Polres Metro Jakpus Evakuasi Cepat Wanita Keguguran di Stasiun Sawah Besar

Seorang perempuan berinisial S (28) mengalami keguguran disertai pendarahan hebat di area peron Stasiun Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juli 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Begitu menerima l...

Jul 12, 2026 - 22:14
0 0
Polres Metro Jakpus Evakuasi Cepat Wanita Keguguran di Stasiun Sawah Besar

Seorang perempuan berinisial S (28) mengalami keguguran disertai pendarahan hebat di area peron Stasiun Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juli 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Begitu menerima laporan dari petugas stasiun, Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Metro Jakarta Pusat segera meluncur ke lokasi dan mengevakuasi korban menuju rumah sakit rujukan dalam waktu kurang dari 15 menit.

Kronologi Kejadian di Peron Stasiun

Berdasarkan keterangan petugas keamanan Stasiun Sawah Besar, korban mulanya terlihat duduk lemas di bangku peron sambil memegangi perut bagian bawah. Tak lama, ia meminta pertolongan karena merasakan nyeri luar biasa dan menyadari terjadi pendarahan. Petugas yang melihat kondisi tersebut segera menghubungi pusat kendali keamanan dan meneruskan laporan kepada jajaran kepolisian setempat. Laporan masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 09.32 WIB. Kondisi korban dikategorikan darurat medis karena volume pendarahan yang cukup signifikan dan mengancam keselamatan jiwa.

Petugas stasiun bersama beberapa calon penumpang yang kebetulan berada di lokasi memberikan pertolongan pertama seadanya. Mereka membaringkan korban di tempat yang lebih aman sambil menunggu kedatangan tim medis. Salah seorang saksi mata, Andi (35), menyatakan bahwa ia melihat korban terus merintih dan tampak shock berat. "Saya dan beberapa orang lain berusaha menenangkan, tapi memang kondisinya sangat darurat. Tidak berapa lama polisi datang lengkap dengan ambulans," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Respons Cepat Tim Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat

Tim Dokkes yang berada di bawah komando langsung Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Polisi dr. Rina Maharani, segera dikerahkan begitu laporan diterima. Hanya dalam waktu tujuh menit setelah perintah, satu unit ambulans lengkap dengan peralatan kegawatdaruratan obstetri dan dua personel paramedis tiba di Stasiun Sawah Besar. Tim langsung melakukan stabilisasi awal berupa pemasangan infus, oksigen, dan penanganan perdarahan darurat sebelum memindahkan korban ke ambulans.

"Kami menerima laporan adanya seorang perempuan yang mengalami keguguran dan pendarahan hebat di Stasiun Sawah Besar. Tim Dokkes yang dalam posisi siaga langsung kami kerahkan dalam waktu kurang dari lima menit setelah laporan diterima. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan intensif. Ini adalah bagian dari standar operasional prosedur yang terus kami latih, terutama untuk situasi darurat di ruang publik,"
terang Komisaris Besar Polisi Ahmad Rifai, Kapolres Metro Jakarta Pusat, melalui pernyataan resminya.

Kapolres menegaskan bahwa kesiagaan tim medis merupakan prioritas institusi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Menurut laporan internal yang diterima redaksi, ambulan Polres Metro Jakarta Pusat dilengkapi dengan perangkat resusitasi, obat-obatan hemostatik, dan alat pemantau tanda vital portabel yang sangat mumpuni untuk menangani kasus kegawatdaruratan obstetrik. Kombes Pol. Ahmad Rifai menambahkan, seluruh personel Dokkes secara berkala mengikuti pelatihan penanganan trauma dan kegawatdaruratan sehingga respons di lapangan dapat berjalan efektif dan efisien.

Penanganan Medis di Rumah Sakit

Korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cipto Mangunkusumo pada pukul 09.57 WIB. Tim medis rumah sakit telah diberi notifikasi sejak ambulans meluncur dari stasiun, sehingga dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta perawat terlatih sudah bersiaga. Berdasarkan data yang dihimpun, korban langsung menjalani tindakan kuretase darurat karena perdarahan yang tidak kunjung berhenti. Prosedur berlangsung sekitar satu jam dan kondisi korban berhasil distabilkan.

Dokter penanggung jawab jaga IGD, dr. Kartika Dewi, Sp.OG, menyatakan bahwa kecepatan evakuasi menjadi faktor krusial yang menyelamatkan nyawa korban. "Jika pasien terlambat 30 menit saja, risiko syok hipovolemik dan kematian sangat tinggi. Koordinasi antara petugas stasiun, polisi, dan tim medis sungguh patut diapresiasi," ujarnya dalam konferensi pers singkat di depan ruang rawat inap. Ia menjelaskan bahwa korban mengalami keguguran spontan pada usia kehamilan diperkirakan 10 minggu, dan saat ini sedang menjalani pemantauan intensif di ruangan khusus untuk memastikan tidak ada komplikasi lanjutan seperti infeksi atau sisa plasenta.

Apresiasi dan Tindak Lanjut Antarpihak

Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melalui Vice President Corporate Secretary, Eva Chairunisa, memberikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan jajaran kepolisian. Ia menyatakan bahwa manajemen stasiun akan terus meningkatkan koordinasi dengan pihak keamanan dan medis guna menangani situasi darurat serupa di masa mendatang. "Kami berterima kasih kepada Polres Metro Jakarta Pusat, khususnya Tim Dokkes, yang sigap menangani insiden ini. Kami juga akan mengevaluasi kembali prosedur tanggap darurat di seluruh stasiun agar setiap petugas semakin cekatan dalam bertindak," ungkap Eva.

Sementara itu, Kasie Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat, AKP dr. Rina Maharani, dalam rapat evaluasi internal yang digelar siang harinya, menindaklanjuti kejadian ini dengan menyusun rekomendasi peningkatan kapasitas tanggap darurat kebidanan di ruang publik. "Kami akan mengusulkan kepada jajaran pimpinan agar seluruh personel Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran di bawahnya, mendapatkan pelatihan tambahan mengenai penanganan keguguran dan perdarahan obstetrik di lapangan. Ini penting sebagai bentuk antisipasi di wilayah-wilayah dengan mobilitas tinggi," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam masa pemulihan dan kondisinya dilaporkan semakin membaik. Pihak keluarga yang segera didatangkan ke rumah sakit menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu. Insiden ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara pelayanan publik, kepolisian, dan fasilitas kesehatan dalam menyelamatkan nyawa warga di tengah kesibukan metropolitan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User