Aug 24, 2026
Politik

Viral Mahasiswa Moshing di Pendopo ISI Solo, Kampus Beri Klarifikasi

SOLO — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa menari bebas hingga ber-moshing di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Solo beredar luas di media sosial pada pertengahan N...

Viral Mahasiswa Moshing di Pendopo ISI Solo, Kampus Beri Klarifikasi

SOLO — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa menari bebas hingga ber-moshing di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Solo beredar luas di media sosial pada pertengahan November 2025. Video berdurasi pendek itu memantik perbincangan warganet sekaligus mendorong pihak kampus menerbitkan klarifikasi resmi atas peristiwa yang berlangsung di ruang publik kampus tersebut.

Kronologi Video Viral

Dalam rekaman yang tersebar, terlihat sekelompok mahasiswa bergerak mengikuti irama musik dengan intensitas tinggi di area Pendopo Ageng, bangunan ikonik yang selama ini dikenal sebagai ruang serbaguna kampus. Sebagian dari mereka tampak melakukan gerakan khas konser musik keras, seperti saling berbenturan bahu, yang lazim disebut moshing. Momen tersebut diabadikan pengguna ponsel dan diunggah ke sejumlah platform media sosial, lalu ditonton ratusan ribu kali dalam hitungan jam.

Pendopo Ageng merupakan gedung utama ISI Solo yang kerap digunakan untuk berbagai kegiatan akademik, mulai dari wisuda, ujian karya, hingga pentas seni. Keberadaan aktivitas yang dinilai tidak lazim di bangunan tersebut menjadi alasan utama video itu cepat menyebar. Sejumlah warganet menyoroti kesesuaian perilaku mahasiswa dengan fungsi gedung, sementara sebagian lain menilai momen tersebut bagian dari dinamika kehidupan kampus.

Klarifikasi Resmi Pihak Kampus

Menindaklanjuti meluasnya peredaran video itu, pihak ISI Solo menyampaikan klarifikasi melalui keterangan resmi yang disebarkan pada Kamis, 13 November 2025. Dalam pernyataannya, kampus menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan aktivitas di luar agenda akademik resmi dan tidak mewakili kegiatan yang difasilitasi institusi.

"Kegiatan tersebut berlangsung di luar konteks acara resmi kampus. Kami menyayangkan pemanfaatan ruang Pendopo Ageng yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," demikian pernyataan resmi pihak kampus.

Pihak kampus menyatakan telah melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terlibat dalam video tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran awal, kegiatan itu berlangsung saat jeda jam perkuliahan dan tidak memperoleh izin penggunaan gedung dari bagian terkait. Kampus menegaskan bahwa penggunaan Pendopo Ageng wajib melalui prosedur perizinan yang diatur dalam tata tertib penyelenggaraan kegiatan kampus.

Prosedur Penggunaan Ruang Publik Kampus

Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Solo memiliki aturan baku mengenai pemanfaatan gedung dan fasilitas kampus. Setiap kegiatan yang memanfaatkan ruang publik, termasuk Pendopo Ageng, harus diajukan melalui permohonan resmi kepada unit pengelola gedung. Ketentuan itu berlaku untuk seluruh elemen kampus, baik organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, maupun kelompok belajar.

Dalam klarifikasinya, kampus menegaskan bahwa aturan tersebut dibuat untuk menjaga fungsi, keamanan, dan kelestarian gedung yang merupakan aset bernilai sejarah. Pendopo Ageng tidak hanya menjadi tempat kegiatan keseharian, tetapi juga simbol identitas institusi yang sering dikunjungi tamu dan dipakai untuk acara resmi tingkat nasional.

Pihak kampus menyatakan akan mengevaluasi kembali pengawasan penggunaan ruang publik guna mencegah terulangnya insiden serupa. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembinaan terhadap mahasiswa agar setiap aktivitas tetap menghormati tata tertib dan nilai-nilai yang dijunjung institusi.

Respons Warganet dan Pembelajaran Kelembagaan

Viralnya video tersebut memunculkan beragam respons di ruang digital. Sebagian warganet menilai peristiwa itu merupakan ekspresi kreativitas anak muda yang wajar terjadi di lingkungan kampus seni. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan tata kelola gedung serta pengawasan aktivitas mahasiswa di area publik kampus.

Para pengamat pendidikan menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara kampus dan mahasiswa. Ruang dialog yang terbuka dinilai mampu meredam kesalahpahaman antara kebebasan berekspresi mahasiswa dengan kepatuhan terhadap aturan institusi. Kampus seni, khususnya, dituntut menjaga keseimbangan antara semangat kreativitas dan ketertiban penyelenggaraan kegiatan.

Pihak ISI Solo menegaskan bahwa pembinaan terhadap mahasiswa akan terus dilakukan tanpa menghilangkan ruang ekspresi yang menjadi ciri khas perguruan tinggi seni. Kampus menyatakan keterbukaan untuk menerima masukan dari warganet dan masyarakat luas atas peristiwa tersebut.

Sampai berita ini ditulis, pihak kampus menyatakan masih melakukan proses pembinaan terhadap mahasiswa yang terlibat dan menunggu hasil evaluasi internal. Keputusan lanjutan akan diumumkan melalui kanal resmi institusi setelah seluruh proses pendataan dan pemeriksaan selesai dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User