Dengan Subsidi Rp6,5 Juta, Semen Padang Operasikan 72 Motor Listrik
Padang, 18 Mei 2026 – PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, resmi mengoperasikan 72 unit sepeda motor listrik untuk mendukung kegiatan operasional harian di kompleks Pabrik I...
Padang, 18 Mei 2026 – PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, resmi mengoperasikan 72 unit sepeda motor listrik untuk mendukung kegiatan operasional harian di kompleks Pabrik Indarung, Kota Padang, Sumatera Barat. Seluruh unit tersebut diperoleh melalui skema pembelian dengan memanfaatkan subsidi pemerintah sebesar Rp6,5 juta per unit yang disalurkan lewat program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
Seremoni penyerahan armada dilaksanakan di area pabrik dengan dihadiri jajaran direksi perusahaan, perwakilan Kementerian Perindustrian, serta mitra manufaktur PT Polytron. Langkah ini menjadi salah satu realisasi terbesar di sektor badan usaha milik negara (BUMN) dalam mengadopsi kendaraan listrik untuk mobilitas internal, sekaligus menunjukkan bahwa tata kelola subsidi berjalan sesuai jalur yang ditetapkan.
Subsidi Pemerintah dan Dukungan Regulasi
Direktur Utama PT Semen Padang, Indra Harjanto, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Teknis yang digelar bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian pada triwulan pertama 2026. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa BUMN di sektor padat karya agar menjadi pionir transisi energi melalui konversi armada operasional. “Subsidi Rp6,5 juta per unit yang kami terima berasal dari Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2025 tentang Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua. Ini adalah insentif konkret yang menjembatani kebutuhan industri dengan target penurunan emisi nasional,” ujar Indra Harjanto.
Berdasarkan data yang disampaikan, kuota subsidi untuk sektor industri pada 2026 dialokasikan sebanyak 200.000 unit, dengan prioritas pada kendaraan operasional BUMN dan institusi publik. PT Semen Padang termasuk dalam kelompok pertama yang mengakses dana tersebut melalui mekanisme verifikasi yang disyaratkan, termasuk kesiapan infrastruktur penukaran baterai di area pabrik seluas 2.800 hektare tersebut.
Kemitraan Industri: Polytron Pasok Unit dan Infrastruktur
Dalam kerja sama ini, PT Polytron tidak hanya memasok 72 unit motor listrik tipe Polytron E-Moto XR dengan motor penggerak 3 kW dan baterai lithium 72V 30Ah yang mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian, tetapi juga membangun tiga stasiun penukaran baterai (battery swap station) di titik strategis pabrik. Direktur Komersial PT Polytron, Stefanus Indrayana, dalam kesempatan yang sama menyatakan, “Ekosistem kendaraan listrik nasional sudah memasuki fase matang, aman, dan siap diadopsi untuk kebutuhan skala industri. Bersama Semen Padang, kami buktikan bahwa produk dalam negeri mampu memenuhi standar ketahanan dan keandalan operasional lapangan.”
Pengadaan ini sekaligus menjadi kontrak pertama Polytron dengan perusahaan semen pelat merah setelah sebelumnya memasok armada untuk sektor logistik dan pergudangan. Unit-unit tersebut akan menggantikan sebagian besar motor berbahan bakar bensin yang sebelumnya digunakan oleh petugas lapangan, teknisi, dan pengawas produksi. Dengan perhitungan intensitas pemakaian rata-rata 60 kilometer per hari per unit, perusahaan memproyeksikan penghematan biaya bahan bakar hingga Rp1,2 miliar per tahun serta penurunan emisi karbon sekitar 48 ton CO₂ ekuivalen.
Peta Jalan Strategis BUMN Menuju Net Zero Emission
Kepala Departemen Lingkungan dan Keberlanjutan PT Semen Padang, Ratna Dewi, menjelaskan bahwa operasional 72 motor listrik ini adalah bagian dari peta jalan perusahaan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030, sejalan dengan target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060. “Setelah sukses dengan motor listrik, tahun ini kami juga akan menguji coba dua unit truk listrik untuk angkutan bahan baku jarak pendek di dalam pabrik. Kajian teknisnya sudah final dan tinggal menunggu pengesahan dari Kementerian Perhubungan,” ungkap Ratna Dewi.
Pemerintah sendiri melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nomor 15 Tahun 2025 telah menetapkan agar seluruh BUMN menyusun rencana dekarbonisasi operasional yang terukur. PT Semen Padang menjadi salah satu dari 12 BUMN yang dinilai paling progresif dalam implementasi karena telah mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya, pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah, dan kini elektrifikasi kendaraan ringan.
Respons dan Pengawasan Berkelanjutan
Pelaksanaan program ini juga mendapat perhatian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang turut memantau penyaluran subsidi agar tepat sasaran. Dalam keterangan terpisah, Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah BPKP, Ahmad Fauzi, menyebutkan bahwa audit terhadap penerima subsidi KBLBB dari kelompok BUMN akan dilakukan sepanjang semester pertama 2026 untuk memastikan tidak ada penyimpangan. “Kami berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian agar setiap unit yang disubsidi benar-benar digunakan untuk operasional dan terintegrasi dalam sistem registrasi kendaraan listrik nasional,” ujarnya.
Dengan beroperasinya 72 motor listrik tersebut, PT Semen Padang memperkuat posisinya sebagai BUMN yang adaptif terhadap kebijakan energi bersih. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan produsen dalam negeri terus menghasilkan kemajuan nyata dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Baca juga:
Comments (0)