Mendagri Terima Lima Ambulans KORPRI untuk Pemulihan Sumatra
Jakarta — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerima secara simbolis bantuan lima unit kendaraan ambulans dari Korps Pegawai Republik Indonesia di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta...
Jakarta — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerima secara simbolis bantuan lima unit kendaraan ambulans dari Korps Pegawai Republik Indonesia di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026). Penyerahan ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas aparatur sipil negara terhadap percepatan pemulihan wilayah Sumatra yang terdampak rangkaian bencana alam dalam beberapa bulan terakhir.
Kelima unit ambulans tersebut diserahkan langsung oleh jajaran pengurus pusat KORPRI dan akan segera didistribusikan ke daerah-daerah prioritas yang membutuhkan layanan medis darurat serta mobilitas evakuasi warga terdampak bencana.
Seremoni Penyerahan Berlangsung Khidmat
Prosesi penyerahan berlangsung di lingkungan kantor pusat Kemendagri dengan dihadiri oleh pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan kementerian, perwakilan pengurus KORPRI nasional, serta perwakilan pemerintah daerah yang hadir secara virtual. Tito Karnavian menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang digerakkan oleh organisasi korps pegawai tersebut.
"Bantuan ini adalah bukti nyata bahwa ASN tidak hanya menjalankan fungsi birokrasi, tetapi juga memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap sesama," ujar Mendagri dalam sambutannya.
Tito menekankan bahwa percepatan pemulihan pascabencana memerlukan sinergi lintas sektor, dan peran KORPRI sebagai wadah pemersatu aparatur negara memiliki posisi strategis dalam menggerakkan solidaritas kolektif di kalangan pegawai pemerintah.
Fokus Distribusi ke Wilayah Prioritas Sumatra
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan dinas terkait di tingkat provinsi, lima unit ambulans ini akan dialokasikan ke kabupaten dan kota di Sumatra yang mengalami kerusakan fasilitas kesehatan cukup signifikan akibat bencana banjir bandang, tanah longsor, serta gempa bumi yang terjadi dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Mendagri menginstruksikan agar distribusi dilakukan dalam waktu paling lambat empat belas hari kerja dengan pengawalan dari Inspektorat Jenderal Kemendagri untuk memastikan ketepatan sasaran. "Jangan sampai ambulans tiba tetapi tidak ada tenaga medis atau tidak jelas pengelolaannya. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota penerima agar unit ini langsung terintegrasi dengan sistem layanan gawat darurat setempat," tegas Tito.
Data yang dihimpun menyebutkan bahwa wilayah Sumatra bagian tengah dan barat menjadi kawasan paling parah terdampak. Beberapa puskesmas dan rumah sakit daerah mengalami keterbatasan armada evakuasi medis yang menghambat penanganan korban secara cepat.
Gerakan Nasional Aparatur Sipil Negara
Ketua Umum KORPRI yang turut hadir dalam penyerahan tersebut menyatakan bahwa pengadaan ambulans ini bersumber dari dana gotong royong anggota KORPRI di seluruh Indonesia. Gerakan penggalangan dana telah dimulai sejak Maret 2026 sebagai respons terhadap sejumlah kejadian bencana yang melanda Sumatra.
"Kami menggerakkan seluruh jajaran KORPRI dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga kecamatan untuk berpartisipasi. Hasilnya membanggakan, dalam waktu kurang dari tiga bulan kami bisa menghimpun dana untuk pengadaan lima unit ambulans lengkap dengan peralatan medis dasar," jelasnya.
Ambulans yang diserahkan memiliki spesifikasi kendaraan tangguh yang dirancang untuk menjangkau medan sulit di daerah terdampak, dilengkapi dengan peralatan resusitasi, tabung oksigen, tandu lipat, dan perlengkapan pertolongan pertama standar Kementerian Kesehatan.
Komitmen Percepatan Pemulihan Pascabencana
Tito menambahkan bahwa Kemendagri akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan BNPB, untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan dalam rencana aksi nasional penanggulangan bencana.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menetapkan strategi pemulihan terpadu yang mencakup tiga aspek utama: pemulihan infrastruktur dasar, pemulihan layanan publik, dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Kehadiran ambulans ini dinilai akan memperkuat pilar kedua, yakni pemulihan layanan publik di sektor kesehatan darurat dan rujukan.
Penyerahan ini menandai fase penting dalam solidaritas nasional untuk Sumatra. Selain bantuan ambulans, KORPRI juga berencana menyalurkan bantuan logistik tahap kedua yang akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan spesifik korban bencana di pengungsian. "Kami berharap inisiatif ini dapat memicu gerakan yang lebih luas dari seluruh elemen masyarakat dan aparatur negara," pungkas Tito menutup acara penyerahan.
Baca juga:
Comments (0)