JAKARTA — Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, mengonfirmasi bahwa sebanyak 159 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri massal tersebut terjadi setelah para manajer tersebut mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang digelar beberapa waktu lalu.
"Benar, ada 159 manajer Kopdes Merah Putih yang mengundurkan diri setelah mengikuti Latsarmil," ujar Joao Mota dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (16/7/2026).
Meski demikian, Joao menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi negara. Menurutnya, seluruh proses rekrutmen dan penempatan manajer telah melalui mekanisme yang ditetapkan, sehingga negara tetap aman secara finansial maupun operasional.
Negara Dipastikan Tidak Mengalami Kerugian
Dalam pernyataannya, Joao Mota menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian menyeluruh terkait dampak pengunduran diri tersebut. Ia memastikan bahwa tidak ada dana negara yang hilang atau disalahgunakan dalam proses ini.
"Negara tidak dirugikan. Semua mekanisme sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami menindaklanjuti setiap laporan secara transparan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara selaku badan usaha yang ditunjuk untuk mengelola program Kopdes Merah Putih akan segera melakukan penyesuaian terhadap struktur manajemen di sejumlah koperasi yang ditinggalkan para manajernya.
"Kami melakukan Rapat Koordinasi internal untuk memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan. Penggantian manajer akan dilakukan sesuai kebutuhan dan kompetensi," ujar Joao.
Latsarmil Jadi Latar Belakang Pengunduran Diri
Latsarmil atau Latihan Dasar Militer yang diikuti oleh para manajer Kopdes Merah Putih disebut menjadi titik balik yang membuat banyak manajer memilih mundur. Meski demikian, Joao Mota tidak merinci secara detail alasan spesifik dari masing-masing individu yang mengundurkan diri.
"Setiap manajer memiliki pertimbangan pribadi. Yang jelas, setelah menjalani Latsarmil, mereka menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi," jelasnya.
Menurutnya, Latsarmil merupakan bagian dari pembekalan yang diberikan kepada para manajer agar memiliki disiplin, ketahanan fisik, dan mental dalam menjalankan tugas di lapangan. Program ini juga dinilai penting untuk memperkuat kapasitas manajerial di tingkat desa.
"Latsarmil bukan tujuan akhir. Ini bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang mengelola koperasi di desa-desa. Jika ada yang merasa tidak cocok, tentu itu hak pribadi," tuturnya.
Agrinas Siap Lakukan Penyesuaian dan Rekrutmen Ulang
Menindaklanjuti pengunduran diri massal ini, PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan akan melakukan penyesuaian struktur organisasi serta membuka peluang rekrutmen ulang bagi manajer pengganti. Joao Mota menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh. Rekrutmen pengganti akan dilakukan dengan seleksi yang ketat dan tetap mengacu pada kebutuhan koperasi di masing-masing wilayah," ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa program Kopdes Merah Putih tetap berjalan sesuai target. Menurutnya, keberadaan koperasi desa merupakan bagian dari keputusan strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian rakyat, khususnya di sektor pangan.
"Kami berkomitmen menyukseskan program ini. Penggantian manajer hanyalah bagian dari dinamika organisasi yang tidak akan mengganggu tujuan besar," kata Joao.
Dasar Hukum dan Komitmen Keberlanjutan
Program Kopdes Merah Putih sendiri berlandaskan pada keputusan pemerintah yang menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana. Berdasarkan UU dan regulasi turunannya, pengelolaan koperasi desa harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan.
Joao menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan tidak ada gangguan dalam distribusi bantuan maupun layanan kepada masyarakat desa.
"Kami menegaskan bahwa negara tidak akan dirugikan. Justru ini momentum untuk memperbaiki tata kelola dan memastikan hanya orang-orang yang berkompeten yang mengelola koperasi," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, PT Agrinas Pangan Nusantara belum merilis daftar nama manajer yang mengundurkan diri. Namun, sejumlah pihak mendesak agar proses transisi berjalan cepat agar pelayanan di tingkat desa tidak terganggu.
Comments (0)