Bibit Siklon 97W Picu Hujan Lebat Sejumlah Wilayah 13 Juli 2026

Apaberita — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempublikasikan analisis dinamika atmosfer terkini yang menunjukkan terbentuknya bibit siklon tropis 97W di perairan utara Papua. Bib...

Jul 13, 2026 - 11:24
0 0

Apaberita — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempublikasikan analisis dinamika atmosfer terkini yang menunjukkan terbentuknya bibit siklon tropis 97W di perairan utara Papua. Bibit siklon ini diperkirakan akan memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah provinsi pada Senin, 13 Juli 2026.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, menyatakan bahwa sistem tekanan rendah tersebut terpantau pada koordinat 8,2° Lintang Utara dan 132,5° Bujur Timur, sekitar 500 kilometer di sebelah utara Biak, Papua. Bibit siklon 97W memiliki tekanan udara minimum 1000 milibar (mb) dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot atau 65 kilometer per jam. “Berdasarkan pemodelan numerik, sistem ini menunjukkan kecenderungan menguat dalam 24 jam ke depan, sehingga statusnya terus kami pantau untuk kemungkinan berkembang menjadi siklon tropis,” ujarnya.

Status dan Pergerakan Bibit Siklon 97W

Analisis citra satelit dan data angin per lapisan menunjukkan bahwa bibit siklon 97W bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan rata-rata 9 knot. Pusaran angin terlihat membentuk sirkulasi tertutup di lapisan bawah hingga menengah, yang mengindikasikan potensi peningkatan signifikan jika bertemu dengan suhu muka laut hangat di atas 28 derajat Celsius. BMKG memperkirakan, bibit siklon ini berpeluang mencapai kekuatan sebagai siklon tropis kategori 1 dalam kurun waktu 2×24 jam apabila kondisi lingkungan, termasuk rendahnya wind shear vertikal, tetap mendukung.

“Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan, terutama di sektor transportasi laut dan udara, agar secara berkala memeriksa pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG. Bibit siklon 97W dapat menghasilkan gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter di perairan utara Papua, perairan Halmahera, dan Laut Banda bagian utara,” kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG saat dihubungi terpisah.

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Pengaruh tidak langsung bibit siklon 97W, berupa peningkatan aliran massa udara basah dan konvergensi, akan memperkuat pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. BMKG memproyeksikan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat—lebih dari 50 milimeter per hari—berpotensi terjadi di Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan sebagian Sulawesi Tengah. Wilayah lain yang perlu waspada meliputi Kalimantan Timur bagian utara dan Aceh bagian barat akibat pengaruh gelombang atmosfer ekuator seperti Kelvin dan Rossby yang aktif secara bersamaan.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG merinci bahwa periode hujan lebat diprakirakan berlangsung mulai dini hari hingga sore hari. “Kami mendeteksi adanya potensi hujan dengan durasi panjang yang dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor di daerah dengan topografi curam. Masyarakat di bantaran sungai dan lereng bukit diminta meningkatkan kesiapsiagaan,” tegasnya.

Imbauan Kesiapsiagaan Lintas Sektor

BMKG telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk menyebarluaskan peringatan dini. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di setiap provinsi diminta mengaktifkan posko pemantauan dan menyiagakan tim reaksi cepat. Masyarakat nelayan dan operator pelayaran diimbau menunda aktivitas di zona merah hingga kondisi dinyatakan aman.

Di sektor penerbangan, maskapai dan otoritas bandar udara di Papua, Maluku, dan Sulawesi Utara telah menerima notice to airmen (NOTAM) yang memuat potensi gangguan jarak pandang akibat hujan lebat serta turbulensi. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X menyebutkan bahwa seluruh personel ATC dan ground handling telah disiagakan untuk mengantisipasi penundaan atau pengalihan penerbangan.

Arahan Pemerintah Daerah

Gubernur Papua melalui Sekretaris Daerah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh bupati/wali kota untuk segera menyiapkan tempat evakuasi, logistik, dan alat berat di daerah rawan. “Kami meminta camat dan kepala kampung menyampaikan informasi ini sampai ke tingkat bawah. Jangan ada warga yang buta informasi,” ujar Sekda dalam rapat koordinasi virtual yang turut dihadiri BMKG dan BNPB.

Di Provinsi Maluku, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendistribusikan perahu karet dan tenda pengungsian ke titik-titik strategis. Kepala Pelaksana BPBD Maluku menyatakan bahwa pengalaman menghadapi siklon tropis pada awal 2026 menjadi pelajaran berharga untuk mempercepat respons. “Kami tidak ingin terlambat lagi. Peralatan dan personel sudah on the spot,” katanya.

Pemantauan Berkelanjutan

BMKG menegaskan akan terus memutakhirkan informasi setiap tiga jam melalui situs web, media sosial, dan aplikasi mobile. Tim analis Siklon Tropis BMKG bekerja 24 jam penuh untuk memodelkan lintasan dan intensitas bibit siklon 97W menggunakan data dari stasiun meteorologi, radar cuaca, dan satelit Himawari-9. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada rilis resmi BMKG.

Hingga berita ini diturunkan, tinggi gelombang di perairan utara Papua tercatat masih di kisaran 1,5—2,5 meter, namun diperkirakan meningkat signifikan saat bibit siklon mendekat. Seluruh kapal berbendera Indonesia dengan tonase di bawah 500 GT dianjurkan segera mencari tempat berlindung di pelabuhan terdekat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User