Sep 02, 2026
Politik

Kementan Usulkan Tambahan Anggaran Rp 5 Triliun untuk Komoditas Perkebunan Strategis

Kementerian Pertanian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk pengembangan komoditas perkebunan strategis pada tahun anggaran 2027. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersa...

Kementan Usulkan Tambahan Anggaran Rp 5 Triliun untuk Komoditas Perkebunan Strategis

Kementerian Pertanian mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk pengembangan komoditas perkebunan strategis pada tahun anggaran 2027. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Detail Pagu Anggaran Pertanian

Dengan adanya tambahan anggaran tersebut, pagu Kementerian Pertanian yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 23,23 triliun mengalami kenaikan menjadi Rp 28,02 triliun. Penambahan pagu ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sektor perkebunan dalam negeri.

Surat resmi terkait usulan anggaran belanja tambahan telah disampaikan Kementerian Pertanian kepada Menteri Keuangan pada tanggal 18 Agustus 2026 sebagai bentuk tindak lanjut terhadap prioritas pembangunan nasional.

Fokus Komoditas Perkebunan Strategis

Tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun tersebut bakal difokuskan untuk mengembangkan sejumlah komoditas perkebunan strategis nasional. Komoditas yang menjadi prioritas antara lain kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete.

Selain pengembangan tujuh komoditas utama tersebut, anggaran juga bakal dialokasikan untuk mendukung pengadaan 1.250 unit traktor yang diperuntukkan bagi komoditas tebu. Pengadaan alat mekanisasi pertanian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor perkebunan tebu nasional.

Kebijakan ini diambil dalam rangka menjamin kepastian pasokan bahan baku bagi industri pengolahan dalam negeri. Selain itu, pengembangan komoditas perkebunan diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dan memperkuat posisi daya saing ekspor nasional.

Alokasi Dana Alokasi Khusus

Selain pagu anggaran Kementerian Pertanian, dalam kesempatan yang sama juga disampaikan informasi mengenai total pagu Dana Alokasi Khusus fisik untuk seluruh bidang pada 2027 yang mencapai Rp 5 triliun. Dari jumlah tersebut, DAK subbidang pertanian memperoleh pagu sebesar Rp 111 miliar.

Daerah prioritas penerima DAK fisik tahun anggaran 2027 ditetapkan mencakup 20 kabupaten yang tersebar di 10 provinsi. Penetapan daerah penerima DAK ini didasarkan pada potensi dan kebutuhan pengembangan sektor pertanian di wilayah-wilayah tersebut.

Sementara itu, untuk alokasi DAK non-fisik tahun anggaran 2027 belum ditetapkan dan masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas serta Kementerian Keuangan.

Keselarasan dengan Rencana Kerja Pemerintah

Kebijakan anggaran yang diusulkan Kementerian Pertanian ini diselaraskan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah tahun 2027 yang bertajuk akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri. Tema ini menjadi landasan bagi seluruh kementerian dan lembaga dalam menyusun program kerja dan prioritas anggaran.

Dalam konteks pertanian, tema tersebut diterjemahkan melalui sejumlah program prioritas yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Program-program tersebut mencakup penyediaan infrastruktur lahan dan air, distribusi benih dan bibit berkualitas, serta penguatan akses permodalan bagi petani.

Penambahan anggaran ini juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap arahan presiden untuk memperkuat substitusi impor dan meningkatkan daya saing ekspor nasional di sektor pertanian. Dengan meningkatnya produksi komoditas perkebunan strategis, ketergantungan terhadap impor bahan baku industri pengolahan diharapkan dapat berkurang secara bertahap.

Rapat kerja antara Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI pada Selasa, 1 September, menjadi forum penting untuk mendiskusikan detail program dan prioritas penggunaan anggaran tersebut. Koordinasi antara eksekutif dan legislatif dalam hal ini dinilai krusial untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan tepat sasaran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User