Sep 02, 2026
Politik

BATIC 2026 Angkat Isu Kolaborasi Digital untuk Peningkatan Konektivitas Asia Pasifik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama mitranya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), resmi menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 pada 24 hingga 28 Agustu...

BATIC 2026 Angkat Isu Kolaborasi Digital untuk Peningkatan Konektivitas Asia Pasifik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama mitranya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), resmi menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 pada 24 hingga 28 Agustus 2026 di Bali. Acara ini dirancang sebagai forum strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem digital demi mendorong kemajuan konektivitas di kawasan Asia Pasifik.

Skala Partisipasi Internasional yang Luas

Konferensi tahunan tersebut berhasil menarik partisipasi lebih dari 2.700 delegasi yang berasal dari lebih dari 760 perusahaan di 67 negara. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam komitmen global terhadap kolaborasi teknologi dan komunikasi. Selain itu, terdapat 72 sponsor dan exhibitor yang turut serta memamerkan inovasi serta solusi digital terkini mereka.

Sepanjang rangkaian acara, para peserta juga difasilitasi untuk melakukan pertemuan bisnis terstruktur melalui aplikasi BATIC yang menyediakan lebih dari 4.500 sesi pertemuan terjadwal. Fasilitas ini dirancang untuk memaksimalkan peluang kerja sama antarperusahaan dari berbagai belahan dunia.

Tema Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress

BATIC 2026 mengangkat tema "Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress" yang menekankan pentingnya persatuan ekosistem dalam mendorong kemajuan konektivitas secara menyeluruh. Pembukaan acara pada hari pertama dipimpin oleh Sam Evans, Senior Managing Director Teneo, yang membahas secara mendalam mengenai peran jaringan generasi berikutnya dalam menopang pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Dalam sesi tersebut, Evans menyampaikan bahwa infrastruktur jaringan yang canggih menjadi pondasi utama bagi setiap inisiatif transformasi digital di tingkat regional maupun global. Pernyataan tersebut sejalan dengan perkembangan pesat ekosistem digital di kawasan Asia Pasifik yang kini semakin bergantung pada teknologi kecerdasan buatan.

Pandangan Diretor Utama Telkom

Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, turut menyampaikan pandangan pentingnya pengembangan jaringan canggih, otomatisasi berbasis kecerdasan buatan, serta infrastruktur digital yang kokoh sebagai fondasi dalam membuka peluang-peluang baru bagi sektor teknologi.

"Membangun masa depan digital mengharuskan kita untuk memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem. Melalui berbagai upaya tersebut, kita dapat mentransformasi konektivitas menjadi inovasi yang lebih besar, peluang ekonomi, dan pertumbuhan digital yang berkelanjutan," tutur Dian.

Senada dengan pernyataan tersebut, berbagai sesi diskusi dan konferensi yang terbagi dalam dua hari pelaksanaan BATIC 2026 dirancang untuk membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan ekosistem digital. Para narasumber yang hadir berasal dari berbagai latar belakang industri dan pemerintahan sehingga menghasilkan perspektif yang komprehensif terhadap tantangan serta peluang yang dihadapi kawasan Asia Pasifik dalam era digital.

Posisi Strategis Indonesia dalam Lanskap Digital Asia Pasifik

Pelaksanaan BATIC 2026 di Bali semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kolaborasi digital di kawasan Asia Pasifik. Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang serta semangat kolaborasi yang digaungkan melalui konferensi ini, Indonesia berpotensi menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

Ke depan, sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan komunitas teknologi diharapkan dapat terus diperkuat melalui forum-forum serupa. Hal ini menjadi langkah konkret dalam merealisasikan visi Indonesia sebagai negara dengan ekosistem digital yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User