Damkar Bogor Evakuasi Ular Sanca 2 Meter di Bojonggede
Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Bogor mengevakuasi seekor ular sanca sepanjang dua meter dari sebuah rumah di Kecamatan Bojonggede, Minggu (12/7/2026). Reptil itu di...
Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Bogor mengevakuasi seekor ular sanca sepanjang dua meter dari sebuah rumah di Kecamatan Bojonggede, Minggu (12/7/2026). Reptil itu ditemukan bersembunyi di bawah meja di dalam kamar tidur, sempat membuat panik penghuni rumah sebelum akhirnya berhasil diamankan hanya dalam waktu 20 menit.
Kepala Seksi Operasional Damkartan Kabupaten Bogor, Andi Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya menerima telepon darurat dari warga sekitar pukul 09.30 WIB. “Begitu laporan masuk, kami langsung mengerahkan satu regu ke alamat yang dilaporkan. Jarak dari pos induk ke Bojonggede sekitar lima kilometer dan kami tiba dalam 15 menit,” ujarnya via telepon. Tim yang dipimpin Komandan Regu Ridwan tiba di lokasi pukul 09.45 WIB dan segera melakukan asesmen situasi.
Pemilik rumah, Suryadi (45), menceritakan detik-detik menegangkan itu. Menurutnya, anak bungsunya yang hendak mengambil mainan di kolong meja kamar tiba-tiba berteriak melihat ular besar melingkar. “Saya langsung lari ke kamar, memang benar ada ular sanca yang sedang meringkuk. Saya tidak berani mendekat, langsung saya kunci pintu kamar dan telepon damkar,” tutur Suryadi. Seluruh anggota keluarga kemudian dievakuasi ke luar rumah untuk menunggu petugas.
Detik-Detik Evakuasi di Bawah Meja Kamar
Komandan Regu Ridwan menjelaskan bahwa ular sanca batik (Python reticulatus) tersebut berada di posisi yang cukup sulit dijangkau—di antara kaki meja belajar dan tumpukan kardus bekas. “Kami menggunakan tongkat penjepit atau snake tong untuk mengamankannya tanpa menyakiti ular maupun merusak barang di sekitar. Ular dalam kondisi tenang, jadi prosesnya relatif cepat,” katanya. Setelah berhasil menjepit bagian leher, petugas perlahan mengangkat tubuh ular sepanjang dua meter dan memasukkannya ke dalam karung khusus. Waktu yang dibutuhkan dari mulai tindakan hingga ular terkurung hanya sekitar 20 menit, dengan operasi selesai pada pukul 10.05 WIB.
Andi menambahkan, ular yang berhasil dievakuasi tersebut dalam kondisi sehat dan diperkirakan berusia dewasa muda. “Tidak ada luka pada ular dan tidak ada anggota keluarga yang cedera. Ini evakuasi yang cukup lancar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sanca batik merupakan spesies yang dilindungi, sehingga pelepasliaran harus sesuai aturan. Setelah diamankan, ular langsung dibawa ke Pos Damkar Bojonggede untuk pemeriksaan kesehatan sementara sebelum direncanakan dilepasliarkan.
Ancaman Ular di Bojonggede dan Sekitarnya
Kecamatan Bojonggede merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang kerap mengalami kemunculan ular di permukiman. Data Damkartan Kabupaten Bogor menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah tercatat 37 laporan penemuan ular, naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 24 kasus melibatkan ular sanca, sisanya kobra dan jenis lain. Bojonggede sendiri mencatat 5 laporan hanya dalam bulan Juli. Faktor cuaca yang lebih basah pada musim kemarau disebut menjadi salah satu pemicu ular masuk rumah untuk mencari tempat sejuk dan kering.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Damkartan, Dewi Lestari, menjelaskan bahwa selain sanca, jenis kobra juga sering dilaporkan warga. “Ular sanca tidak berbisa, namun lilitannya bisa membahayakan terutama bagi anak-anak atau hewan kecil. Kami mengimbau warga untuk tidak mencoba menangkap sendiri. Segera hubungi damkar di nomor 113,” tegas Dewi.
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Bogor, Dedi Supriyanto, mengungkapkan bahwa konflik manusia dengan ular di Kabupaten Bogor sepanjang 2025-2026 mencapai 127 kasus. “Mayoritas karena perambahan habitat alami. Lahan persawahan dan rawa yang dialihfungsikan menjadi perumahan memaksa ular mencari tempat tinggal baru, termasuk ke dalam rumah,” paparnya. Dedi menekankan pentingnya warga menjaga kebersihan lingkungan dan memasang kawat kasa pada ventilasi untuk meminimalkan risiko.
Imbauan dan Langkah Aman Menghadapi Ular
Dewi Lestari memaparkan sejumlah langkah yang harus dilakukan warga jika menemukan ular di dalam rumah. Pertama, jangan panik dan jangan mendekat. Kedua, segera amankan anggota keluarga dan hewan peliharaan ke luar ruangan. Ketiga, kunci atau tutup ruangan tempat ular berada agar tidak berpindah ke area lain. Keempat, hubungi petugas pemadam kebakaran atau BKSDA. “Jangan sekali-kali mencoba menangkap dengan alat seadanya karena bisa berakibat fatal,” ujarnya.
Suryadi mengaku bersyukur petugas datang dengan cepat. “Alhamdulillah, cuma 20 menit ular sudah diambil. Saya tidak bisa bayangkan kalau harus menunggu lama. Terima kasih banyak untuk Damkar,” ucapnya. Kini, keluarga Suryadi dapat kembali beraktivitas setelah petugas memastikan tak ada lagi ular yang bersembunyi di sekitar rumah.
Rencananya, ular sanca hasil evakuasi tersebut akan dilepasliarkan di kawasan hutan lindung Gunung Pancar, Babakan Madang, pada Senin (13/7/2026). Kepala Pos Damkar Bojonggede, Heru Prasetyo, menyatakan bahwa prosedur pelepasan telah dikoordinasikan dengan BKSDA agar berjalan sesuai aturan. “Kami selalu berkoordinasi untuk memastikan ular dilepas di habitat yang jauh dari permukiman dan sesuai dengan populasinya,” tutup Heru.
Baca juga:
Comments (0)