Mendagri Apresiasi Sulsel sebagai Tuan Rumah Sukses Syukuran Dekranas
Makassar, 12 Juli 2026 — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang sukses menggelar rangkaian acara Syukuran Dewan...
Makassar, 12 Juli 2026 — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang sukses menggelar rangkaian acara Syukuran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-46, yang berlangsung di Panggung Utama Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, selama tiga hari sejak 9 Juli 2026. Dalam sambutan penutupan yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Mendagri menegaskan bahwa penyelenggaraan di Sulsel menjadi tolok ukur baru sinergi pusat dan daerah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis seni dan industri kreatif. Kegiatan yang dihadiri 3.245 peserta dari 34 provinsi ini secara langsung mencatatkan transaksi pameran kerajinan sebesar Rp12,7 miliar, membuktikan potensi besar sektor UMKM sebagai penggerak pemulihan ekonomi nasional.
Apresiasi Pusat dan Pengakuan Kinerja Daerah
Apresiasi formal disampaikan melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 410/1897/SJ yang dibacakan pada sesi penutupan. Mendagri, melalui sambutan tertulisnya, menyebut Sulsel sebagai provinsi dengan tata kelola acara paling responsif dan berdampak luas. Ia menekankan bahwa koordinasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dekranasda, dan TP PKK Sulsel berjalan luar biasa. “Pemerintah melihat Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mampu menjawab amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya dalam memperkuat fungsi pemberdayaan masyarakat melalui jalur kerajinan dan keluarga,” ujar Mendagri. Tak hanya itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang turut hadir secara daring menggarisbawahi bahwa acara ini menjadi ajang konkret untuk mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengembangan Ekonomi Kreatif.
Penghargaan Dekranas dan Dampak Langsung ke UMKM Lokal
Puncak syukuran ditandai dengan penyerahan Piagam Penghargaan Utama dari Dekranas kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman atas kontribusi provinsi dalam mengembangkan ekosistem kerajinan nasional. Piagam diserahkan langsung oleh Ketua Umum Dekranas, yang didampingi oleh Ketua Harian dan Sekretaris Jenderal Dekranas, di hadapan ribuan peserta. Dalam pidato penerimaannya, Gubernur Andi Sudirman menyatakan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pengrajin dan pelaku UMKM di Sulsel. “Kami berkomitmen mengalokasikan 17 persen dari APBD Perubahan 2026 untuk pengembangan sentra-sentra kerajinan di 24 kabupaten/kota,” tegasnya. Data Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel mencatat, selama tiga hari acara, 200 stan pameran yang menampilkan tenun, ukiran, perhiasan, dan kuliner khas berhasil mendatangkan 12.350 pengunjung, dengan omzet langsung rata-rata Rp635 juta per hari. Angka ini belum termasuk kontrak kerja sama dagang yang ditandatangani antara koperasi pengrajin dengan tiga perusahaan ekspor, yang nilainya mencapai Rp4,2 miliar untuk produk anyaman dan batik sutra Sulsel.
Komitmen Penguatan Jejaring Nasional dan Agenda Lanjutan
Rapat Koordinasi yang digelar di sela-sela acara, dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri dan diikuti seluruh kepala daerah atau perwakilan, menghasilkan enam poin kesepakatan bersama. Di antaranya adalah penetapan peta jalan digitalisasi pemasaran kerajinan daerah melalui platform nasional “Bangga Buatan Indonesia” dan pembentukan Forum Komunikasi Dekranasda se-Indonesia yang sekretariatnya ditempatkan di Makassar. Keputusan ini diambil dalam Rapat Pleno yang dihadiri oleh 48 ketua Dekranasda dan 34 ketua TP PKK provinsi. “Dengan sekretariat di Makassar, Sulsel siap menjadi simpul koordinasi pertukaran pengetahuan dan inovasi antar daerah,” ujar Ketua Dekranasda Sulsel. Sementara itu, Ketua Umum TP PKK Pusat menegaskan bahwa peringatan HKG PKK tahun ini menjadi momentum penguatan Program Kerja Pokok PKK, terutama dalam penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan, dan tata laksana rumah tangga. “Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi kader hingga 22 persen dibandingkan HKG sebelumnya,” katanya. Sedangkan tindak lanjut jangka pendek, menurut Kepala Biro Pemerintahan Setda Sulsel, adalah penyaluran bantuan stimulan kepada 500 pengrajin pemula dalam bentuk mesin tenun bukan mesin (ATBM) modern dan pelatihan manajemen ekspor yang akan dimulai pada September 2026. Acara juga mencatat rekor partisipasi UMKM perempuan tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan, yakni 72 persen stan dimiliki dan dikelola langsung oleh perempuan penggerak PKK. Hal ini sejalan dengan arahan Mendagri agar peran perempuan dalam ekonomi kreatif terus diperkuat melalui kebijakan afirmatif di tingkat daerah.
Proyeksi dan Harapan Keberlanjutan
Gubernur Andi Sudirman dalam pidato penutupan menegaskan bahwa apa yang dicapai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan tonggak untuk mengubah paradigma pembinaan UMKM dari bantuan langsung menjadi kemitraan produktif. “Kami sedang merancang Peraturan Gubernur tentang Kemitraan Ekspor Produk Unggulan Daerah,” ungkapnya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel mengonfirmasi bahwa 23 produk kerajinan yang ditampilkan dalam syukuran telah memenuhi standar kurasi untuk masuk dalam Katalog Ekspor UMKM 2026-2027. Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mengikuti acara secara virtual menyebut penyelenggaraan di Makassar sebagai model ideal integrasi antara pariwisata, kerajinan, dan ketahanan keluarga. Ia berharap, pada peringatan HKG PKK tahun depan, transaksi pameran dapat ditingkatkan menjadi minimal Rp20 miliar. Dengan capaian dan komitmen yang tertuang dalam serangkaian keputusan bersama, Sulawesi Selatan tidak hanya berhasil sebagai tuan rumah, tetapi juga menjadi percontohan daerah yang memanfaatkan momentum nasional untuk akselerasi kesejahteraan masyarakatnya secara berkelanjutan.
Baca juga:
Comments (0)