SDN Menteng 01 Pagi Berlakukan PJJ Pascabentrokan Warga

Jakarta, Apaberita – Lembaga Pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Menteng 01 Pagi di Jalan Besuki Nomor 15, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, resmi mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar tat...

SDN Menteng 01 Pagi Berlakukan PJJ Pascabentrokan Warga

Jakarta, Apaberita – Lembaga Pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Menteng 01 Pagi di Jalan Besuki Nomor 15, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, resmi mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Keputusan ini berlaku sejak Selasa, 22 Juli 2025, setelah bentrokan fisik antarkelompok warga yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah pada Senin malam, 21 Juli 2025.

Bentrokan yang melibatkan dua kelompok warga dari Jalan Setiabudi dan Jalan Cokroaminoto itu meletus sekitar pukul 19.30 WIB. Kericuhan dipicu oleh perselisihan lahan parkir komersial yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Massa saling lempar batu dan bambu, menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan warung milik warga. Aparat Kepolisian Sektor Menteng yang tiba di lokasi pukul 20.00 WIB langsung melakukan pembubaran massa dan pengamanan area.

Kronologi Bentrokan Warga di Kawasan Menteng

Kepala Kepolisian Sektor Menteng, Komisaris Polisi Indra Jaya, menyatakan bahwa situasi berhasil dikendalikan pada pukul 22.30 WIB dan sebanyak 12 orang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun akses Jalan Besuki di dekat sekolah sempat tidak bisa dilalui hingga tengah malam,”
ujarnya. Pembersihan material sisa bentrokan dilakukan oleh petugas kebersihan sejak dini hari agar tidak mengganggu aktivitas warga.

Keputusan Pembelajaran Jarak Jauh

Menyusul kejadian tersebut, Kepala SDN Menteng 01 Pagi, Ibu Ratna Dewi, M.Pd., mengeluarkan surat edaran resmi pada pukul 22.45 WIB yang ditujukan kepada seluruh orang tua siswa. Dalam edarannya, pihak sekolah menetapkan pelaksanaan PJJ selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, 22–23 Juli 2025, dengan pertimbangan utama keselamatan dan terhalangnya akses fisik menuju gedung sekolah.

“Kami memutuskan untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh selama dua hari. Keputusan ini kami ambil setelah berkoordinasi dengan kepolisian dan pengurus komite sekolah. Kondisi lingkungan di sekitar sekolah belum sepenuhnya normal dan kami tidak ingin membahayakan peserta didik maupun tenaga pendidik,”
tegas Ratna Dewi saat dihubungi awak media pada Selasa pagi.

Sebanyak 487 siswa yang terdaftar di SDN Menteng 01 Pagi akan mengikuti pembelajaran melalui platform daring yang telah disiapkan, termasuk Google Classroom dan aplikasi pesan sekolah. Guru dan staf pengajar tetap hadir di sekolah secara bergiliran untuk memantau proses belajar dari ruang guru. Guru kelas VI, Siti Aminah, mengatakan bahwa materi hari ini sudah disampaikan melalui video pembelajaran interaktif.

“Anak-anak hanya tinggal menonton dan mengerjakan tugas. Ini bagian dari mitigasi yang sudah kami siapkan sejak pandemi lalu,”
jelasnya.

Respons Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Budi Santoso, menyatakan dukungan penuh atas langkah sekolah tersebut. Menurutnya, kebijakan PJJ dalam situasi darurat telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Masa Kondisi Khusus.

“Kami mengapresiasi respons cepat SDN Menteng 01 Pagi. Keselamatan warga pendidikan adalah prioritas utama. Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk memastikan proses PJJ berjalan lancar,”
kata Budi Santoso dalam konferensi pers di Balai Kota, Selasa siang. Dinas Pendidikan juga menginstruksikan seluruh sekolah di wilayah DKI untuk memiliki protokol tanggap darurat dan melakukan simulasi secara berkala guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Penanganan Keamanan dan Pemulihan Kondusivitas

Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 50 personel tambahan untuk menjaga kawasan sekitar sekolah dan titik-titik rawan lainnya di Menteng. Patroli gabungan TNI-Polri juga dilakukan selama 24 jam penuh untuk memastikan tidak ada bentrokan susulan.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Camat Menteng, Andi Hakim, menggelar mediasi antara kedua kelompok warga yang bertikai pada Selasa siang. Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai sementara dan pembentukan forum komunikasi warga yang akan difasilitasi kelurahan setempat.

“Kami targetkan dalam dua hari situasi sudah benar-benar kondusif sehingga sekolah bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka pada Kamis mendatang,”
ujar Andi Hakim.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Besuki dan sekitar lokasi sudah kembali normal. Aktivitas warga tampak berangsur pulih, meskipun beberapa warung masih tutup akibat kerusakan. Ketua Komite Sekolah, Heru Prasetyo, mengaku telah menerima banyak pertanyaan dari orang tua. Ia berharap PJJ tidak berlangsung lama dan sekolah segera kembali normal.

“Kami percayakan sepenuhnya pada kebijakan kepala sekolah dan aparat. Yang penting anak-anak aman,”
ucapnya.

Keputusan SDN Menteng 01 Pagi ini menjadi contoh penanganan cepat sektor pendidikan dalam merespons situasi darurat yang mengancam keamanan lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan berencana memasukkan studi kasus ini dalam buku panduan resmi yang akan disebarluaskan ke seluruh sekolah di Jakarta. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas lingkungan belajar. Pemerintah Kota Jakarta Pusat berkomitmen memperkuat program Kampung Siaga Bencana yang juga mencakup konflik sosial di wilayah padat penduduk seperti Menteng.

Dengan selesainya mediasi dan peningkatan pengamanan, diharapkan pada hari Kamis, 24 Juli 2025, seluruh siswa dapat kembali belajar di kelas dengan normal. Pihak sekolah akan mengevaluasi kondisi terakhir pada Rabu malam sebelum mengumumkan status pembelajaran untuk hari berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User