Pengamat Apresiasi Ketegasan Prabowo dalam Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

JAKARTA — Pengamat politik Hendri Satrio menyatakan bahwa masyarakat luas memberikan apresiasi terhadap keberpihakan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya dalam pena...

Jul 12, 2026 - 23:13
0 0
Pengamat Apresiasi Ketegasan Prabowo dalam Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

JAKARTA — Pengamat politik Hendri Satrio menyatakan bahwa masyarakat luas memberikan apresiasi terhadap keberpihakan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya dalam penanganan kasus yang menjerat mantan pejabat tinggi negara, Febrie Adriansyah. Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi publik di Jakarta, Sabtu (12/7/2026), merespons langkah tegas pemerintah yang dinilai tidak melakukan intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Publik melihat dengan jelas bahwa Presiden Prabowo menunjukkan komitmen nyata dalam memerangi korupsi. Tidak ada upaya untuk melindungi atau memperlambat proses hukum terhadap Febrie Adriansyah, dan itu patut diapresiasi,” ujar Hendri Satrio. Ia menambahkan bahwa sikap tersebut menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah dalam menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu.

Respons Publik dan Penguatan Kepercayaan

Hendri Satrio menguraikan bahwa sejak kasus ini mencuat, ruang publik diramaikan oleh dukungan terhadap langkah Presiden. Menurut survei internal yang ia lakukan bersama tim peneliti independen, tingkat kepercayaan publik terhadap komitmen anti-korupsi pemerintah naik sebesar 12 persen dalam dua bulan terakhir. Kenaikan ini, kata dia, tidak lepas dari konsistensi Presiden Prabowo yang membiarkan Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja tanpa tekanan politik.

“Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo bahkan secara terbuka menginstruksikan seluruh jajaran kabinet untuk tidak mencampuri urusan penegakan hukum. Ini sinyal kuat yang langsung ditangkap oleh masyarakat,” tegasnya. Hendri Satrio juga menyoroti bahwa tidak adanya pergantian pimpinan KPK atau Jaksa Agung di tengah penanganan kasus ini menjadi bukti adanya jaminan independensi dari Istana.

Kasus Febrie Adriansyah: Ujian Pertama Kabinet Merah Putih

Febrie Adriansyah, yang pernah menjabat sebagai pejabat eselon I di salah satu kementerian strategis, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 15 Juni 2026. Ia diduga terlibat dalam praktik korupsi pengadaan alat utama sistem pertahanan yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Penetapan tersangka ini langsung diikuti dengan penahanan di Rumah Tahanan KPK tanpa adanya upaya penangguhan yang diintervensi oleh kekuasaan eksekutif.

“Kasus ini menjadi ujian pertama bagi Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo. Jika ada intervensi sekecil apa pun, maka kredibilitas pemberantasan korupsi akan runtuh. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, penegakan hukum berjalan mulus,” ujar Hendri Satrio. Ia mencatat bahwa dalam waktu kurang dari tiga pekan, penyidik KPK telah memeriksa 28 saksi dan menyita sejumlah aset yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut.

Direktur Penyidikan KPK, dalam keterangan terpisah pada 10 Juli 2026, menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah menerima tekanan atau permintaan khusus dari pihak Istana maupun kementerian terkait. “Semua berjalan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya singkat. Hendri Satrio menilai pernyataan tersebut semakin memperkuat persepsi publik bahwa era baru pemberantasan korupsi telah dimulai.

Keberpihakan Presiden sebagai Strategi Politik?

Hendri Satrio menepis anggapan bahwa sikap Presiden Prabowo semata-mata merupakan strategi politik untuk mendongkrak popularitas. Menurutnya, rekam jejak Prabowo sejak masa kampanye telah menempatkan pemberantasan korupsi sebagai salah satu pilar utama program kerjanya. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemberantasan Korupsi pada Maret 2026, Presiden menegaskan bahwa “tidak ada tempat bagi koruptor di pemerintahan saya”.

“Keberpihakan ini bukan sesuatu yang mendadak. Sejak awal, visi beliau jelas. Kasus Febrie Adriansyah menjadi pembuktian bahwa retorika tersebut mampu diwujudkan dalam tindakan konkret,” papar Hendri Satrio. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama dalam memastikan proses pengadilan berlangsung adil dan vonis yang dijatuhkan setimpal dengan kerugian negara.

Pada saat yang sama, dukungan dari partai-partai koalisi di parlemen juga dinilai signifikan. Fraksi-fraksi pendukung pemerintah, seperti Fraksi Gerindra dan Fraksi Golkar, secara terbuka menyatakan akan mengawal proses hukum kasus ini tanpa memberikan celah bagi manuver politik yang dapat mengganggu penegakan hukum. Hal ini, menurut Hendri Satrio, membentuk ekosistem politik yang kondusif bagi perang terhadap korupsi.

Langkah Lanjutan dan Harapan Publik

Hendri Satrio berharap momentum ini tidak berhenti pada satu kasus. Ia mendesak pemerintah untuk terus mendorong KPK dan Kejaksaan Agung mengusut kasus-kasus besar lainnya yang selama ini dianggap sensitif secara politik. “Publik sekarang menunggu: apakah setelah Febrie Adriansyah akan menyusul nama-nama lain? Ekspektasi itu harus dijawab,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya reformasi kelembagaan yang mempersempit celah korupsi, seperti percepatan implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik dan pengetatan pengawasan di sektor pengadaan barang dan jasa. Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menargetkan seluruh kementerian dan lembaga menerapkan transaksi non-tunai paling lambat akhir tahun 2026.

Dengan penanganan kasus Febrie Adriansyah yang dianggap tanpa intervensi, Hendri Satrio optimistis peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia akan mengalami perbaikan pada tahun depan. Ia menutup diskusi dengan pernyataan yang menggugah: “Langkah ini adalah fondasi. Jika fondasi kuat, bangunan pemberantasan korupsi akan kokoh. Presiden Prabowo telah meletakkan batu pertama itu, dan publik akan terus mengawalnya.”

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User