Aug 24, 2026
Politik

Kios di Pasar Bintara Bekasi Hangus Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Kebakaran melanda sejumlah kios di Pasar Bintara, Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah terjadi arus pendek atau korsleting pada tiang listrik di kawasan pasar tersebut. Peristiwa itu mengakibatkan sejumla...

Kios di Pasar Bintara Bekasi Hangus Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Kebakaran melanda sejumlah kios di Pasar Bintara, Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah terjadi arus pendek atau korsleting pada tiang listrik di kawasan pasar tersebut. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah kios mengalami kerusakan, sementara petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebanyak 9 unit mobil pemadam kebakaran dan 54 personel diterjunkan ke lokasi guna memadamkan api sekaligus mencegah perambatan ke bangunan lain.

Kebakaran yang melanda area pasar itu menjadi perhatian warga dan pedagang setempat. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang dagangan dan harta benda saat api mulai membesar. Situasi sempat memicu kepanikan di antara para pedagang dan pembeli yang berada di lokasi, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba dan mulai melakukan pembasahan.

Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, api pertama kali terlihat muncul di sekitar tiang listrik yang berada di kawasan Pasar Bintara. Diduga terjadi korsleting atau arus pendek pada tiang listrik tersebut, yang kemudian memicu percikan api dan merambat ke sejumlah kios di sekitarnya. Dugaan sementara itu masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Petugas kepolisian bersama instansi terkait melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, pihak pengelola jaringan listrik juga diminta memeriksa kondisi tiang dan kabel yang berada di lokasi kejadian. Proses investigasi dilakukan secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kawasan lain.

Penanganan Petugas Pemadam Kebakaran

Dalam menangani kebakaran tersebut, petugas pemadam kebakaran mengerahkan 9 unit mobil pemadam dan 54 personel. Puluhan personel itu dibagi ke dalam sejumlah tugas, mulai dari pemadaman, pendinginan, hingga pengamanan lokasi agar warga tidak mendekati titik api. Petugas juga dibantu oleh aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, serta relawan yang berada di lokasi.

Proses pemadaman dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap awal difokuskan untuk menghentikan perambatan api ke kios-kios lain yang masih berdekatan dengan titik kebakaran. Setelah api berhasil dilokalisasi, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Seluruh rangkaian penanganan berjalan dengan koordinasi antara Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait lainnya.

Kendala di lapangan juga diakui para petugas, terutama terkait akses menuju titik api yang terbatas karena padatnya kios di area pasar. Meski demikian, petugas tetap berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan yang tersedia. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat diatur agar proses pemadaman dan evakuasi berjalan lancar.

Dampak Kebakaran dan Pendataan Korban

Kebakaran di Pasar Bintara tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah kios yang berada di sekitar titik api. Besaran kerugian materiil belum dapat dipastikan dan masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Dinas terkait bersama pengurus pasar melakukan pendataan terhadap pedagang yang kiosnya terdampak kebakaran.

Bagi para pedagang, kebakaran itu menjadi pukulan tersendiri karena kios merupakan sumber mata pencaharian utama mereka. Sebagian pedagang menyatakan akan menunggu hasil pendataan dan keputusan pemerintah daerah terkait langkah penanganan selanjutnya. Pemerintah daerah, dalam hal ini, diharapkan menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan memberikan pendampingan bagi para pedagang yang terdampak.

Imbauan Kewaspadaan dan Langkah Tindak Lanjut

Menindaklanjuti peristiwa itu, pihak berwenang mengimbau warga dan pengelola pasar untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik. Pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik, sambungan kabel, serta kondisi tiang listrik disarankan dilakukan secara rutin, khususnya di kawasan yang memiliki kepadatan bangunan tinggi seperti pasar tradisional.

Pihak berwenang juga mengimbau para pedagang untuk mematikan aliran listrik di kios masing-masing saat pasar tidak beroperasi. Selain itu, pemasangan alat pemadam api ringan (APAR) di titik-titik strategis pasar dinilai penting untuk mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran di kemudian hari. Imbauan tersebut disampaikan agar kejadian serupa dapat dicegah sejak dini.

Rapat Koordinasi lintas instansi juga direncanakan untuk membahas langkah-langkah penanganan pascakebakaran, termasuk pendataan korban, pembersihan lokasi, serta pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Bintara. Keputusan lebih lanjut mengenai relokasi sementara dan bantuan bagi pedagang akan ditetapkan setelah hasil pendataan dan koordinasi antarinstansi selesai dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User