Lalu Lintas Tol Arah Jakarta Tersendat pada Awal Masuk Sekolah

JAKARTA – Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol menuju Jakarta mengalami kemacetan parah pada Senin (27/4/2026) pagi. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan pribadi seiring dimulain...

Jul 13, 2026 - 16:51
0 0
Lalu Lintas Tol Arah Jakarta Tersendat pada Awal Masuk Sekolah

JAKARTA – Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol menuju Jakarta mengalami kemacetan parah pada Senin (27/4/2026) pagi. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan pribadi seiring dimulainya hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang yang berlangsung sejak 17 April 2026. Kendaraan dari berbagai daerah yang kembali ke ibu kota bersamaan dengan jam sibuk kerja membuat sejumlah titik utama tol tersendat hingga puluhan kilometer.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan data dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, situasi ini sudah terdeteksi sejak pukul 05.30 WIB. Antrean panjang kendaraan mulai mengular di gerbang-gerbang tol utama, terutama di koridor timur dan selatan Jakarta. Kombinasi perjalanan rutin warga yang bekerja dan mobilitas pengantar anak sekolah menjadi pemicu utama kepadatan yang terjadi hampir serentak di beberapa ruas.

Volume Kendaraan Naik Hingga 40 Persen

Data yang dirilis oleh Jasa Marga mencatat bahwa Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama dilalui oleh 72.000 unit kendaraan dalam rentang pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Angka ini melonjak sekitar 40 persen dibandingkan rerata harian pada pekan sebelumnya yang hanya 51.000 unit. Peningkatan serupa juga terjadi di GT Cikupa yang mencatat 48.500 unit atau naik 35 persen, serta di GT Karawang Barat dan GT Cileunyi yang masing-masing menembus 35.300 unit dan 28.700 unit.

"Lonjakan volume kendaraan pada hari pertama masuk sekolah ini memang sudah menjadi pola tahunan. Namun, tingkat kenaikannya kali ini cukup signifikan karena berbarengan dengan kepulangan warga dari libur panjang," ujar Kepala Departemen Layanan Lalu Lintas Jasa Marga, Andri Wibowo, di Posko Sentral Jasa Marga, Jakarta.

Menurut Andri, tren peningkatan tersebut sudah terpantau sejak H-1 masuk sekolah, namun puncaknya terjadi pada Senin pagi. Lonjakan arus dari arah Bandung melalui Tol Cipularang dan Cikampek menjadi kontributor terbesar kemacetan di koridor timur. Sementara dari arah Bogor, peningkatan kendaraan di Tol Jagorawi mencapai 32 persen dari hari biasa, dengan total 38.600 unit tercatat di GT Cimanggis Utama.

Kemacetan Membentang Puluhan Kilometer

Kemacetan terparah terjadi di ruas Tol Jakarta–Cikampek arah Jakarta. Antrean kendaraan mengular dari KM 49 hingga KM 35, atau sepanjang 14 kilometer, dengan kecepatan rata-rata hanya 15–25 km/jam. Di Tol Jagorawi, kepadatan membentang dari KM 32 hingga KM 20, meliputi area Pasar Rebo dan Cawang. Sementara di Tol Dalam Kota, dari Semanggi menuju Cawang, laju kendaraan sempat menyentuh 20 km/jam pada pukul 07.30 WIB.

"Personel kami dikerahkan di seluruh titik rawan. Ini adalah kepadatan lalu lintas paling tinggi dalam tiga bulan terakhir, dipicu oleh kendaraan pribadi yang keluar-masuk secara masif pada jam sibuk," kata Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Komisaris Besar Doddy Hermawan, di Gerbang Tol Cikampek.

Kepadatan juga merembet ke beberapa ruas tol non-toll road seperti akses menuju Pulo Gebang dan Kalimalang, yang menjadi jalur alternatif para pengendara. Hal ini semakin memperparah kondisi lalu lintas di kawasan Jakarta Timur. Penumpukan kendaraan mulai terurai secara perlahan setelah pukul 10.30 WIB, namun kembali meningkat pada sore hari saat jam pulang kerja.

Rekayasa Lalu Lintas Diperpanjang

Untuk mengurai kemacetan, Korlantas Polri bersama Jasa Marga memberlakukan rekayasa lalu lintas. Contraflow diterapkan di Tol Jakarta–Cikampek mulai KM 49 hingga KM 47 pada pukul 07.15 WIB, kemudian diperpanjang hingga KM 35 pada pukul 08.00 WIB. Sistem satu arah (one way) sempat disimulasikan di segmen Cikarang Utama menuju Cawang, tetapi tidak dilanjutkan karena pertimbangan arus dari arah sebaliknya.

"Kami juga melakukan penutupan sementara beberapa gerbang tol akses masuk untuk mengurangi beban di jalur utama. Setelah kepadatan mereda, gerbang kami buka kembali secara bertahap," ujar Andri Wibowo menambahkan.

Lebih lanjut, petugas memberlakukan pengalihan arus ke jalur arteri di beberapa titik keluar tol, seperti di GT Bekasi Barat dan GT Tambun. Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan kendaraan di lajur utama yang dapat memicu kemacetan lebih panjang.

Dampak pada Aktivitas Masyarakat

Kemacetan ini menyebabkan keterlambatan massal, baik bagi pekerja kantoran maupun pelajar. Ayu Rahmawati (34), seorang pegawai swasta di Kuningan, mengaku terjebak hampir dua jam di Tol Jagorawi. "Saya berangkat pukul 06.00 dari Bogor, biasanya sampai kantor pukul 07.30. Hari ini baru tiba pukul 09.30. Anak saya juga terlambat masuk sekolah di kawasan Tebet," keluhnya.

Keluhan serupa membanjiri media sosial dengan tagar #MacetHariPertamaSekolah yang sempat menjadi trending topic. Banyak pengguna mengunggah foto dan video antrean kendaraan, serta menyayangkan minimnya antisipasi terhadap fenomena tahunan ini.

Imbauan Pengelola Jalan

Jasa Marga dan Korlantas mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan waktu perjalanan, berangkat lebih pagi, atau memanfaatkan jalur arteri. Masyarakat juga diminta memantau informasi lalu lintas terkini melalui aplikasi resmi dan media sosial.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami akan terus berkoordinasi untuk mengantisipasi kemacetan pada Selasa esok, karena kemungkinan lonjakan masih akan terjadi pada masa transisi kembali ke rutinitas," tutup Doddy Hermawan.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sebagian besar ruas tol berangsur normal, kecuali di koridor utama Jakarta–Cikampek yang masih padat hingga pukul 18.30 WIB. Jasa Marga memprediksi volume kendaraan pada Selasa (28/4/2026) masih akan melampaui hari-hari biasa, sehingga seluruh personel dan skema rekayasa akan disiagakan kembali.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User