Partai Nasdem hingga kini masih melakukan kajian mendalam terkait sosok bakal calon governor yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara periode 2024-2029. Dua namafigur kuat yang tengah dipertimbangkan yakni Edy Rahmayadi yang kini menjabat sebagai governor petahana dan Bobby Nasution yang tercatat sebagai Wali Kota Medan.
Proses evaluasi tersebut dilakukan secara internal oleh partai besutan Surya Paloh itu sebagai bentuk kehati-hatian dalam menentukan pasangan bakal calon kepala daerah yang memiliki peluang besar memenangkan kontestasi elektoral di wilayah Sumatera Utara. Pihak Nasdem menegaskan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah melalui mekanisme yang berlaku dalam tubuh partai.
Pertimbangan Strategis Partai
Juru Bicara Partai Nasdem dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa partainya memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa bakal calon yang akan diusung. Ia menyampaikan bahwa saat ini partai masih melakukan dialog intensif dengan berbagai stakeholder termasuk para tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di Sumatera Utara.
"Kami sedang melakukan penataan dan konsolidasi politik secara menyeluruh. Dua nama yang beredar saat ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang kami lakukan," jelas jubir tersebut di Jakarta, Kamis (16/1).
Lebih lanjut ia menekankan bahwa Nasdem memiliki mekanisme internal yang jelas dalam memutuskan bakal calon yang akan diusung pada pemilihan kepala daerah. Mekanisme tersebut meliputi serangkaian tahapan mulai dari penjaringan, seleksi, hingga penetapan bakal calon yang akan direkomendasikan kepada DPP partai.
Dinamika Koalisi dan Strategi Pemenangan
Pengamat politik dari Universitas Indonesia menilai bahwa Nasdem berada dalam posisi yang cukup strategis karena memiliki dua opsi kandidat yang sama-sama memiliki basis dukungan kuat di Sumatera Utara. Edy Rahmayadi sebagai petahana memiliki keunggulan pengalaman pemerintahan, sementara Bobby Nasution yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo memiliki modal politik yang tidak bisa diabaikan.
"Nasdem harus jeli membaca konstelasi politik lokal. Kedua kandidat memiliki kelebihan masing-masing yang perlu dipertimbangkan secara cermat," terang pengamat tersebut.
Ia menambahkan bahwa konstelasi koalisi parpol juga menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan oleh Nasdem. Penentuan sikap koalisi dengan partai-partai lain akan sangat menentukan kekuatan bakal calon yang akan diusung pada elections mendatang.
Respons dari Kedua Kandidat
Menanggapi kabar tersebut, tim sukses Edy Rahmayadi menyatakan bahwa kliennya tetap membuka diri terhadap seluruh partai politik yang ingin mendukung pencalonannya. Mereka menegaskan bahwa Edy Rahmayadi selama ini telah menunjukkan kinerja positif selama memimpin Sumatera Utara dan layak untuk melanjutkan program-program pembangunan yang telah berjalan.
Di sisi lain, pihak Bobby Nasution melalui pernyataan resmi menyampaikan bahwa bakal calon tersebut siap menerima dukungan dari partai manapun yang ingin mengusungnya. Bobby Nasution dinilai memiliki track record baik selama menjabat sebagai Wali Kota Medan dalam membangun kota dan melayani masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, DPP Partai Nasdem belum menetapkan secara resmi bakal calon yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara. Proses pencalonan diperkirakan akan memasuki fase krusial dalam beberapa minggu ke depan seiring dengan mendekati batas akhir pendaftaran bakal calon yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum.
Comments (0)