Dua Sopir Truk Diperiksa Polda Jabar Usai Kecelakaan Maut di Indramayu

Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah mendalami insiden kecelakaan beruntun yang menewaskan dua belas orang di ruas Jalan Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramay...

Jul 13, 2026 - 17:13
0 0
Dua Sopir Truk Diperiksa Polda Jabar Usai Kecelakaan Maut di Indramayu

Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah mendalami insiden kecelakaan beruntun yang menewaskan dua belas orang di ruas Jalan Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Senin (13/7/2026). Insiden nahas tersebut melibatkan satu unit kendaraan pikap pengangkut rombongan tamu pesta pernikahan dan dua truk yang melintas dari arah berlawanan.

Hingga kemarin, Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar telah memeriksa empat orang saksi, termasuk dua pengemudi truk yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa itu. Keduanya adalah DI, pengemudi truk Fuso dengan nomor polisi B 9260 TEV, serta AM, pengemudi truk boks bernomor polisi E 8846 BA. Selain itu, penyidik juga memintai keterangan dari dua warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kronologi Tabrakan Beruntun di Jalur Pantura

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jabar bersama Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu, rentetan peristiwa bermula ketika sebuah mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB yang mengangkut belasan tamu hajatan berhenti di bahu jalan untuk melakukan putar arah. Pada saat bersamaan, dari arah belakang melaju sebuah truk Hino wing boks yang kemudian menabrak bagian belakang pikap tersebut.

Akibat benturan keras itu, mobil pikap terdorong hingga melewati marka tengah dan memasuki lajur kendaraan dari arah berlawanan. Nahas, di waktu yang nyaris bersamaan, sebuah truk Fuso melintas dari depan dan langsung menghantam pikap yang sudah tidak terkendali. Benturan ganda ini menyebabkan bodi pikap ringsek dan puluhan penumpangnya terpental atau terjepit.

Kasubbid Gakkum Ditlantas Polda Jabar, AKBP Jimmy Manurung, menjelaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk merekonstruksi secara utuh detik-detik menjelang tabrakan. “Kami sudah melakukan olah TKP secara komprehensif untuk mengetahui titik awal kesalahan dan faktor penyebabnya,” ujarnya usai kegiatan di lokasi kejadian.

Pemeriksaan Saksi dan Rencana Gelar Perkara

Empat saksi yang kini berada dalam pemeriksaan intensif terdiri atas dua pengemudi truk dan dua warga sipil. AKBP Jimmy menegaskan bahwa status kedua sopir masih sebatas saksi. Penetapan tersangka akan ditentukan setelah penyidik menjalankan gelar perkara di Polres Indramayu. “Sampai saat ini saksi yang sudah kami periksa ada empat orang. Dua merupakan pengemudi truk dan dua lainnya warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses gelar perkara akan menjadi forum bagi penyidik untuk memaparkan seluruh alat bukti, keterangan saksi, serta hasil analisis TKP sebelum menetapkan ada atau tidaknya unsur pidana. “Untuk tersangka nanti akan kami sampaikan setelah adanya gelar perkara di Polres. Kami tidak ingin terburu-buru karena ini menyangkut banyak korban jiwa,” ujar Jimmy.

Dalam keterangan terpisah, petugas menyebut bahwa truk wing boks yang menabrak pertama diduga tidak menjaga jarak aman, sementara truk Fuso yang datang dari depan memiliki waktu reaksi yang sangat terbatas. Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab utama kecelakaan ini karena masih menanti hasil pemeriksaan teknis kendaraan dan simulasi kejadian.

Daftar Korban yang Gugur dalam Kecelakaan

Insiden ini merenggut dua belas nyawa, termasuk pengemudi pikap yang membawa rombongan tamu pernikahan. Korban meninggal dunia dilarikan ke dua rumah sakit, yaitu RS Bhayangkara dan RS Mitra Plumbon. Berikut identitas korban yang telah terkonfirmasi oleh pihak kepolisian:

1. Yunah – menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon.
2. Ikbal (anak-anak) – meninggal di RS Bhayangkara.
3. Karsnih – RS Bhayangkara.
4. Sawen – RS Bhayangkara.
5. Sinta – RS Bhayangkara.
6. Ayu – RS Bhayangkara.
7. Sanerah – RS Bhayangkara.
8. Idah – RS Bhayangkara.
9. Riyantoni (anak-anak) – RS Bhayangkara.
10. Albara Putra Bpk. Warkidi (anak-anak) – RS Mitra Plumbon.
11. Warkidi (sopir pikap) – RS Mitra Plumbon.
12. Tamara – RS Mitra Plumbon.

Sebagian besar korban diketahui berasal dari satu keluarga atau kerabat yang menghadiri pesta pernikahan di suatu daerah di sekitar Indramayu. Pihak keluarga yang selamat tengah menjalani pendampingan psikologis dari Dinas Sosial setempat.

Polda Jabar memastikan akan melanjutkan penyelidikan secara transparan. AKBP Jimmy menutup keterangannya dengan menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga dan berjanji akan memberikan keadilan melalui proses hukum yang akuntabel. “Kami turut berduka cita atas musibah ini. Proses hukum akan berjalan sesuai fakta dan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User