DPD Golkar Solo Resmi Usung Sekar Tandjung di Pilkada
Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kota Surakarta menetapkan Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon walikota dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah yang akan datang. Keputusan ini dia...
Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kota Surakarta menetapkan Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon walikota dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah yang akan datang. Keputusan ini diambil dalam forum pengambilan sikap internal yang dipimpin langsung oleh jajaran pengurus DPD Golkar Solo pada Senin pekan lalu. Sekar Tandjung merupakan putri dari mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 1999–2004 yang juga tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tandjung. Penetapan ini menandai langkah definitif Golkar Solo dalam mengusung nama yang memiliki akar kuat di internal partai berlambang beringin tersebut.
Pleno DPD Golkar Kota Surakarta menghasilkan keputusan bulat untuk merekomendasikan Sekar Tandjung sebagai kandidat tunggal dalam penjaringan bakal calon kepala daerah. Mekanisme ini merupakan bagian dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang mewajibkan setiap DPD di kabupaten/kota untuk mengerucutkan nama sebelum diserahkan ke tingkat provinsi dan pusat. Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Golkar Kota Surakarta Taufiqurrahman menyatakan bahwa pengusungan ini didasarkan pada hasil komunikasi politik yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengurus kecamatan dan kelurahan, organisasi sayap partai, serta elemen masyarakat yang menjadi basis pemilih tradisional Golkar di Solo.
Mekanisme Pengusungan dan Tahapan Internal Partai
Proses penjaringan bakal calon walikota dari Partai Golkar Kota Surakarta telah berlangsung secara terstruktur sejak awal tahun. Taufiqurrahman menjelaskan bahwa semua tahapan telah dijalankan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar serta pedoman teknis dari Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar. “Pada dasarnya kami telah melalui serangkaian prosedur: mulai dari pendaftaran penjaringan, verifikasi administrasi, uji kepatutan dan kelayakan oleh tim penjaringan daerah, sampai pada pembahasan di tingkat pleno. Semua berjalan sesuai koridor organisasi dan menghasilkan satu nama, yaitu Sekar Krisnauli Tandjung,” ujar Taufiqurrahman dalam keterangan resminya.
Setelah ditetapkan di level DPD Kota Surakarta, rekomendasi tersebut akan diserahkan kepada Dewan Pimpinan Daerah Golkar Provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan surat tugas sebagai bakal calon. Tahapan selanjutnya adalah penyerahan dokumen ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam penerbitan surat keputusan calon kepala daerah. Proses berjenjang ini diharapkan tuntas sebelum batas akhir pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum Kota Surakarta pada akhir Agustus mendatang.
Dalam struktur organisasi partai, Sekar Tandjung sendiri tercatat sebagai kader aktif Golkar dengan posisi sebagai anggota Dewan Penasihat DPD Golkar Kota Surakarta. Ia juga merupakan Bendahara Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia, organisasi pendiri Partai Golkar. Keterlibatan organisasional ini memperkuat legitimasi Sekar sebagai calon yang mewakili kekuatan internal partai yang solid di tingkat lokal.
Figur Sekar Tandjung dan Warisan Politik Akbar Tandjung
Sekar Krisnauli Tandjung dinilai membawa modal politik yang signifikan sebagai representasi keluarga besar Tandjung yang memiliki jejak panjang dalam sejarah politik Indonesia. Akbar Tandjung, ayah dari Sekar, tidak hanya pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI, tetapi juga Menteri Negara Perumahan Rakyat di era Presiden Soeharto, Menteri Sekretaris Negara, serta Ketua Umum Partai Golkar selama dua periode. Akbar Tandjung merupakan salah satu arsitek transisi politik Golkar dari era Orde Baru menuju reformasi. Warisan politik itulah yang kini diusung oleh Sekar dalam konteks lokal Kota Solo.
Partai Golkar menilai bahwa Sekar Tandjung memiliki kapasitas kepemimpinan yang tumbuh dari pengalamannya di berbagai organisasi massa, kemasyarakatan, dan kepemudaan. Ia juga rutin terlibat dalam kegiatan sosial dan dialog publik di Solo dan sekitarnya dalam beberapa tahun terakhir. Kedekatan emosional dengan akar rumput partai menjadi salah satu poin yang mengemuka dalam pembahasan internal, karena Golkar menyadari bahwa dinamika elektoral di Solo membutuhkan figur yang mampu merangkul segmen pemilih lintas kelas sosial. Dalam hal ini, Golkar mencoba mendayagunakan jejaring konstituen yang terbangun sejak era Akbar Tandjung berkiprah di panggung nasional.
Kehadiran Sekar Tandjung juga diproyeksikan untuk memperluas basis pemilih perempuan dan generasi muda. Tim penjaringan Golkar melihat momentum yang tepat untuk mengusung calon perempuan di tengah meningkatnya kesadaran publik tentang keterwakilan gender di ranah politik lokal. Pengurus Golkar Kota Surakarta mengakui bahwa representasi perempuan di jajaran eksekutif daerah masih perlu didorong, dan pencalonan Sekar Tandjung menjadi bagian dari agenda internal partai untuk mendorong kader-kader perempuan naik dalam kontestasi publik.
Strategi Pemenangan dan Dinamika Koalisi
Partai Golkar menyadari bahwa sebagai partai dengan 7 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surakarta, mereka masih memerlukan tambahan kekuatan politik untuk memenuhi ambang batas pencalonan sebesar 20 persen dari total 45 kursi DPRD. Artinya, Golkar membutuhkan dukungan dari partai lain. Taufiqurrahman menegaskan bahwa komunikasi politik dengan partai-partai yang memiliki kesamaan visi pembangunan kota telah dimulai dan berlangsung konstruktif. “Kami membuka ruang koalisi seluas-luasnya dengan partai manapun yang sepakat memajukan Solo. Pembicaraan awal sudah berjalan dengan beberapa partai, dan kami optimistis dapat membangun koalisi yang solid,” katanya.
Beberapa partai politik disebut-sebut tengah menjajaki kemungkinan bergabung, di antaranya Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, serta partai-partai non-parlemen yang memiliki kantong pemilih di wilayah Solo. Tim pemenangan Golkar juga tengah menyusun peta basis suara berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024 untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah strategis yang dapat dimaksimalkan. Dukungan dari struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan telah diinstruksikan untuk bergerak melakukan konsolidasi pemilih.
Kampanye yang direncanakan akan berfokus pada isu-isu pembangunan ekonomi lokal, penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah, penanganan kemacetan, pengelolaan destinasi wisata budaya, dan penguatan layanan publik berbasis teknologi. Isu keberlanjutan juga menjadi sorotan, di mana Sekar Tandjung diposisikan sebagai figur yang akan melanjutkan dan menyempurnakan program-program yang sudah berjalan di bawah kepemimpinan petahana sambil menawarkan terobosan baru. Tim kampanye juga menyoroti pentingnya pendekatan kultural, mengingat Solo sebagai pusat budaya Jawa dan kota dengan dinamika sosial yang khas.
Dengan penetapan resmi ini, Golkar Kota Surakarta menjadi partai pertama yang membuka identitas calon walikota secara terbuka untuk Pilkada 2024. Partai-partai lain diperkirakan akan menyusul dalam beberapa pekan ke depan seiring mendekatnya batas waktu pencalonan. Apakah langkah awal ini akan membuat Golkar mampu memenangkan kursi walikota Solo untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, masih akan sangat bergantung pada kemampuan partai mengelola koalisi, figur calon, dan respons pemilih di lapangan.
Comments (0)