Sep 02, 2026
Politik

Situasi Memanas Saat Aksi Massa di Yogya, Policresta: Yogya Damai!

Aksi massa yang berlangsung di perempatan Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, pada Selasa malam, 1 September, mengalami ketegangan yang cukup tinggi. Puluhan orang dari berbagai elemen...

Situasi Memanas Saat Aksi Massa di Yogya, Policresta: Yogya Damai!

Aksi massa yang berlangsung di perempatan Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, pada Selasa malam, 1 September, mengalami ketegangan yang cukup tinggi. Puluhan orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di lokasi sejak pukul 16.00 WIB untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Sipil yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya bergantian menyampaikan pandangan mereka di tengah jalan. Suasana aksi yang awalnya berjalan tertib perlahan mulai memanas menjelang malam hari.

Warga Datang Minta Aksi Dihentikan

Sekitar pukul 19.00 WIB, sekelompok warga yang mengaku berasal dari sekitar lokasi tiba di perempatan Gramedia. Mereka meminta agar aksi massa segera dihentikan dengan alasan kemacetan yang terjadi di seluruh penjuru Kota Yogyakarta.

"Uwis, macet Yogya!" teriak salah satu warga yang hadir di lokasi.

Permintaan tersebut sontak membuat suasana menjadi semakin tegang. Massa aksi yang masih berkumpul di lokasi menolak untuk membubarkan diri. Kedua belah pihak pun terlibat adu argumen yang cukup keras.

Massa Aksi Tegas Menolak Provokasi

Dalam situasi yang semakin memanas, massa aksi dari Aliansi Masyarakat Sipil berusaha mempertahankan posisinya. Mereka menyampaikan bahwa selama ini aksi yang mereka gelar telah berjalan dengan damai dan tidak ada niat untuk menimbulkan kerusuhan.

"Jangan sampai terprovokasi!" teriak salah satu massa aksi sambil berusaha meredam emosi warga yang mulai memancing.

Pernyataan tersebut kemudian diikuti oleh massa aksi lainnya yang menegaskan bahwa kehadiran mereka di jalan bukan untuk membuat keributan. "Sudah jelas kita dari tadi datang dengan damai," kata salah seorang perwakilan massa aksi.

Kapolda Terjun Langsung ke Lokasi

Menghadapi situasi yang semakin tegang, Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Inspektur Polisi Satu Ari Setyawan Wibowo, hadir langsung di lokasi untuk menengahi kedua belah pihak. Beliau bergerak cepat mendekati kedua kelompok yang bersitegang dan berusaha meredam situasi.

"Yogya damai! Yogya aman!" teriak Ari dengan suara lantang untuk menenangkan massa yang mulai bersitegang.

Dalam kesempatan tersebut, Ari juga berdialog langsung dengan perwakilan massa aksi. Beliau menyampaikan bahwa sejak aksi dimulai pukul 16.00 WIB, pihak kepolisian telah berusaha mengurai kemacetan yang terjadi di sekitar lokasi. "Udah dari jam 4 tadi udah disetop jalannya. Jagalah jangan sampai massa terprovokasi massa yang lainnya," tegas Ari saat berbicara dengan perwakilan massa.

Kapolda menyatakan bahwa seluruh personel yang diterjunkan di lokasi memiliki tugas utama untuk menjaga keamanan dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat. "Kita saling jaga, jangan sampai ada korban," katanya.

Kondisi Berangsur Membaik

Usai mediasi yang dilakukan oleh Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, situasi di perempatan Gramedia berangsur membaik. Kedua belah pihak mulai mereda dan massa aksi tetap bertahan di lokasi dengan situasi yang lebih terkendali.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih berkumpul di perempatan Gramedia. Kondisi terpantau kondusif setelah pihak kepolisian berhasil menengahi ketegangan yang terjadi.

Kejadian ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat dapat mencegah eskalasi konflik yang lebih besar. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mengawal situasi agar tetap aman dan damai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User