UNJ dan Billy Mambrasar Latih Seribu Guru Pedalaman Mappi Demi SDM Papua

Sebanyak 46 profesor dan dosen dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi dan Anak Muda, Billy Mambrasar, menyelesaikan program pelatihan bagi 1.000 tenaga penga...

Jul 12, 2026 - 14:46
0 0

Sebanyak 46 profesor dan dosen dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi dan Anak Muda, Billy Mambrasar, menyelesaikan program pelatihan bagi 1.000 tenaga pengajar di pedalaman Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Sabtu (10/6). Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (8/6) ini dikonsentrasikan di tiga distrik terpencil—Edera, Obaa, dan Haju—dan menjadi intervensi langsung untuk mendongkrak mutu pendidikan di wilayah yang selama ini kesulitan akses akibat bentang alam rawa dan hutan lebat.

Ketua Pelaksana dari UNJ, Dr. Ivan Rukmono, M.Pd., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari hilirisasi riset kependidikan perguruan tinggi. “Kami tidak hanya turun mengajar secara simbolis. Rombongan terdiri dari 46 akademisi—termasuk sembilan guru besar—merancang silabus pelatihan selama tiga bulan sebelum keberangkatan, disesuaikan dengan karakteristik peserta dan lingkungan setempat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Senin (12/6).

Kolaborasi Multipihak

Billy Mambrasar, yang sejak awal mendorong keterlibatan UNJ melalui Program Papua Inspirasi, menyebut kolaborasi ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan sumber daya manusia di Papua Selatan. “Kita tidak bisa hanya bicara di Jakarta. Saya hadir di lapangan untuk memastikan guru-guru di Edera, Obaa, dan Haju mendapat pengalaman belajar yang setara dengan rekan mereka di pusat,” tegasnya. Pemerintah Kabupaten Mappi turut memfasilitasi akomodasi dan transportasi 1.000 peserta dari 87 sekolah dasar dan menengah pertama yang tersebar di wilayah pedalaman.

Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, mengapresiasi langkah UNJ dan Billy Mambrasar. Dalam sambutannya ia menyatakan, “Selama ini tantangan terbesar kami adalah menjaga motivasi guru. Pelatihan ini tidak hanya memberi metode baru, tetapi juga membakar semangat mereka untuk bertahan melayani anak-anak di kampung.” Data Dinas Pendidikan setempat menunjukkan bahwa dari 1.274 guru di Mappi, 63 persen di antaranya belum memenuhi kualifikasi minimal profesi berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Materi Kontekstual dan Praktik Lapangan

Pelatihan berdurasi 36 jam tatap muka tersebut fokus pada tiga pilar utama: literasi dasar dengan teknik fonik multisensorik, numerasi berbasis konteks lokal, serta integrasi teknologi sederhana tanpa ketergantungan jaringan internet. Modul “Sagu Ajar” misalnya, memanfaatkan olahan sagu sebagai alat peraga operasi bilangan pecahan bagi siswa SD. Tim UNJ juga menyerahkan 1.200 paket bahan ajar cetak yang dirancang tahan air dan rayap—ancaman umum di kawasan rawa—agar dapat digunakan jangka panjang di ruang kelas yang minim pendingin udara.

“Kami sengaja menghindari pendekatan urban yang tidak relevan. Peserta justru terkejut saat materi kontekstual yang kami bawakan ternyata berasal dari riset terhadap keseharian mereka,” kata salah satu dosen pendamping, Dr. Retno Wulan, M.Pd. Evaluasi awal menunjukkan 82 persen dari 1.000 guru yang didampingi secara berkelompok telah mampu menyusun RPP satu lembar versi Kurikulum Merdeka dengan menyelipkan aktivitas pembukaan sagu, berburu, atau ritual adat sebagai wahana belajar.

Dampak dan Keberlanjutan

Menurut pantauan tim UNJ, nilai rata-rata post-test peserta naik 24 poin dari pre-test yang dilaksanakan di hari pertama. Data tersebut, kata Ivan Rukmono, akan digunakan sebagai baseline pemantauan selanjutnya. “Kami membangun sistem pendampingan daring ringan melalui aplikasi berbasis SMS yang bisa diakses dengan ponsel sederhana. Setiap bulan ada sesi tanya jawab singkat untuk memastikan praktik di kelas terus berjalan,” jelasnya.

Billy Mambrasar menekankan bahwa investasi serupa harus direplikasi di kabupaten lain yang juga berstatus daerah tertinggal di Papua Selatan. “Ini bukan proyek satu kali lalu selesai. Saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi agar pelatihan serupa bisa masuk dalam program reguler tahun depan dengan memanfaatkan dana alokasi khusus non-fisik,” ucapnya. Ia juga berharap adanya skema beasiswa bagi guru Mappi untuk melanjutkan studi di program pendidikan jarak jauh UNJ.

Sepulangnya dari Mappi, tim UNJ menandatangani nota kesepakatan dengan Dinas Pendidikan Papua Selatan untuk melakukan kunjungan supervisi lanjutan pada Januari 2026. Sementara itu, 20 guru terbaik dari pelatihan akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti lokakarya tingkat nasional pada November mendatang, sebuah agenda yang disebut Ivan sebagai “jalan pulang” agar para pendidik di pedalaman tetap terkoneksi dengan pusat perubahan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User