BPBD Sumedang Kendalikan Api di Dua Permukiman, Satu Jam Operasi

Sumedang, Jawa Barat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang berhasil mengendalikan kebakaran lahan yang melanda dua kawasan perumahan secara terpisah pada Senin (13/1/2025)....

Jul 12, 2026 - 20:45
0 0

Sumedang, Jawa Barat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang berhasil mengendalikan kebakaran lahan yang melanda dua kawasan perumahan secara terpisah pada Senin (13/1/2025). Operasi pemadaman yang melibatkan pengerahan personel reaksi cepat dan sejumlah unit armada tangki air berlangsung intensif selama hampir satu jam di titik pertama, sementara penanganan di lokasi kedua memerlukan waktu lebih singkat berkat respons dini petugas jaga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Yayan Cahyana, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga Perumahan Taman Permata dan Perumahan Graha Pesona dalam rentang waktu kurang dari tiga puluh menit. "Kami langsung menginstruksikan pengerahan dua regu pemadam dari Pos Induk dan Pos Wilayah Utara untuk melakukan pemadaman secara simultan," ujar Yayan melalui keterangan tertulis yang diterima di Sumedang, Selasa (14/1/2025). Berdasarkan data operasional BPBD, total luas lahan yang terdampak di kedua lokasi mencapai sekitar 3.200 meter persegi, dengan vegetasi dominan berupa semak belukar, ilalang kering, dan tumpukan ranting sisa pembersihan lahan.

Kronologi Penanganan di Perumahan Taman Permata

Laporan pertama masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumedang pada pukul 13.35 WIB. Warga Perumahan Taman Permata, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, melaporkan kepulan asap tebal disertai kobaran api yang merambat di lahan terbuka berbatasan langsung dengan klaster hunian tahap tiga. Regu pemadam yang terdiri dari enam personel tiba di lokasi pukul 13.42 WIB dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam berkapasitas total 8.000 liter air. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 14.30 WIB, dengan metode pembasahan perimeter untuk memutus jalur rambatan api ke arah permukiman, kemudian dilanjutkan pendinginan pada area pusat kebakaran seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam kejadian ini, meskipun jarak titik api terdekat dari rumah warga hanya sekitar 15 meter.

Kejadian Kedua dan Tantangan Medan

Bersamaan dengan pendinginan tahap akhir di Taman Permata, Pusdalops menerima laporan kedua pada pukul 14.05 WIB dari penghuni Perumahan Graha Pesona di Kecamatan Cimalaka. Kebakaran lahan terjadi di area tanah kas desa seluas 1.200 meter persegi yang berbatasan dengan pagar pembatas kompleks perumahan. "Angin kencang dan kondisi lahan yang sangat kering mempercepat perluasan api sehingga dibutuhkan penanganan agresif," terang Yayan. Satu regu tambahan dengan satu unit armada pemadam langsung dialihkan dari Pos Wilayah Utara menuju Cimalaka. Petugas berhasil melakukan pemadaman total dalam tempo 25 menit sejak kedatangan di lokasi pada pukul 14.18 WIB. Proses pendinginan lanjutan dilakukan untuk mencegah potensi munculnya titik api baru dari sisa bara yang tertutup tumpukan vegetasi kering.

Strategi dan Imbauan Antisipasi

Berdasarkan laporan evaluasi internal BPBD Sumedang, strategi pembagian zona dan pengerahan personel secara paralel menjadi kunci efektivitas penanganan dua kejadian yang nyaris bersamaan. Koordinasi dengan perangkat kelurahan setempat dan kepolisian sektor turut memperlancar akses jalur evakuasi dan pengamanan area. Yayan menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran lahan sejak awal Januari 2025, seiring dengan pola musim yang mencatatkan curah hujan sangat rendah di wilayah Sumedang bagian selatan dan tengah.

BPBD Kabupaten Sumedang mengimbau seluruh pengembang perumahan dan masyarakat untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar, serta segera melapor ke Pusdalops melalui nomor darurat 0221 jika menemukan titik api. "Kami juga meminta warga untuk membersihkan ranting kering dan ilalang di sekitar hunian minimal radius 10 meter, sebagai langkah mitigasi mandiri," ujar Yayan. Hingga berita ini ditulis, petugas BPBD masih melakukan patroli pemantauan di kedua lokasi untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi menyala kembali.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User