Unit Jihandak dan Inafis Masih di SDN 15 Srengseng Sawah Pascalaporan Ancaman
Tim penjinakan bom dan unit identifikasi dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan masih berada di Kompleks SDN 15 Srengseng Sawah hingga Kamis malam. Kehadiran kendaraan teknis dan mobil Inafis itu...
Tim penjinakan bom dan unit identifikasi dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan masih berada di Kompleks SDN 15 Srengseng Sawah hingga Kamis malam. Kehadiran kendaraan teknis dan mobil Inafis itu merupakan tindak lanjut dari laporan ancaman bom yang diterima pihak sekolah beberapa jam sebelumnya. Hingga berita ini diturunkan, proses olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan masih terus berlangsung di bawah kordinasi ketat aparat.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit, dalam keterangannya kepada awak media di lokasi menyatakan bahwa pihaknya menerjunkan tim gabungan begitu informasi diterima. "Kami mengerahkan personel Jihandak dari Satbrimob dan Unit Inafis untuk memastikan tidak ada perangkat mencurigakan yang membahayakan warga sekolah," ujarnya. Menurut AKBP Ridwan, langkah cepat ini diambil sebagai bagian dari prosedur tetap penanganan teror dan ancaman bom di fasilitas publik.
Prosedur Penjinakan dan Evakuasi Massal
Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, proses evakuasi terhadap siswa, guru, dan staf SDN 15 Srengseng Sawah telah dilaksanakan secara terstruktur sejak ancaman diterima sekitar pukul 09.30 WIB. Seluruh penghuni sekolah diarahkan menuju titik kumpul aman yang berjarak sekitar 300 meter dari gedung utama. Aiptu Hendrawan, anggota Unit Identifikasi yang berada di lokasi, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dari lantai dasar hingga ruang kelas di lantai atas.
"Kami melakukan sweeping di 18 ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, dan fasilitas penunjang lainnya," kata Aiptu Hendrawan. Ia menambahkan, satu unit kendaraan taktis penjinak bom dilengkapi peralatan peledak khusus dan detektor logam dikerahkan untuk memeriksa setiap sudut bangunan. Hingga sore hari, petugas belum menemukan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak, tetapi prosedur standar memerintahkan agar area tetap disterilkan hingga tim memperoleh kepastian penuh.
Dampak terhadap Kegiatan Belajar-Mengajar
Insiden ini menyebabkan ribuan siswa dan tenaga pendidik terpaksa menghentikan kegiatan belajar-mengajar. Pihak Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta melalui Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Ade Solihat, telah menginstruksikan agar aktivitas akademik di SDN 15 Srengseng Sawah diliburkan sementara. "Keselamatan peserta didik adalah prioritas utama. Kami akan berkoordinasi dengan Polres Metro Jaksel untuk menentukan kapan sekolah dapat beroperasi kembali," ungkap Ade.
Sementara itu, para orang tua yang menjemput anaknya mengaku cemas dengan situasi yang berkembang. Sri Wahyuni, salah seorang wali murid kelas V, mengatakan ia segera meluncur ke sekolah setelah mendapat pesan singkat dari wali kelas. "Saya langsung panik, apalagi melihat mobil polisi dan unit penjinak bom berjajar di depan gerbang. Alhamdulillah anak saya selamat dan sudah saya bawa pulang," tuturnya. Kepolisian mengimbau para orang tua agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak berwenang.
Penyelidikan Asal Muasal Ancaman
Kepolisian saat ini tengah melacak sumber ancaman yang diduga dikirimkan melalui saluran komunikasi elektronik ke nomor administrasi sekolah. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa tim siber akan bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk mengidentifikasi pelaku. "Kami sudah mengantongi bukti digital awal dan sedang mendalami motif dari pengirim ancaman. Tidak menutup kemungkinan ini adalah aksi individu yang ingin menciptakan ketakutan di lingkungan pendidikan," jelas AKBP Ridwan Soplanit.
Ancaman bom terhadap institusi pendidikan bukan kali pertama terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Pada awal 2025, sejumlah sekolah di kawasan Pasar Minggu dan Kebayoran Lama juga sempat menerima teror serupa yang kemudian terkonfirmasi sebagai hoaks. Meski demikian, kepolisian tidak pernah menganggap remeh setiap laporan dan tetap menerapkan prosedur pengamanan tingkat tinggi untuk mengeliminasi potensi bahaya yang paling kecil sekalipun.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Mochamad Iksan, yang tiba di lokasi pada pukul 12.15 WIB, memimpin langsung pengamanan dan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror. "Kami tidak bisa mengungkap detail teknis penyelidikan saat ini, tetapi saya pastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mengusut tuntas kasus ini. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tegas Kombes Iksan dalam konferensi pers singkat di halaman sekolah.
Normalisasi dan Evaluasi Keamanan Sekolah
Setelah tim Jihandak dan Inafis merampungkan tugasnya, direncanakan akan dilakukan rapat koordinasi antara pihak sekolah, kepolisian, dan Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi protokol keamanan di lingkungan SDN 15 Srengseng Sawah. Kepala Sekolah SDN 15 Srengseng Sawah, Hj. Nani Mulyani, berjanji akan meningkatkan sistem pengawasan termasuk penambahan CCTV dan pelatihan tanggap darurat bagi guru dan siswa. "Ini menjadi pelajaran berharga bahwa ancaman bisa datang kapan saja," katanya.
Pantauan di lapangan hingga pukul 18.00 WIB menunjukkan kendaraan taktis Polri masih bersiaga di depan gerbang utama sekolah. Garis polisi yang terpasang di sekeliling bangunan menandakan bahwa status lokasi masih dalam penguasaan petugas untuk kepentingan penyelidikan lanjutan. Rencananya, pada Jumat pagi, tim akan kembali melakukan verifikasi akhir sebelum memutuskan apakah area dapat dinyatakan aman dan kegiatan pendidikan dapat dilangsungkan kembali.
Baca juga:
Comments (0)