MANOKWARI — Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Papua Barat, menegaskan bahwa aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan operasional bandara di tengah gangguan kabut asap yang melanda kawasan tersebut. Penegasan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca yang memburuk akibat kebakaran lahan di sekitar wilayah bandara yang mengganggu jarak pandang penerbangan.
Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara. "Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kami, sehingga setiap keputusan yang diambil selalu mengacu pada prosedur keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan," tegasnya dalam Rapat Koordinasi di Manokwari.
Berdasarkan data yang dihimpun, gangguan kabut asap tersebut berasal dari kebakaran lahan yang terjadi di beberapa titik di sekitar Bandara Rendani. Kondisi ini menyebabkan penurunan jarak pandang yang signifikan, sehingga berpotensi mengganggu jadwal penerbangan masuk dan keluar dari Manokwari.
Dampak terhadap Operasional Penerbangan
Gangguan kabut asap dilaporkan telah memengaruhi sejumlah penerbangan yang beroperasi di Bandara Rendani Manokwari. Pihak UPBU mencatat adanya penundaan jadwal dan potensi pengalihan penerbangan apabila kondisi jarak pandang berada di bawah ambang batas keselamatan yang ditetapkan.
"Kami tidak akan memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memenuhi standar keselamatan. Setiap maskapai yang beroperasi harus mematuhi aturan yang berlaku," ujar pejabat UPBU tersebut. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan maskapai penerbangan dan AirNav Indonesia terus dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan operasional.
Menurut keterangan resmi, jarak pandang minimum yang dibutuhkan untuk pendaratan dan lepas landas di Bandara Rendani ditetapkan berdasarkan standar keselamatan penerbangan nasional. Apabila kabut asap menyebabkan jarak pandang berada di bawah ambang batas tersebut, maka penerbangan tidak dapat dilanjutkan hingga kondisi membaik.
Langkah Mitigasi dan Koordinasi Lintas Instansi
UPBU Kelas II Rendani Manokwari menindaklanjuti kondisi ini dengan melakukan sejumlah langkah mitigasi. Langkah tersebut meliputi peningkatan pemantauan kondisi cuaca secara berkala, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat, serta penyampaian informasi terkini kepada seluruh maskapai dan pengguna jasa bandara.
Selain itu, pihak bandara juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemadam kebakaran, untuk mengatasi sumber kabut asap yang berasal dari kebakaran lahan. "Kami terus berupaya memastikan bahwa gangguan ini dapat segera teratasi sehingga operasional bandara dapat kembali normal," ujarnya.
Rapat Koordinasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan juga membahas langkah-langkah penanganan kebakaran lahan di sekitar bandara. Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa upaya pemadaman dan pencegahan perlu dilakukan secara terpadu agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan dalam jangka panjang.
Komitmen terhadap Standar Keselamatan
Pihak UPBU menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aspek operasional bandara. Hal ini sejalan dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yang mengatur bahwa keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
"Setiap keputusan yang kami ambil, termasuk penundaan atau pengalihan penerbangan, semata-mata demi keselamatan penumpang dan awak pesawat. Kami mohon pengertian seluruh pengguna jasa bandara," tegasnya.
Berdasarkan UU tersebut, penyelenggara bandara wajib memastikan bahwa fasilitas dan prosedur operasional memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Dalam konteks gangguan kabut asap, penerapan standar ini menjadi semakin krusial untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
UPBU Kelas II Rendani Manokwari juga mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk senantiasa memantau informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan. Informasi resmi dapat diperoleh melalui saluran komunikasi resmi bandara maupun maskapai penerbangan masing-masing.
"Kami akan terus memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa bandara adalah yang utama," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di sekitar Bandara Rendani Manokwari masih dalam pemantauan intensif. Pihak bandara memastikan bahwa seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku, serta siap mengambil langkah cepat apabila kondisi memerlukan tindakan lebih lanjut.
Comments (0)