Rangkaian HUT ke-46 Dekranas Berakhir, Transaksi Tembus Rp87,3 Miliar
Makassar, 12 Juli 2026 – Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian secara resmi menutup seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Celebes Conven...
Makassar, 12 Juli 2026 – Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian secara resmi menutup seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas di Celebes Convention Center, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu malam (12/7). Penutupan yang berlangsung meriah ini menandai puncak acara selama empat hari yang sukses membukukan transaksi dan komitmen bisnis senilai Rp87,3 miliar, melampaui target awal sebesar Rp70 miliar, sekaligus memperkuat posisi produk kerajinan Indonesia di kancah global.
Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 9 Juli 2026 itu diikuti oleh 1.200 gerai pameran dari 38 provinsi, menampilkan lebih dari 15.000 produk kerajinan unggulan, mulai dari batik kontemporer, tenun tradisional, perhiasan berbasis mutiara dan perak, hingga furnitur anyaman rotan dan bambu. Sebanyak 5.300 perajin dan pelaku usaha turut ambil bagian, sementara jumlah pengunjung luring tercatat mencapai lebih dari 78.000 orang. Selain itu, platform digital yang disediakan selama pameran membukukan kunjungan daring hingga 2,3 juta kali.
Tri Tito Karnavian dalam sambutannya menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. "Peringatan HUT ke-46 Dekranas bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum strategis untuk mengakselerasi promosi, peningkatan kualitas, dan perluasan akses pasar produk kerajinan nusantara. Transaksi yang melampaui target menjadi sinyal positif bagi perajin agar terus berinovasi dan naik kelas," ujar Tri Tito.
Pameran Multisektor dan Apresiasi Inovasi
Pameran HUT ke-46 Dekranas mengusung tema "Kerajinan Nusantara Menuju Pasar Dunia". Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini panitia memperkenalkan zonasi multisektor yang membagi area pameran menjadi lima klaster: wastra dan fesyen, kerajinan keras (kayu, logam, batu), kerajinan lunak (tekstil, kulit), kerajinan anyaman, serta produk home décor dan aksesori. Setiap klaster dilengkapi dengan ruang inkubasi bisnis yang mempertemukan perajin dengan calon pembeli potensial, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pada malam penutupan, Dekranas memberikan penghargaan kepada tiga provinsi dengan stan terbaik, yaitu Jawa Barat untuk kategori inovasi desain, Bali untuk kategori kekayaan budaya, dan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah dengan presentasi produk berbasis kerang dan sutra yang dinilai paling interaktif. "Penghargaan ini diharapkan memacu daerah lain untuk terus menggali potensi lokal dan mengemasnya dengan standar internasional," kata Tri Tito.
Transaksi Rp87,3 Miliar dan Penjajakan Pasar Ekspor
Berdasarkan data panitia yang diumumkan dalam rapat pleno penutupan, total transaksi onsite mencapai Rp54,6 miliar, terdiri dari penjualan langsung di gerai dan kontrak pembelian oleh buyer dalam negeri. Sementara itu, komitmen bisnis yang dihasilkan melalui business matching dan penjajakan dengan pembeli mancanegara tercatat sebesar Rp32,7 miliar, sehingga total keseluruhan menembus Rp87,3 miliar. Angka ini naik 31 persen dibandingkan perolehan HUT Dekranas tahun lalu di Surabaya.
Kepala Bidang Pemasaran Dekranas, Rina Sulistyowati, menyatakan bahwa penjajakan ekspor dilakukan dengan 47 buyer dari 18 negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Belanda, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan. "Beberapa produk yang paling diminati adalah tenun ikat Sumba dengan pewarna alam, perhiasan perak Kotagede, serta furnitur rotan sintetis dari Kalimantan. Kami telah memfasilitasi 14 nota kesepahaman dagang dengan nilai indikasi mencapai 2,3 juta dolar AS," ungkap Rina.
Strategi Menuju Target 2027: Digitalisasi dan Hilirisasi
Menindaklanjuti hasil positif ini, Dekranas menyusun rencana strategis yang akan dijalankan sepanjang tahun 2027. Tri Tito Karnavian menekankan tiga pilar utama: digitalisasi pemasaran melalui pengembangan marketplace khusus produk kerajinan bersertifikat Indikasi Geografis, hilirisasi produk setengah jadi menjadi barang siap ekspor, serta penguatan kapasitas perajin melalui pelatihan desain mutakhir dan manajemen ekspor.
"Kami menargetkan pertumbuhan ekspor kerajinan nasional sebesar 25 persen pada 2027, dengan fokus pada lima komoditas andalan: batik, tenun, perhiasan, furnitur, dan keramik. Dekranas akan menggandeng Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta lembaga pembiayaan ekspor untuk mewujudkannya," tegas Tri Tito. Ia menambahkan, program pendampingan akan menyasar 10.000 perajin di 100 sentra kerajinan yang tersebar di 25 provinsi.
Penutupan HUT ke-46 Dekranas turut dimeriahkan dengan pemberian bantuan alat produksi kepada 15 kelompok usaha kecil di Sulawesi Selatan, serta seremoni penyerahan bendera Dekranas kepada Provinsi Bali sebagai tuan rumah HUT ke-47 tahun depan. "Estafet ini adalah simbol bahwa semangat memajukan kerajinan Indonesia tidak pernah berhenti," pungkas Tri Tito, disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi ruang utama Celebes Convention Center.
Baca juga:
Comments (0)