Bocah Bali Dapat Rp190 Juta Usai Ayahnya Tewas Dikeroyok

Buleleng, Apaberita – Seorang pria berinisial KD (32) tewas dikeroyok massa di sebuah banjar di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 02.30 WITA. Peristiwa...

Bocah Bali Dapat Rp190 Juta Usai Ayahnya Tewas Dikeroyok

Buleleng, Apaberita – Seorang pria berinisial KD (32) tewas dikeroyok massa di sebuah banjar di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 02.30 WITA. Peristiwa itu dipicu dugaan pencurian ayam yang dilakukan korban. Di tengah kepedihan, anak kandung KD yang baru berusia lima tahun menuai gelombang simpati publik. Dalam waktu kurang dari 36 jam, donasi yang dihimpun melalui platform penggalangan daring menembus angka Rp190 juta.

Kronologi Aksi Main Hakim Sendiri

Berdasarkan keterangan Kepala Kepolisian Resor Buleleng, AKBP I Nyoman Surata, insiden bermula saat seorang warga berinisial SW (45) memergoki KD masuk ke kandang ayam miliknya. SW berteriak hingga menarik perhatian tetangga. Korban mencoba melarikan diri, namun kian banyak warga yang ikut mengejar. Massa yang berjumlah sekitar dua puluh orang itu akhirnya menangkap KD di sebuah kebun cengkeh dan menghujaninya dengan pukulan serta tendangan. “Ketika tim Inafis tiba pukul 03.10 WITA, korban sudah tak bernyawa dengan luka parah di kepala dan sekujur tubuh,” ujar AKBP Surata dalam konferensi pers di Mapolres Buleleng, Senin (27/7/2026).

Hasil visum sementara dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng menunjukkan korban mengalami patah tulang rusuk dan pendarahan hebat di rongga dada. Polisi telah memeriksa 14 saksi dan mengidentifikasi tujuh orang sebagai terduga pelaku. “Kami sudah menetapkan empat tersangka, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegas kapolres.

Viralnya Foto Duka dan Lahirnya Donasi

Foto anak korban yang duduk tertunduk di samping jenazah ayahnya tersebar luas di media sosial, khususnya Twitter dan Instagram, sejak Minggu siang. Unggahan tersebut disertai narasi keprihatinan dan ajakan membantu. Tanggapan warganet begitu masif. Tokoh adat setempat, I Nyoman Suwirta, bersama karang taruna desa kemudian membuka rekening donasi dan menggalang dana melalui situs kitabisa.com serta platform lokal Bali Peduli. Hingga pukul 22.00 WITA, Senin (27/7/2026), total dana yang terkumpul mencapai Rp190.230.000 dari lebih dari 8.700 donatur. “Kami sama sekali tak menduga responsnya sehebat ini. Uang ini akan kami simpan di rekening khusus dan digunakan sepenuhnya untuk biaya hidup serta pendidikan anak korban hingga ia dewasa,” kata Suwirta ditemui di kediamannya.

Kami sama sekali tak menduga responsnya sehebat ini. Uang ini akan kami simpan di rekening khusus dan digunakan sepenuhnya untuk biaya hidup serta pendidikan anak korban hingga ia dewasa.

Ni Ketut Sari, tetangga korban yang turut menjaga rumah duka, mengaku terharu. “Anaknya terus menangis tanya ke mana ayahnya pergi. Saya cuma bisa peluk. Semoga donasi ini benar-benar meringankan beban mereka,” ujarnya lirih.

Nasib Sang Anak dan Peran Pemerintah

Anak perempuan KD, yang kami inisialkan A, kini menjadi yatim piatu karena ibundanya telah meninggal dunia tiga tahun silam akibat sakit komplikasi. Ia untuk sementara diasuh oleh neneknya, Ni Wayan Repet (58), yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, I Gusti Ngurah Saputra, menyatakan pihaknya akan turun tangan memberikan pendampingan psikologis serta memastikan hak-hak anak terlindungi. “Kami sudah berkoordinasi dengan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak. Besok (Selasa, 28/7) tim kami akan mendatangi keluarga untuk assessment awal,” jelasnya.

Selain itu, dana donasi akan dikelola secara transparan oleh sebuah tim yang terdiri dari perwakilan adat, perangkat desa, dan pendamping dari Lembaga Perlindungan Anak. Setiap pencairan dana wajib diketahui oleh ketiga pihak guna mencegah penyalahgunaan. “Kami ingin memastikan bahwa uang ini tidak sekadar menjadi hibah sesaat, melainkan benar-benar menjamin masa depan bocah itu sampai ia bisa mandiri,” tambah Suwirta.

Polisi Ingatkan Bahaya Vigilantisme

Kasus ini kembali menyulut perdebatan tentang maraknya aksi main hakim sendiri di Bali. Sepanjang tahun 2026, Polda Bali mencatat setidaknya enam insiden pengeroyokan yang dipicu tuduhan pencurian hewan ternak, tiga di antaranya berujung pada kematian. AKBP Surata menegaskan bahwa polisi akan menindak tegas setiap aksi vigilantisme. “Masyarakat harus paham, tindakan seperti ini tidak menyelesaikan masalah, justru menciptakan korban baru. Kami akan terus melakukan patroli dan sosialisasi hukum ke desa-desa,” ujarnya.

Kapolres juga memastikan proses hukum terhadap para tersangka berjalan transparan. Atas peristiwa yang merenggut nyawa KD, keempat tersangka yang sudah ditahan akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Singaraja. Sementara itu, donasi yang sudah terkumpul direncanakan akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Buleleng pada Selasa pekan depan, bersamaan dengan deklarasi anti-kekerasan warga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User