The Rolling Stones Luncurkan Album Foreign Tongues dan Ekspansi Roblox
LONDON — Legenda rock dunia, The Rolling Stones, secara resmi meluncurkan album terbaru mereka yang bertajuk Foreign Tongues pada Jumat (24/5) waktu setempat. Bersamaan dengan perilisan album terseb...
LONDON — Legenda rock dunia, The Rolling Stones, secara resmi meluncurkan album terbaru mereka yang bertajuk Foreign Tongues pada Jumat (24/5) waktu setempat. Bersamaan dengan perilisan album tersebut, band yang digawangi Mick Jagger, Keith Richards, dan Ronnie Wood ini mengumumkan ekspansi ambisius ke dunia virtual Roblox, menciptakan sebuah pengalaman imersif yang dijuluki "Stones World". Peluncuran ganda ini menandai babak baru dalam strategi distribusi musik sekaligus memperluas jangkauan warisan budaya mereka ke generasi digital global.
Album Foreign Tongues dan Transformasi Kreatif
Foreign Tongues berisi dua belas trek yang merekam perjalanan sonik baru The Rolling Stones. Berbeda dari materi sebelumnya, album ini mengeksplorasi ritme dan lirik multibahasa, mencerminkan interaksi puluhan tahun band ini dengan audiens lintas benua. Produser eksekutif Andrew Watt, yang sebelumnya sukses menggarap Hackney Diamonds (2023), kembali dipercaya memimpin sesi rekaman di Henson Recording Studios, Los Angeles, dan Abbey Road Studios, London. Materi direkam sepanjang paruh pertama 2024 hingga awal 2025, melibatkan musisi sesi ternama seperti Steve Jordan pada drum dan Darryl Jones pada bas.
Mick Jagger, vokalis sekaligus penulis lirik utama, menuturkan bahwa album ini adalah respons terhadap fenomena komunikasi global yang kian cair. "Kami selalu ingin menjangkau pendengar tanpa sekat bahasa. Album ini adalah eksperimen bagaimana rock 'n' roll bisa berdialog dalam banyak lidah," ujarnya saat konferensi pers daring yang disiarkan dari Riverside Studios, London. Trek pembuka, "Señorita Blues", memadukan lirik Spanyol-Inggris dengan riff gitar khas Keith Richards, sementara "Tokyo Moon" menampilkan sentuhan scale pentatonik Jepang dan lirik dua baris dalam bahasa Jepang yang direkam bersama penyanyi tamu Hikaru Utada. Lagu lain seperti "Cairo Crossing" mengusung string section ala musik Arab yang digarap oleh arranger Mesir, Fathy Salama.
Album ini juga menampilkan kolaborasi mengejutkan dengan penyanyi Mali, Fatoumata Diawara, pada lagu "Dust and Gold", yang merefleksikan tema migrasi dan kemanusiaan. Menurut data dari label rekaman Polydor, sesi mixing dan mastering dilakukan oleh Serban Ghenea di Virginia, menjamin kualitas audio resolusi tinggi untuk format vinil, CD, dan layanan streaming spatial audio Dolby Atmos. Pada hari pertama perilisan, Foreign Tongues langsung menduduki peringkat pertama tangga album iTunes di 27 negara, termasuk Indonesia, Brasil, dan Prancis, menegaskan daya tarik global The Rolling Stones yang belum pudar.
Stones World: Ekspansi Imersif ke Platform Roblox
Pengumuman ekspansi ke Roblox disampaikan bersamaan melalui kanal resmi The Rolling Stones dan platform Roblox Corporation. Pengalaman yang dinamai "Stones World" ini dikembangkan selama delapan bulan oleh studio Gamefam, pengembang berpengalaman di ekosistem Roblox yang sebelumnya menggarap pengalaman untuk artis seperti BTS dan BLACKPINK. Direktur Kreatif Gamefam, Ricardo Briceno, dalam keterangan tertulisnya menyebut proyek ini sebagai "jembatan antara konser fisik dan dunia metaverse yang menempatkan fan sebagai partisipan aktif."
