Indonesia Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Syekh Hamad Al Thani

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa resmi atas wafatnya mantan Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani. Tokoh sentral dalam modernisasi negara Teluk ter...

Jul 12, 2026 - 20:45
0 0

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa resmi atas wafatnya mantan Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani. Tokoh sentral dalam modernisasi negara Teluk tersebut meninggal dunia pada usia 74 tahun.

Konfirmasi Resmi dari Doha

Kepastian mengenai wafatnya pemimpin senior Teluk tersebut diperoleh dari pernyataan resmi Amiri Diwan, lembaga administratif kepresidenan Qatar yang berwenang mengelola urusan kenegaraan dan protokol istana. Dalam pernyataan singkat yang dirilis pada Senin dini hari waktu setempat, pihak istana mengumumkan kabar duka tersebut dan menyatakan masa berkabung nasional akan segera ditetapkan melalui keputusan resmi.

Amiri Diwan menegaskan bahwa rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan akan dilaksanakan sesuai protokol yang berlaku bagi mantan kepala negara. Pengumuman detail jadwal dan lokasi persemayaman telah disampaikan kepada seluruh perwakilan diplomatik di Doha, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Respons Cepat Jakarta

Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Indonesia menyatakan duka mendalam atas kepergian Syekh Hamad. Pernyataan resmi tersebut menekankan kontribusi almarhum dalam memperkuat hubungan bilateral antara Jakarta dan Doha selama masa kepemimpinannya.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga kerajaan dan rakyat Qatar. Syekh Hamad adalah negarawan visioner yang telah meletakkan fondasi kokoh persahabatan kedua negara,"
demikian pernyataan yang dibacakan dalam konferensi pers di Gedung Pancasila, Jakarta.

Presiden Joko Widodo diagendakan mengirimkan surat duka resmi kepada Emir Qatar saat ini, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani. Berdasarkan protokol diplomatik, surat tersebut akan disampaikan melalui Duta Besar RI untuk Qatar dalam waktu 24 jam setelah pengumuman wafat.

Warisan Seorang Reformis

Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani menjabat sebagai Emir Qatar dari tahun 1995 hingga 2013, ketika ia mengambil keputusan bersejarah menyerahkan tampuk kekuasaan kepada putranya. Masa pemerintahannya ditandai transformasi fundamental di berbagai sektor, termasuk pengembangan industri gas alam cair yang menjadikan Qatar sebagai salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia.

Di bawah kepemimpinannya, Qatar bertransformasi dari negara Teluk yang relatif tertutup menjadi pemain kunci diplomasi internasional. Ia mendirikan Al Jazeera Media Network, memenangkan tawaran sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, dan menginisiasi berbagai proyek infrastruktur raksasa yang mengubah lanskap perkotaan Doha.

Hubungan diplomatik Indonesia-Qatar sendiri mengalami penguatan signifikan semasa kepemimpinan Syekh Hamad. Kedua negara menjalin kerja sama erat di bidang energi, ketenagakerjaan, investasi, dan penanggulangan terorisme. Qatar merupakan salah satu tujuan utama pekerja migran Indonesia di kawasan Timur Tengah, dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia di Qatar menjadi prioritas yang dikelola melalui mekanisme bilateral yang mapan.

Duta Besar RI untuk Qatar dalam wawancara terpisah menyatakan bahwa era Syekh Hamad dikenang sebagai periode pembukaan Qatar terhadap dunia Muslim, termasuk Indonesia.

"Beliau memiliki kedekatan personal dengan para pemimpin Indonesia dan selalu menunjukkan respek tinggi terhadap Islam moderat yang menjadi karakter Indonesia,"
ujarnya.

Masa Berkabung dan Agenda Diplomatik

Pemerintah Qatar diperkirakan akan mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hingga empat puluh hari, mengikuti tradisi dan ketentuan protokol kerajaan. Seluruh kegiatan kenegaraan yang bersifat seremonial akan ditunda, sementara bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh institusi pemerintah dan perwakilan Qatar di luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menginstruksikan Kedutaan Besar RI di Doha untuk berpartisipasi penuh dalam seluruh rangkaian prosesi penghormatan terakhir. Atase pertahanan dan diplomat senior akan hadir dalam seremoni pemakaman, mewakili Pemerintah Indonesia. Buku belasungkawa juga akan disediakan di Kedutaan Besar Qatar di Jakarta untuk memberikan kesempatan kepada para pejabat dan tokoh nasional menyampaikan ucapan duka secara langsung.

Koordinasi antara Jakarta dan Doha berlangsung intensif pascapengumuman wafat. Menteri Luar Negeri RI dijadwalkan melakukan komunikasi langsung dengan mitranya dari Qatar untuk menyampaikan duka cita secara personal, sekaligus membahas kelanjutan agenda bilateral yang telah direncanakan pada kuartal ini.

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia mencatat bahwa momen ini memiliki arti penting secara diplomatik. Transisi kepemimpinan Qatar yang berlangsung sejak 2013 sesungguhnya telah berjalan stabil di bawah Emir Tamim. Akan tetapi, wafatnya Syekh Hamad sebagai arsitek utama kebangkitan Qatar modern menandai berakhirnya satu era penting dalam sejarah politik Timur Tengah kontemporer.

Indonesia dan Qatar memiliki sejarah panjang kerja sama yang dimulai sejak pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1976. Selama hampir lima dekade, kemitraan kedua negara terus berkembang melampaui sektor energi hingga mencakup pendidikan, kebudayaan, dan bantuan kemanusiaan. Beberapa proyek investasi Qatar di Indonesia, termasuk di sektor properti dan perbankan syariah, merupakan peninggalan dari era keterbukaan yang digagas Syekh Hamad.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai rencana Pemerintah Indonesia mengirimkan delegasi khusus setingkat menteri ke Doha. Namun berdasarkan praktik diplomatik yang berlaku, pengiriman utusan khusus untuk menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga kerajaan merupakan kelaziman yang diatur dalam norma hubungan antarnegara sahabat. Keputusan final mengenai level representasi akan ditetapkan dalam rapat koordinasi antara Kementerian Luar Negeri dan Sekretariat Negara paling lambat esok hari.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User