Sudaryono dan Taj Yasin Jajaki Koalisi Besar di Pilgub Jateng

Rembang – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, di kompleks...

Sudaryono dan Taj Yasin Jajaki Koalisi Besar di Pilgub Jateng

Rembang – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, di kompleks Pondok Pesantren Al Anwar IV, Sarang, Kabupaten Rembang, pada Ahad sore. Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut diyakini menjadi sinyal awal penjajakan koalisi antara Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menghadapi pemilihan gubernur yang akan digelar pada akhir tahun 2024.

Kepada awak media yang menanti di luar ruang pertemuan, Sudaryono tak menampik adanya pembicaraan serius mengenai peluang kerja sama politik di tingkat provinsi. “Kami berbincang banyak hal, termasuk soal Jawa Tengah ke depan. Saya kira komunikasi dengan semua kekuatan politik itu penting,” ujar Sudaryono yang juga dikenal sebagai mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto. Ketika didesak lebih lanjut mengenai kemungkinan dirinya berpasangan dengan Taj Yasin, ia dengan singkat namun tegas merespons, “Kalau ada jalannya, why not?”

Pernyataan tersebut sontak memunculkan spekulasi bahwa poros Gerindra-PKB di Jawa Tengah kian menguat. Sudaryono menyadari bahwa untuk memenangkan kontestasi di provinsi dengan 35 kabupaten dan kota ini, tidak ada satu partai pun yang bisa berjalan sendiri. Mesin politik Gerindra yang solid dan basis massa PKB yang dalam di wilayah pesisir utara dinilai sebagai kombinasi yang saling melengkapi.

Membangun Kekuatan Bersama

Dalam pertemuan itu, hadir pula sejumlah pengurus pondok pesantren yang memiliki kedekatan emosional dengan Taj Yasin. Suasana pertemuan digambarkan hangat dan penuh keakraban. Taj Yasin, putra dari ulama besar almarhum KH Maimoen Zubair, menyambut positif itikad baik yang ditunjukkan oleh Sudaryono. “Kami di PKB selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin membangun Jawa Tengah bersama-sama. Apalagi Mas Daryono punya visi yang jelas,” kata Gus Yasin—sapaan akrabnya—dalam keterangan singkat usai pertemuan.

Seorang politisi senior yang mengetahui jalannya diskusi mengungkapkan bahwa kedua tokoh menekankan pentingnya merawat stabilitas dan keberlanjutan pembangunan di Jawa Tengah. Pembicaraan tidak hanya berhenti pada pembagian peran sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur, tetapi juga membahas program-program strategis yang bisa ditawarkan kepada masyarakat, termasuk pengembangan ekonomi berbasis pesantren dan penguatan sektor pertanian. Internalisasi nilai-nilai religius dalam kebijakan publik juga menjadi salah satu benang merah pembicaraan.

Respons Jajaran Partai

Ketua Harian DPD Gerindra Jawa Tengah yang enggan dikutip namanya membenarkan bahwa jalur koalisi dengan PKB terus dimatangkan. “Kami melakukan inventarisasi potensi kemenangan. Suara Gerindra di Jateng terus naik, tetapi perlu tambahan kekuatan. PKB adalah partai yang memiliki kesamaan ideologis dalam membela kepentingan rakyat kecil,” ujarnya. Di sisi lain, konsolidasi internal PKB di tingkat wilayah juga tengah berjalan intens untuk menyambut Pilkada serentak. Nama Taj Yasin disebut-sebut sebagai figur sentral yang akan diusung, mengingat popularitasnya yang tinggi di kalangan nahdliyin dan pengalaman memimpin provinsi selama lima tahun terakhir.

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Dr. Teguh Yuwono, melihat manuver ini sebagai langkah rasional. “Paket Sudaryono–Taj Yasin bisa menjadi game changer. Sudaryono mewakili semangat nasionalis dan kedekatannya dengan pemerintahan pusat, sementara Gus Yasin mewakili basis tradisionalis yang kuat. Jika bersatu, mereka bisa mengunci ceruk pemilih yang cukup besar,” jelasnya saat dihubungi terpisah.

Peta Politik Kian Dinamis

Deklarasi paket dari poros ini diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat, seiring dengan rampungnya pembahasan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat masing-masing partai. Sementara itu, di kubu lain sejumlah nama juga mulai bermunculan seperti mantan Panglima TNI yang digadang-gadang oleh partai nasionalis lainnya. Dinamika politik di Jawa Tengah diperkirakan akan semakin memanas setelah putusan Mahkamah Konstitusi tentang perubahan persyaratan pencalonan turut mengubah strategi setiap partai.

Meski begitu, Sudaryono enggan berbicara terlalu jauh mengenai deklarasi resmi. Ia memilih untuk fokus pada konsolidasi internal dan memperluas komunikasi lintas partai. “Kita ini bersaudara, jangan sampai berbeda pilihan politik merusak silaturahmi. Saya ke sini juga sekaligus sowan dan minta doa restu. Soal mekanisme koalisi dan pendaftaran ke KPU, semuanya tinggal menunggu keputusan DPP,” pungkasnya.

Pertemuan di Sarang ini menandai babak baru kompetisi menuju kursi Jateng 1. Dengan kemunculan sinyal kuat dari poros Gerindra-PKB, publik Jawa Tengah kini menanti langkah konkret berikutnya yang akan diambil oleh dua tokoh muda tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User