Usai Bertemu Seskab Teddy, Pramono Anung Umumkan Proyek Baru DKI

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan sejumlah proyek strategis yang akan diresmikan dalam waktu dekat. Pengumuman ini disampaikan Pramono usai menggelar pertemuan tertutup dengan...

Usai Bertemu Seskab Teddy, Pramono Anung Umumkan Proyek Baru DKI

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan sejumlah proyek strategis yang akan diresmikan dalam waktu dekat. Pengumuman ini disampaikan Pramono usai menggelar pertemuan tertutup dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indrawan di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar dua jam itu secara spesifik membahas sinkronisasi percepatan pembangunan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pramono menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas agar seluruh kementerian dan lembaga bersinergi dengan pemerintah daerah dalam merealisasikan proyek-proyek yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Rangkaian Proyek Infrastruktur dan Sosial

Dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita, Pramono merinci bahwa proyek-proyek yang akan diresmikan secara bersama-sama tersebut mencakup tiga sektor utama: transportasi, penataan perdagangan, dan ketahanan air. Proyek pertama adalah pengoperasian penuh LRT Jakarta Fase 2 rute Velodrome–Manggarai. Proyek yang menelan anggaran senilai Rp5,2 triliun ini dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan Agustus 2026, setelah melalui uji coba operasional yang memuaskan.

"LRT Fase 2 ini akan memangkas waktu perjalanan dari Jakarta Timur ke kawasan Sudirman-Thamrin menjadi hanya 25 menit, dari sebelumnya bisa lebih dari satu jam menggunakan kendaraan pribadi," ujar Pramono. Ia menambahkan, proyek tersebut juga akan terintegrasi dengan Stasiun Manggarai yang saat ini menjadi simpul utama KRL Commuter Line, Kereta Cepat Jakarta–Bandung, dan TransJakarta.

Proyek kedua yang masuk dalam daftar peresmian adalah revitalisasi Pasar Tanah Abang Blok G. Megaproyek senilai Rp1,8 triliun ini mencakup pembangunan gedung parkir bertingkat sepuluh lantai, penataan 3.700 kios pedagang, serta pembangunan akses langsung dari Stasiun Tanah Abang menuju area pasar. Pramono menyatakan, proyek ini merupakan bagian dari komitmennya untuk menata pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu agar lebih tertib, bersih, dan ramah bagi pejalan kaki.

Di sektor ketahanan air, Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur–Jakarta juga siap diresmikan. Proyek yang dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini memiliki nilai investasi mencapai Rp3,6 triliun. SPAM Jatiluhur akan menambah pasokan air baku hingga 4.000 liter per detik ke wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur, yang selama ini kerap mengalami defisit air bersih. Selain itu, proyek revitalisasi kawasan Kota Tua senilai Rp820 miliar juga masuk dalam daftar peresmian serentak, mencakup penataan Museum Bahari, pembangunan plaza pedestrian, dan sistem drainase vertikal untuk mencegah banjir rob.

Sinergi Pusat-Daerah di Bawah Arahan Presiden

Pramono menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Seskab Teddy merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Jabodetabekjur yang dipimpin Presiden Prabowo pada awal Juli 2026. Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan perlunya menghilangkan ego sektoral antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan dapat dirasakan langsung oleh warga.

"Kami membahas secara detail mekanisme dukungan teknis dan regulasi dari kementerian terkait. Pak Teddy memastikan bahwa seluruh hambatan perizinan dan pembebasan lahan akan difasilitasi percepatannya melalui mekanisme rapat koordinasi terbatas di kantor Seskab," tutur Pramono.

Selain itu, Teddy Indrawan juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menyalurkan dana alokasi khusus dari APBN tahun anggaran 2026 yang mencapai Rp12,7 triliun untuk DKI Jakarta. Dana tersebut antara lain dialokasikan untuk proyek transportasi publik, penanganan banjir, dan pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di kawasan TOD (Transit Oriented Development).

Target Peresmian Serentak dan Dampak Ekonomi

Pramono menargetkan bahwa seluruh proyek tersebut akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo pada akhir Agustus 2026, meskipun jadwal pastinya masih menunggu konfirmasi dari Sekretariat Presiden. "Prinsipnya, kami ingin menjadikan peresmian ini sebagai bukti nyata bahwa sinergi pusat-daerah bukan sekadar wacana, melainkan aksi konkret yang hasilnya bisa dilihat dan dirasakan masyarakat Jakarta," tegas Pramono.

Berdasarkan perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, proyek-proyek tersebut diproyeksikan mampu menciptakan hingga 15.000 lapangan kerja baru, baik pada masa konstruksi tahap akhir maupun saat operasional. Selain itu, keberadaan LRT Fase 2 dan revitalisasi Tanah Abang diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi koridor timur-barat Jakarta hingga 12 persen pada semester pertama 2027.

Pramono juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI tengah menyiapkan paket kebijakan pendukung, termasuk pembebasan retribusi parkir di sepuluh ruas jalan protokol dan penambahan armada TransJakarta sebanyak 200 unit bus listrik yang akan beroperasi secara bertahap mulai September 2026.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak Istana terkait agenda peresmian tersebut. Namun, sejumlah sumber di lingkungan Pemprov DKI mengonfirmasi bahwa persiapan teknis di lapangan sudah mencapai 90 persen dan tinggal menunggu penjadwalan dari protokol kepresidenan. Dengan rangkaian proyek ini, Pramono berharap Jakarta semakin mantap melangkah sebagai kota global yang kompetitif, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User