Siti Fauziah: Pasar Jadoel Reborn Pabelan Motor Ekonomi Rakyat

Sukoharjo, Apaberita — Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Siti Fauziah, menegaskan bahwa Pasar Jadoel Reborn Pabelan di Kabupaten Sukoharjo merupa...

Jul 12, 2026 - 22:14
0 0
Siti Fauziah: Pasar Jadoel Reborn Pabelan Motor Ekonomi Rakyat

Sukoharjo, Apaberita — Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Siti Fauziah, menegaskan bahwa Pasar Jadoel Reborn Pabelan di Kabupaten Sukoharjo merupakan contoh nyata penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu menghidupkan kembali denyut perdagangan tradisional sekaligus membuka peluang usaha mikro naik kelas. Hal ini disampaikan langsung dalam kunjungan kerjanya ke pasar tematik tersebut pada Sabtu, 12 Juli 2026.

Kunjungan Kerja dan Dialog dengan Pelaku Usaha

Dalam agenda yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB itu, Siti Fauziah didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo, Agus Santosa, serta Camat Pabelan, Nurul Hidayati. Rombongan menyusuri lebih dari 120 kios dan lapak yang tertata dalam konsep pasar tempo dulu dengan sentuhan modern. Siti Fauziah tidak hanya meninjau beragam produk unggulan seperti batik tulis, kerajinan bambu, dan kuliner khas, tetapi juga berdialog langsung dengan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung pasar tersebut.

“Pasar Jadoel Reborn ini adalah laboratorium hidup ekonomi kerakyatan. Saya melihat langsung bagaimana inovasi dan semangat gotong royong mampu mengubah wajah pasar tradisional menjadi destinasi ekonomi yang berdaya saing. Ini harus direplikasi di daerah lain,” ujar Siti Fauziah di sela kunjungan.

Berdasarkan data yang dihimpun Apaberita, Pasar Jadoel Reborn Pabelan yang diresmikan pada awal tahun 2024 itu kini menampung 127 UMKM dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp450 juta. Angka ini meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pasar ini dikenal tidak hanya sebagai pusat belanja, tetapi juga ruang publik yang rutin menggelar pentas seni tradisional dan lokakarya kewirausahaan bagi masyarakat sekitar.

Pasar Jadoel Reborn: Perpaduan Tradisi dan Inovasi

Konsep “Jadoel Reborn” yang diusung menggabungkan estetika nostalgia pasar tempo dulu dengan sistem pembayaran digital, manajemen limbah terpadu, serta program pendampingan mutu produk. Pasar ini menjadi pilot project Kementerian Koperasi dan UKM dalam program Revitalisasi Pasar Rakyat yang dicanangkan sejak tahun 2023. Dalam paparannya, Siti Fauziah menekankan bahwa kunci keberhasilan Pasar Jadoel Reborn terletak pada kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas UMKM, dan lembaga pembiayaan.

“Kami di MPR berkomitmen mendorong regulasi yang memudahkan akses permodalan dan pemasaran bagi UMKM. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM telah memberikan landasan, dan kini kita perlu memperkuat turunannya di tingkat daerah agar tercipta lebih banyak lagi Pasar Jadoel Reborn,” tegasnya.

Dorongan untuk Naik Kelas ke Pasar Global

Pada sesi dialog yang berlangsung di pendopo utama pasar, Siti Fauziah secara khusus mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu menembus pasar ekspor. Ia menyoroti pentingnya standardisasi produk, sertifikasi halal, kemasan yang menarik, serta pemanfaatan platform digital sebagai etalase global. “Pasar global tidak menunggu kita siap. Mulai sekarang, produk-produk lokal harus didesain dengan standar internasional. Saya minta dinas terkait segera memetakan potensi UMKM yang siap onboarding ke pasar ekspor,” katanya.

Menanggapi arahan tersebut, salah satu pengrajin batik tulis, Sutarni (45), mengaku terbantu dengan program pendampingan yang sudah berjalan. “Kami sebelumnya hanya jualan di emperan. Sekarang produk kami sudah sampai ke Malaysia dan Singapura berkat bazar virtual yang difasilitasi pasar ini. Tapi kami masih butuh bantuan sertifikasi dan akses bahan baku,” ungkapnya.

Agus Santosa menambahkan bahwa Pemkab Sukoharjo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,2 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk program pendampingan UMKM, termasuk pelatihan digital marketing, fasilitasi HAKI, dan sertifikasi mutu. “Dengan dorongan langsung dari Ibu Plt. Sekjen MPR, kami akan percepat program agar lebih banyak UMKM yang naik kelas,” ujarnya.

Kunjungan Siti Fauziah diakhiri dengan penandatanganan prasasti komitmen bersama antara MPR RI, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, dan Asosiasi UMKM Pasar Jadoel Reborn untuk menjadikan pasar ini sebagai pusat inkubasi bisnis terpadu. Dalam sambutannya, ia kembali menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh terpusat di kota besar, melainkan harus menyentuh simpul-simpul ekonomi rakyat seperti Pasar Jadoel Reborn Pabelan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User