Persib Junior Berjaya di Final U-18 Liga Putri Nasional

Bandung, 25 Mei 2026 — Akademi Persib Bandung memastikan diri sebagai penguasa kategori U-18 turnamen nasional sepak bola putri Hydroplus Soccer League (HPSL) All-Star 2025-2026. Kepastian itu diper...

Jul 12, 2026 - 21:21
0 0

Bandung, 25 Mei 2026 — Akademi Persib Bandung memastikan diri sebagai penguasa kategori U-18 turnamen nasional sepak bola putri Hydroplus Soccer League (HPSL) All-Star 2025-2026. Kepastian itu diperoleh setelah skuad Maung Muda menaklukkan Akademi Bali United dengan skor tipis 2-1 dalam laga puncak yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Ahad (24/5) malam. Kemenangan ini menutup perjalanan tim besutan Pelatih Kepala Andi Setiawan secara sempurna, sekaligus mengokohkan reputasi Jawa Barat sebagai salah satu lumbung talenta sepak bola putri nasional.

Turnamen HPSL All-Star edisi 2025-2026 diikuti oleh 24 tim dari 17 provinsi yang dibagi dalam dua kategori umur, yakni U-16 dan U-18. Sejak babak penyisihan grup yang digelar secara terpusat pada 15-22 Mei 2026, Akademi Persib langsung menunjukkan dominasinya. Mereka menyapu bersih tiga laga Grup B tanpa kebobolan, mengalahkan Akademi PSIS Semarang (4-0), Akademi PPLP Papua (3-0), dan tim tamu asal Kalimantan Timur, Akademi Borneo FC (5-0). Produktivitas gol yang tinggi serta solidnya lini pertahanan menjadikan Persib sebagai tim dengan rekor kemenangan terbaik sepanjang fase grup.

“Anak-anak tampil sangat disiplin sejak hari pertama. Mereka paham bahwa setiap pertandingan adalah final. Saya tidak perlu banyak bicara, karena kualitas dan mentalitas mereka berbicara di lapangan,” ujar Pelatih Andi Setiawan saat ditemui usai pertandingan final. Pria yang telah menangani tim putri Persib sejak 2023 itu menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari program pembinaan berjenjang yang dijalankan akademi selama tiga musim terakhir.

Jalan Terjal ke Partai Puncak

Pada babak perempat final yang berlangsung 23 Mei 2026, Akademi Persib harus menghadapi perlawanan sengit dari Akademi Arema Putri. Meski sempat tertinggal lebih dulu melalui gol cepat di menit ketujuh, tim tuan rumah mampu membalikkan keadaan berkat dua gol balasan yang dicetak oleh kapten tim Dinda Kirana pada menit ke-34 dan striker sayap Raisa Putri pada menit ke-63. Kemenangan 2-1 itu mengantarkan Persib ke semifinal untuk berhadapan dengan Akademi PS Sleman.

Laga semifinal yang digelar sore harinya berjalan lebih terbuka. Persib kembali unggul berkat skema tendangan bebas yang dieksekusi sempurna oleh gelandang serang Siti Nurhaliza pada menit ke-27. PS Sleman memberikan tekanan besar di babak kedua, bahkan nyaris menyamakan kedudukan jika saja tendangan penalti yang mereka peroleh tidak membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan dan Akademi Persib berhak melaju ke final.

Laga Puncak Penuh Drama

Partai puncak melawan Akademi Bali United yang digelar pada Minggu malam pukul 19.30 WIB berlangsung di hadapan sekitar 4.500 penonton yang memadati Stadion Si Jalak Harupat. Laga berjalan ketat sejak menit awal. Bali United yang diperkuat tiga pemain tim nasional U-19 terlihat sangat percaya diri. Namun, Persib mampu memecah kebuntuan pada menit ke-18 lewat sontekan Dinda Kirana yang memanfaatkan kemelut di depan gawang usai sepak pojok.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Pada menit ke-42, pemain depan Bali United, Ni Luh Putu Ayu Dewi, berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 melalui sundulan akurat yang tak mampu dijangkau kiper Persib, Nadia Rahmawati. Kedudukan imbang ini membawa tensi pertandingan meningkat tajam. Pelanggaran keras terjadi, menghasilkan tiga kartu kuning bagi masing-masing kubu sebelum babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Pelatih Andi Setiawan memasukkan gelandang muda berbakat, Yasmin Fauziah, yang langsung memberi energi baru. Puncaknya, pada menit ke-76, Yasmin melepaskan umpan terobosan yang berhasil diselesaikan dengan ketenangan tinggi oleh Siti Nurhaliza. Tendangan lob dari luar kotak penalti melambung indah melewati kiper lawan dan bersarang di gawang. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Persib sekaligus memastikan gelar juara U-18 HPSL All-Star 2025-2026.

“Ini bukan hanya tentang taktik, tapi hati dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain. Setelah gol penyeimbang lawan, saya katakan di ruang ganti, kita punya 45 menit untuk membuktikan siapa yang terbaik. Dan mereka menjawabnya,” ungkap Andi Setiawan dengan nada bergetar.

Raihan Individu dan Apresiasi Pengurus

Selain trofi utama, dua pemain Akademi Persib juga meraih penghargaan individu. Dinda Kirana dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen berkat kontribusi empat gol dan dua assist sepanjang kompetisi. Sementara itu, kiper Nadia Rahmawati meraih gelar Penyelamatan Terbaik setelah mencatatkan lima clean sheet dan hanya kebobolan dua gol dari enam pertandingan. Pengakuan ini menegaskan komposisi seimbang antara lini depan dan belakang yang menjadi kunci sukses tim.

Ketua Umum Akademi Persib, H. Maman Suryaman, yang hadir langsung menyerahkan medali, menyatakan bahwa prestasi ini akan menjadi pijakan untuk pembinaan lebih lanjut. “Kami bangga, tapi tidak boleh berpuas diri. Ini bukti bahwa program pelatihan yang kami jalankan sudah berada di jalur yang benar. Ke depan, kami akan terus berinvestasi pada fasilitas dan kualitas pelatih, termasuk mengirim staf untuk magang ke klub luar negeri,” tegas Maman.

Sekretaris Jenderal PSSI yang diwakili oleh Deputi Bidang Pembinaan Sepak Bola Perempuan, Ratu Tisha Destria, juga menyampaikan apresiasinya. “Turnamen seperti HPSL sangat penting untuk memetakan bibit-bibit unggul. Penampilan Persib tadi menunjukkan bahwa mereka punya fondasi yang kokoh. Saya optimis, beberapa pemain muda yang berlaga di sini akan segera menembus tim nasional junior,” tuturnya saat memberikan sambutan penutupan.

Langkah Selanjutnya

Usai mengangkat trofi, para pemain dan ofisial Akademi Persib langsung mengalihkan fokus pada kompetisi regional yang akan digelar dua bulan mendatang. Turnamen bertajuk West Java Women's Championship 2026 akan menjadi ajang uji coba selanjutnya bagi para penggawa muda ini. Selain itu, manajemen akademi berencana menggelar seleksi terbuka guna memperkuat skuad menyongsong musim 2026-2027.

Perjalanan Akademi Persib di HPSL All-Star 2025-2026 memang telah usai, tetapi cerita tentang kebangkitan sepak bola putri di tanah Pasundan tampaknya baru akan dimulai. Dukungan penuh dari manajemen, pemerintah daerah, dan suporter setia menjadi modal berharga bagi lahirnya generasi emas sepak bola putri Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User