Stones World dibangun di atas engine Roblox dengan peta interaktif seluas 12 kilometer persegi virtual, mencakup replika tempat-tempat ikonik seperti Marquee Club London, tempat pertama kali band ini tampil pada 1962, serta panggung konser raksasa yang mensimulasikan penampilan di Stadion Wembley. Setiap area menawarkan quest dan tantangan berbasis lagu: pemain harus menyelesaikan misi gitar, drum, atau vokal untuk membuka konten eksklusif. Terdapat pula mode "Tour Bus" yang memungkinkan avatar menjelajahi landmark yang berkaitan dengan sejarah band, seperti Chess Records di Chicago dan Redlands, rumah pedesaan Richards di West Sussex.
Peluncuran ini juga menandai integrasi teknologi audio dinamis yang dikembangkan bersama Dolby. Semua trek dari Foreign Tongues dapat dinikmati pemain dalam format spatial audio langsung di dalam game, sebuah pertama kalinya di platform Roblox. Pihak Roblox mengonfirmasi bahwa Stones World akan menjadi hub permanen, bukan acara temporer, dengan pembaruan konten setiap kuartal yang mencakup lagu-lagu lawas yang di-remaster secara khusus untuk pengalaman virtual. Pada hari pertama, pengalaman ini dikunjungi lebih dari 2,3 juta pengguna unik, menempatkannya dalam jajaran peluncuran terbesar di platform tersebut sepanjang 2025.
Merchandise Eksklusif dan Kolaborasi Kreator Global
Sebagai bagian dari strategi peluncuran, The Rolling Stones menggandeng 15 kreator konten global dari 10 negara untuk merancang item virtual limited edition di Roblox. Kreator asal Indonesia, Rendy Ahmad, yang dikenal dengan nama pengguna "RendyBuilds", berpartisipasi menghadirkan topi batik lidah ikonik yang menjadi ciri khas logo band sejak 1970-an. Item digital ini hanya tersedia melalui pembelian menggunakan Robux atau dengan menyelesaikan serangkaian misi khusus di zona "Bali Pavilion", area baru yang menampilkan arsitektur pura dan gamelan.
Selain item virtual, band ini juga merilis lini merchandise fesyen digital-physical hybrid yang disebut "Tongue & Pixel". Setiap pembelian kaos atau jaket edisi terbatas di toko daring resmi band akan disertai kode QR yang membuka wearable eksklusif di Roblox. Kepala Kemitraan Global Bravado, perusahaan merchandise Universal Music Group, Jamie Lockhart, menjelaskan bahwa konsep ini menjawab permintaan penggemar yang menginginkan identitas lintas platform. "Kami melihat pertumbuhan 340 persen dalam konversi merchandise ketika elemen digital hadir," ujarnya dalam laporan internal yang dikutip saat peluncuran.
Data awal menunjukkan bahwa item tongue batik karya kreator Indonesia menjadi salah satu yang paling cepat habis, dengan 50 ribu unit virtual terjual dalam 4 jam pertama. Kreator lain seperti Sofia Martinez dari Meksiko menghadirkan sombrero lidah, sementara Tanaka Hiro dari Jepang menciptakan happi coat dengan motif lidah api. Semua item ini dikurasi langsung oleh Mick Jagger dan Keith Richards, yang turut memberikan persetujuan final terhadap desain. "Kami tidak sekadar menjual kaus, kami membangun koneksi emosional di ruang-ruang baru tempat penggemar berkumpul," tegas Jagger saat menanggapi respons positif dari komunitas.
Langkah The Rolling Stones ini mempertegas tren konvergensi antara musik, teknologi imersif, dan ekonomi kreator di industri hiburan. Dengan album Foreign Tongues yang merajut benang multikultural dan Stones World yang membuka panggung virtual, band berusia enam dekade ini menunjukkan bahwa legenda tidak sekadar bertahan, tetapi terus memimpin arah baru budaya pop global. Sesi tanya jawab bersama penggemar dijadwalkan berlangsung dalam Stones World pada 31 Mei 2025, menjanjikan penampilan live virtual pertama dari tiga personel utama di tengah panggung digital yang dibangun untuk generasi masa depan.
Baca juga:
Comments (0)