin Albiceleste membalikkan ketertinggalan dan menundukkan Mesir 2-1 dalam babak 16 besar P...

Jul 12, 2026 - 15:43
0 1
Air Mata Kelegaan Messi Antar Argentina ke Perempat Final Usai Kalahkan Mesir

Lusail, 5 Juli 2026 – Kapten tim nasional Argentina Lionel Messi tidak kuasa menahan tangis haru saat memimpin Albiceleste membalikkan ketertinggalan dan menundukkan Mesir 2-1 dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Lusail, Selasa (4/7) malam waktu setempat. Kemenangan dramatis yang ditentukan di pengujung laga ini memastikan satu tiket ke perempat final sekaligus menambah satu babak emosional dalam perjalanan karier sang mega bintang di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Jalannya Pertandingan

Argentina mengawali laga dengan tekanan tinggi dan langsung mencatat penguasaan bola 68 persen dalam 15 menit pertama. Namun, justru Mesir yang membuka keunggulan. Melalui serangan balik cepat pada menit ke-23, Mohamed Salah melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Trezeguet. Bola bersarang di sudut kiri gawang Emiliano Martinez tanpa mampu dihalau. Gol itu sempat membuat sekitar 50 ribu suporter Argentina di tribune terdiam.

Memasuki babak kedua, pelatih Lionel Scaloni memasukkan Angel Di Maria menggantikan Rodrigo De Paul untuk menambah daya gedor. Hasilnya, Argentina semakin mendominasi dan terus menggempur pertahanan Mesir yang digalang Ahmed Hegazi. Pada menit ke-61, wasit menunjuk titik putih setelah bola mengenai tangan bek kanan Omar Kamal di kotak terlarang seusai memeriksa video asisten wasit (VAR). Messi yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan tenang, mengecoh kiper Mohamed El Shenawy, dan menyamakan skor menjadi 1-1. Gol penalti itu menjadi gol ketujuh Messi di turnamen edisi ini.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-83. Di Maria mengirim umpan silang terukur dari sisi kanan ke tiang dekat, dan Julian Alvarez yang lolos dari kawalan bek tengah Mohamed Abdelmonem berhasil menyundul bola ke gawang. Sundulan keras itu menggetarkan jala gawang Mesir untuk kedua kalinya, memicu selebrasi penuh emosi dari seluruh pemain Argentina di lapangan.

Reaksi Emosional Sang Kapten

Begitu wasit Danny Makkelie meniup peluit panjang, Messi langsung berlutut di lapangan dan terisak. Sejumlah pemain seperti Nicolas Otamendi dan Alexis Mac Allister segera memeluknya. Air mata yang tumpah kali ini bukan karena tekanan, melainkan luapan kelegaan setelah timnya berhasil menghindari drama adu penalti yang kerap menjadi momok.

“Ini adalah pertandingan yang sangat berat. Kami tertinggal dan menghadapi tim yang disiplin. Tetapi kami tidak pernah berhenti percaya. Saya hampir tidak bisa berkata-kata, ini sangat berarti bagi kami semua,”

ujar Messi dalam konferensi pers usai laga.

Pelatih Lionel Scaloni turut menegaskan arti kemenangan ini bagi skuadnya.

“Leo kembali menunjukkan mengapa ia adalah pemimpin sejati. Ketika situasi sulit, dia mengambil tanggung jawab. Tim ini punya mental baja, dan kami belum selesai,”
ujarnya di hadapan awak media.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Kemenangan ini membawa Argentina ke perempat final untuk menghadapi Jepang yang sebelumnya menyingkirkan Kroasia lewat kemenangan 3-1. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Stadion Al Bayt, Al Khor. Berdasarkan data statistik FIFA, Argentina kini telah mencatatkan empat kemenangan beruntun sejak kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di laga pembuka grup. Produktivitas lini serang pun tergolong tinggi dengan total 12 gol dalam empat pertandingan.

Dari kubu Mesir, pelatih Rui Vitória menyatakan kebanggaannya meski harus tersingkir.

“Kami memberikan perlawanan maksimal. Satu gol cepat lawan membuat kami kehilangan ritme, tetapi para pemain saya layak diacungi jempol. Ini adalah pengalaman berharga,”
ujarnya. Kapten Mohamed Salah, yang tampil sebagai pencetak gol pembuka, menolak berkomentar banyak dan hanya menyebut timnya akan bangkit di ajang Piala Afrika mendatang.

Dengan hasil ini, Argentina menjaga asa untuk membawa pulang trofi Piala Dunia ketiga. Sementara itu, penampilan Messi di usianya yang kini 39 tahun terus menuai pujian dari berbagai kalangan. Pengamat sepak bola menyebut laga kontra Mesir sebagai salah satu bukti bahwa sang kapten masih menjadi diferensiator utama dalam skema permainan Scaloni, terutama dalam membaca ritme dan mengeksekusi momen-momen krusial.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User