PKS Dukung Siti Muntamah Maju Pilwalkot Bandung, Estafet Oded Berlanjut
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi menyatakan dukungannya kepada Siti Muntamah, istri mendiang Wali Kota Bandung Oded M Danial, untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Bandung pada pemiliha...
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi menyatakan dukungannya kepada Siti Muntamah, istri mendiang Wali Kota Bandung Oded M Danial, untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Bandung pada pemilihan kepala daerah serentak yang akan digelar November mendatang. Keputusan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat yang berlangsung di Bandung pada Selasa siang. Siti Muntamah yang akrab disapa Ummi Oded dinilai sebagai figur yang mampu menindaklanjuti program pembangunan yang telah dirintis oleh almarhum suaminya semasa menjabat periode 2018 hingga 2021.
Deklarasi dan Dukungan Resmi PKS
Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu, menegaskan bahwa dukungan terhadap Siti Muntamah merupakan hasil dari mekanisme internal partai yang telah melalui proses penjaringan dan penyaringan secara berjenjang. Dalam keterangannya kepada awak media, ia menyampaikan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS telah menerbitkan surat rekomendasi bernomor 099/SKEP/DPP-PKS/2024 yang ditetapkan pada 11 Juni 2024.
"Kami telah menerima mandat dari DPP untuk mengusung Ibu Siti Muntamah sebagai bakal calon Wali Kota Bandung. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta kedekatan emosional beliau dengan masyarakat Kota Bandung yang telah terbangun selama mendampingi almarhum Kang Oded,"
Haru menambahkan, partainya tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah partai politik lain untuk membangun koalisi yang solid guna mencukupi syarat pencalonan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, pasangan calon di Kota Bandung wajib memperoleh dukungan minimal sembilan kursi dari total 50 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung. PKS sendiri mengantongi enam kursi hasil Pemilu Legislatif 2024, sehingga masih memerlukan tambahan tiga kursi dari partai lain.
Rekam Jejak dan Figur Ummi Oded
Siti Muntamah bukanlah sosok yang asing dalam lanskap sosial Kota Bandung. Selama mendampingi Oded M Danial memimpin kota berpenduduk hampir 2,6 juta jiwa tersebut, ia aktif menginisiasi sejumlah program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan anak usia dini, kesehatan ibu dan balita, serta penguatan ekonomi keluarga melalui kelompok usaha mikro. Almarhum Oded M Danial sendiri wafat pada 10 Desember 2021 saat masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung periode kedua secara de facto, setelah sebelumnya terpilih pada Pilwalkot 2018 berpasangan dengan Yana Mulyana yang kemudian melanjutkan sisa masa jabatan.
Putra sulung pasangan Oded dan Siti Muntamah, Muhammad Farhan Danial, menyatakan bahwa keputusan sang ibu untuk terjun ke kontestasi politik merupakan wujud dari amanah yang telah didiskusikan secara mendalam dalam keluarga. Tiga kecamatan di Bandung timur, yakni Cibiru, Ujungberung, dan Cinambo, disebut sebagai basis dukungan awal yang akan digarap secara terstruktur oleh tim relawan yang telah terbentuk sejak awal tahun ini.
"Ummi tidak mendaftar karena ambisi pribadi. Ini adalah kelanjutan dari ikhtiar Kang Oded yang belum selesai. Banyak program strategis seperti pengembangan kawasan timur Bandung, revitalisasi ruang publik terpadu, dan penguatan layanan kesehatan dasar yang menjadi prioritas almarhum dan perlu dituntaskan,"
ujar Farhan saat ditemui usai acara deklarasi di kediaman keluarga di kawasan Cikutra.
Dinamika Politik dan Peta Koalisi
Manuver PKS mengusung Siti Muntamah langsung mengubah konstelasi politik di Kota Bandung. Sebelumnya, sejumlah nama telah santer disebut sebagai kandidat potensial, antara lain Wakil Wali Kota petahana Yana Mulyana yang kini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan korupsi, serta beberapa kepala dinas dan tokoh pemuda yang mendapat sorotan publik. Bergabungnya Ummi Oded ke dalam bursa pencalonan menambah daftar kandidat yang memiliki basis pemilih tradisional kuat, khususnya di kalangan ibu-ibu pengajian dan komunitas keagamaan yang selama ini menjadi segmen loyal pasangan Oded-Yana.
Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Dr. Muradi, menilai bahwa pencalonan Siti Muntamah membawa keuntungan sekaligus tantangan tersendiri. Elektabilitas figur keluarga petahana yang meninggal saat bertugas kerap kali mendapat simpati pemilih, namun beban ekspektasi publik terhadap keberlanjutan program juga menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan. "Pemilih akan membandingkan kinerja suami dengan janji kampanye sang istri. Ini pedang bermata dua," ujarnya dalam diskusi publik yang digelar Forum Bandung Sehat pada Rabu pagi.
Sementara itu, Partai Gerindra dan Partai Golkar yang masing-masing memiliki tujuh dan lima kursi di DPRD Kota Bandung disebut-sebut tengah mempertimbangkan untuk merapat ke koalisi pengusung Siti Muntamah. Pertemuan informal antara tim pemenangan Ummi Oded dengan perwakilan kedua partai tersebut telah berlangsung di sebuah hotel di kawasan Dago pada pekan lalu, meskipun belum ada kesepakatan final yang ditandatangani.
Agenda dan Prioritas Pembangunan
Dalam pidato perdananya sebagai bakal calon, Siti Muntamah memaparkan tiga pilar utama yang akan menjadi fondasi program kerjanya. Pilar pertama adalah penuntasan proyek strategis yang telah dirancang pada era kepemimpinan Oded M Danial, meliputi pembangunan enam puskesmas rawat inap di wilayah pinggiran dan perluasan cakupan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. Pilar kedua berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui program inkubasi pelaku usaha mikro dengan target 10 ribu usaha baru dalam lima tahun. Pilar ketiga menyasar reformasi birokrasi dan pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang terintegrasi di seluruh kecamatan dan kelurahan.
"Saya ingin memastikan bahwa cita-cita besar Kang Oded untuk menjadikan Bandung kota yang unggul, nyaman, dan sejahtera tidak berhenti di tengah jalan. Insya Allah, dengan dukungan masyarakat dan partai pengusung, kami akan melanjutkan estafet pembangunan ini secara terukur dan akuntabel,"
tegas Siti Muntamah di hadapan ratusan simpatisan yang memadati lokasi deklarasi.
Tim pemenangan menyatakan bahwa pendaftaran resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung akan dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan, yakni pada 27 hingga 29 Agustus 2024. Hingga berita ini diturunkan, Siti Muntamah masih menunggu pengumuman resmi mengenai figur yang akan mendampinginya sebagai bakal calon Wakil Wali Kota. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah nama tengah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan, termasuk kader internal PKS serta tokoh profesional dari kalangan non-partai yang dinilai memiliki kompetensi teknis di bidang tata kelola perkotaan dan keuangan daerah.
Comments (0)