Universitas Diponegoro secara resmi membantah kematian dr. Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa, disebabkan oleh perundungan atau bullying. Pihak kampus memastikan almarhumah meninggal dunia karena penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kematian Akibat Demam Berdarah
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Nurul Hasfi dari Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro, almarhumah menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif selama 15 hari di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
"Sejauh ini, berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi karena sakit demam berdarah," tegas Nurul dalam keterangannya pada Selasa, 1 September 2025.
Pasien tersebut meninggal dunia pada 28 Agustus pukul 19.06 di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU) RSUP Kariadi. Selama proses perawatan, almarhumah didampingi oleh keluarga serta perwakilan dari Departemen dan Program Studi terkait.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah almarhumah langsung dibawa kembali ke kediaman keluarganya di Serang, Banten.
Status Akademik Almarhumah
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dr. Yuda Nabella Prameswari merupakan mahasiswa PPDS Kesehatan Jiwa angkatan ke-85 dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Pada saat kejadian, almarhumah masih tercatat sebagai mahasiswa semester satu.
"Almarhumah masih dalam masa orientasi dan baru menjalani perkuliahan selama sekitar 1,5 bulan serta masih mengikuti Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di kelas dan belum praktik di Rumah Sakit," papar Nurul.
Dengan demikian, almarhumah belum memasuki tahap pendidikan klinis di fasilitas kesehatan pendidikan.
Komitmen Universitas
Meskipun membantah kematian almarhumah berkaitan dengan perundungan, Universitas Diponegoro tetap mengambil langkah antisipatif. Pihak kampus melalui fakultas kedokteran akan melakukan klarifikasi internal untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat.
"UNDIP termasuk FK sendiri terus berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan," tegas Nurul.
Klarifikasi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lengkap dan objektif mengenai situasi yang menjadi perhatian publik tersebut.
Comments (0)