17 Personel Damkar Padamkan Kebakaran Semak di Kutawaringin Bandung

Kebakaran melanda tumpukan semak belukar dan limbah kain di Kampung Badaraksa, Desa Jalegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pada Senin sore, 27 Juli. Insiden yang terjadi di RT 3, RW 13 i...

17 Personel Damkar Padamkan Kebakaran Semak di Kutawaringin Bandung

Kebakaran melanda tumpukan semak belukar dan limbah kain di Kampung Badaraksa, Desa Jalegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pada Senin sore, 27 Juli. Insiden yang terjadi di RT 3, RW 13 itu memicu kolom asap hitam pekat yang membubung tinggi dan terlihat dari sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian.

Informasi awal, Command Center Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung menerima laporan dari warga pada pukul 17.25 WIB. Laporan tersebut menyebutkan adanya nyala api yang cepat membesar di area yang dipenuhi vegetasi kering dan material tekstil buangan. Tim petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kronologi Kebakaran

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, titik api pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 17.15 WIB. Kepulan asap yang semakin menebal membuat sejumlah warga berinisiatif menghubungi pos pemadam kebakaran. “Kami menerima laporan dari masyarakat kurang dari sepuluh menit setelah api terlihat. Warga menyebutkan lokasi persisnya di Kampung Badaraksa, tempat yang memang dikenal sebagai titik penampungan limbah kain,” ujar salah seorang petugas Command Center Damkar Kabupaten Bandung.

“Objek yang terbakar adalah tumpukan semak belukar yang sudah mengering dan limbah kain dari aktivitas industri kecil di sekitar. Material tersebut sangat mudah terbakar, sehingga api cepat menjalar,” kata petugas menjelaskan.

Kondisi cuaca yang cerah serta tiupan angin musim kemarau di wilayah Bandung turut mempercepat penyebaran api. Selain membakar vegetasi, kobaran api juga melahap timbunan kain perca yang terbengkalai di lahan terbuka. Belum ada keterangan resmi terkait dugaan penyebab kebakaran, namun petugas menegaskan bahwa penyelidikan akan segera dilakukan setelah proses pendinginan tuntas.

Pengerahan Kekuatan Pemadam

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung merespons cepat dengan mengirimkan empat unit mobil pemadam dan dua unit pompa portabel ke lokasi. Sebanyak 17 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah yang mulai merembet ke area sekitar.

“Begitu tiba di lokasi, tim langsung membagi diri menjadi dua sektor. Sektor pertama fokus pada pemadaman titik api utama di tumpukan limbah kain, dan sektor kedua menangani penjalaran di semak belukar yang berbatasan dengan pemukiman,” jelas petugas pemadam yang memimpin operasi saat itu.

Meskipun akses jalan menuju titik kebakaran cukup terbatas, regu pemadam berhasil mengisolasi area kebakaran dalam waktu sekitar 45 menit. Suplai air disalurkan dari sumber terdekat menggunakan pompa yang sudah disiagakan. Pada pukul 18.10 WIB, api berhasil dikendalikan, dan tahap pendinginan mulai dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di bawah timbunan kain.

Situasi Terkini dan Dampak Kejadian

Hingga Senin malam, kondisi di lokasi dinyatakan sepenuhnya aman. Pihak damkar memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. “Sudah hijau, tidak ada bara. Kami masih melakukan monitoring untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya api susulan,” tutur petugas.

“Api berhasil dipadamkan tanpa memakan korban jiwa,” tegas perwakilan Command Center. “Tidak ada laporan warga yang mengalami cedera atau harus dievakuasi. Hanya saja, asap tebal sempat mengganggu pernapasan beberapa warga di radius kurang dari 100 meter dari titik kebakaran, namun tidak ada yang memerlukan penanganan medis lanjut.”

Kerugian material saat ini masih dalam pendataan, tetapi diperkirakan terbatas pada hancurnya vegetasi liar dan limbah kain yang memang sudah tidak terpakai. Tidak ada bangunan permanen yang ikut terbakar dalam peristiwa ini. Asap hitam yang sempat membubung tinggi itu perlahan menghilang setelah api padam, meninggalkan lahan hangus seluas sekitar 200 meter persegi.

Imbauan Keamanan dan Langkah Ke Depan

Menanggapi kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat untuk lebih waspada selama puncak musim kemarau yang masih berlangsung. Praktik membakar sampah di lahan terbuka—meski tidak dipastikan menjadi penyebab dalam kasus ini—harus dihindari untuk meminimalkan risiko kebakaran yang merambat.

“Kami menyerukan kepada warga, terutama yang tinggal di kawasan dengan banyak lahan kering, untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok atau membakar limbah. Api kecil bisa dengan cepat menjadi kebakaran besar dalam kondisi cuaca seperti sekarang,” himbau seorang petugas senior.

Selain itu, pemerintah desa dan kecamatan setempat diharapkan dapat meninjau kembali pengelolaan limbah kain yang kerap menumpuk di wilayah Kampung Badaraksa. Jika pengangkutan dan pengolahan limbah dilakukan secara teratur, risiko kebakaran semacam ini dapat ditekan secara signifikan. Petugas damkar akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan rekomendasi pencegahan kebakaran di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kampung Badaraksa telah kembali normal. Arus lalu lintas di sekitar lokasi tidak terganggu, dan warga yang sempat berkumpul di luar rumah kini telah kembali beraktivitas. Tim pemadam sudah menarik sebagian unitnya, menyisakan satu regu untuk memastikan pendinginan total hingga pagi hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User