12 Rangkaian KRL Baru Siap Perkuat Lintasan Bogor–Jakarta Kota
Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, KAI Commuter, akan segera mengoperasikan 12 rangkaian kereta rel listrik (KRL) di lintasan Bogor–Jakarta Kota. Keputusan ini diam...
Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, KAI Commuter, akan segera mengoperasikan 12 rangkaian kereta rel listrik (KRL) di lintasan Bogor–Jakarta Kota. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Sarana Perkeretaapian yang digelar di Kantor Pusat KAI, Jakarta, pada Senin (12/5/2025), sebagai bagian dari strategi pemenuhan sarana transportasi massal secara bertahap. Langkah tersebut menindaklanjuti peningkatan volume pengguna jasa commuter line di koridor selatan Jabodetabek yang terus menunjukkan tren positif pascaliburan panjang.
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menyatakan bahwa penambahan rangkaian ini merupakan realisasi dari program revitalisasi armada yang telah direncanakan sejak awal tahun anggaran 2025. “Kami akan menghadirkan 12 rangkaian KRL untuk lintasan Bogor–Jakarta Kota. Pemenuhan sarana ini kami lakukan secara bertahap agar tidak mengganggu operasional harian sekaligus memastikan setiap rangkaian dalam kondisi prima saat melayani pengguna,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita. Penambahan tersebut akan menambah total perjalanan harian di segmen Bogor–Jakarta Kota dari 237 menjadi 253 perjalanan per hari setelah seluruh rangkaian terintegrasi penuh.
Sebanyak 12 rangkaian itu terdiri dari kombinasi kereta hasil retrofit tipe JR 205 dan rangkaian baru buatan INKA. Enam rangkaian pertama dijadwalkan mulai berdinas pada 20 Mei 2025, sementara enam lainnya menyusul paling lambat akhir Juli 2025. Deputi Bidang Operasi dan Pemasaran KAI Commuter, Anne Purba, menjelaskan bahwa pengenalan armada ini akan diprioritaskan pada jam sibuk pagi dan sore guna mengurai kepadatan di stasiun-stasiun kritis seperti Depok, Cilebut, dan Citayam.
Strategi Pemenuhan Sarana Bertahap
Pola pengadaan bertahap dipilih untuk menjaga stabilitas layanan. Direktur Sarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Suharto, menegaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat persetujuan operasi (SPO) bagi tiga rangkaian perdana pada 8 Mei 2025. “Sertifikasi kelaikan teknis sudah kami terbitkan. Rangkaian lainnya akan mendapat SPO begitu rampung menjalani uji dinamis di jalur lintas Bogor,” katanya saat meninjau Depo KRL Depok. Dengan demikian, setiap unit dipastikan memenuhi standar keselamatan dan keandalan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 44 Tahun 2022.
Proses uji dinamis sendiri melibatkan serangkaian pengujian pengereman, sistem pintu otomatis, pendingin udara, serta komunikasi antara masinis dan pusat pengendali. KAI Commuter mencatat, pada pengujian tahap pertama, dua rangkaian telah menuntaskan 1.200 kilometer uji beban tanpa penumpang di rute Bogor–Jakarta Kota dan sebaliknya pada periode 1–7 Mei 2025.
Dampak terhadap Kapasitas Angkut dan Waktu Tunggu
Penambahan 12 rangkaian akan meningkatkan kapasitas angkut harian di lintasan Bogor–Jakarta Kota hingga 18 persen. Saat ini, rata-rata volume pengguna di koridor tersebut mencapai 980.000 orang per hari. Dengan armada tambahan, kapasitas terpasang akan naik dari 820.000 menjadi sekitar 967.000 tempat duduk per hari. Kepala Dinas Operasi KAI Commuter, Wisnu Arianto, memperkirakan waktu tunggu antar kereta (headway) pada jam sibuk dapat dipangkas dari 5 menit menjadi 3,8 menit di segmen Bogor–Manggarai.
“Ini jawaban atas keluhan masyarakat tentang kepadatan di dalam kereta dan di peron. Kami perkirakan okupansi pada jam puncak bisa turun dari 135 persen menjadi di bawah 110 persen,” ujar Wisnu. Data Stasiun Bogor menunjukkan, antrean panjang pada pukul 06.00–08.00 WIB sering kali mencapai area parkir kendaraan akibat terbatasnya frekuensi kereta. Kehadiran rangkaian baru diharapkan mengurai penumpukan tersebut.
Dukungan Anggaran dan Pengawasan DPR
Komisi VI DPR RI menyambut positif langkah KAI Commuter. Wakil Ketua Komisi VI, Dito Ganinduto, dalam kunjungan kerja ke Depo KRL Depok pada 9 Mei 2025, menyatakan dukungan penuh terhadap modernisasi sarana perkeretaapian. “Ini bagian dari ikhtiar meningkatkan pelayanan publik. Kami akan mengawal agar program pemenuhan sarana berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” tegasnya. Anggaran pengadaan dan retrofit 12 rangkaian tersebut bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2024 senilai Rp1,4 triliun yang telah disahkan dalam Rapat Pleno DPR.
Sekretaris Perusahaan KAI Commuter, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa selain penambahan fisik, perusahaan juga memperkuat sistem persinyalan dan pasokan listrik di sepanjang jalur Bogor–Jakarta Kota. Sebanyak tiga gardu traksi baru di Stasiun Cilebut, Pasar Minggu, dan Manggarai telah beroperasi penuh sejak April 2025 untuk menjamin kestabilan daya bagi tambahan rangkaian.
Dengan pemenuhan sarana bertahap ini, KAI Commuter menargetkan peningkatan indeks kepuasan pengguna dari 86,5 menjadi 89 pada akhir tahun 2025. Seluruh pengembangan dilakukan dengan tetap mengacu pada Rencana Induk Perkeretaapian Nasional dan standar pelayanan minimum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api.
Baca juga:
Comments (0)