Bupati Dadang Serukan Orang Tua Dampingi Anak di Hari Pertama Sekolah

Sumberjaya — Bupati Kabupaten Sumberjaya, Dadang Iskandar, secara resmi meminta seluruh orang tua peserta didik baru untuk hadir langsung mendampingi putra-putrinya pada hari pertama Masa Pengenalan...

Jul 13, 2026 - 17:37
0 0

Sumberjaya — Bupati Kabupaten Sumberjaya, Dadang Iskandar, secara resmi meminta seluruh orang tua peserta didik baru untuk hadir langsung mendampingi putra-putrinya pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026. Imbauan itu disampaikan seusai memantau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah Kecamatan Kota, Senin (14/7).

Dalam keterangannya, Dadang menyatakan bahwa kehadiran orang tua pada momen awal sekolah merupakan bentuk dukungan moral yang berdampak langsung terhadap kesiapan psikologis anak. Ia menekankan, suasana transisi dari lingkungan rumah ke sekolah kerap menimbulkan kecemasan pada siswa, terutama di jenjang SD dan SMP. “Pendampingan di hari pertama membuat anak merasa tenang. Mereka tahu ada sosok yang dipercaya di dekatnya, sehingga proses adaptasi berjalan lebih lancar,” tegas Dadang.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Sumberjaya, tahun ajaran kali ini diikuti oleh 14.327 siswa baru yang tersebar di 547 lembaga pendidikan negeri dan swasta. Angka itu meningkat 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. MPLS serentak mulai digelar pada Senin pagi dan dijadwalkan berlangsung selama enam hari kerja, dengan penekanan pada pengenalan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bebas dari perundungan.

MPLS Ramah Anak Jadi Arah Kebijakan

Dadang menuturkan, pemerintah daerah telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 421/112/Disdik/2025 yang mengatur pelaksanaan MPLS berbasis prinsip ramah anak. Edaran itu, lanjutnya, mewajibkan setiap satuan pendidikan menghilangkan praktik perpeloncoan, atribut tidak relevan, maupun aktivitas yang merendahkan martabat siswa. “Kami ingin MPLS kali ini menjadi pengalaman pertama yang positif. Sekolah bukan tempat menakutkan, melainkan rumah kedua yang menyenangkan,” ujar Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumberjaya, Ratna Dewi, menambahkan bahwa pihaknya telah melatih 1.200 guru dan kepala sekolah untuk mendesain aktivitas pengenalan yang interaktif. Materi MPLS meliputi pengenalan kurikulum, sarana prasarana, program ekstrakurikuler, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan antikekerasan. “Kami juga mewajibkan sekolah menyediakan pojok curhat yang dikelola guru bimbingan konseling,” jelas Ratna.

Kehadiran Orang Tua Tekan Risiko Kecemasan

Imbauan Bupati untuk mendampingi anak pada hari pertama sekolah tidak sekadar bersifat seremonial. Psikolog pendidikan Universitas Sumberdaya Nusantara, Dr. Andi Mulyadi, mengungkapkan bahwa dukungan orang tua di lingkungan baru berperan sebagai secure base yang mempercepat penyesuaian diri anak. “Ketika orang tua ada di sekitar, hormon stres anak menurun. Ini krusial untuk mencegah school refusal atau penolakan bersekolah di hari-hari berikutnya,” katanya saat dihubungi terpisah.

Senada dengan hal tersebut, Dadang meminta pihak sekolah membuka akses bagi orang tua untuk mengenal ruang kelas, guru wali, serta tata tertib yang berlaku. “Dampingi anak sampai gerbang, atau lebih baik lagi masuk ke halaman sekolah. Kenali lingkungan tempat anak akan menghabiskan waktunya. Keterlibatan ini akan mempermudah komunikasi antara guru dan orang tua ke depan,” ujarnya.

Respon Positif dan Sesi Dialog Interaktif

Imbauan tersebut disambut antusias oleh sejumlah orang tua. Di SDN 1 Sumberjaya, misalnya, tercatat hampir 90 persen siswa baru diantar langsung oleh orang tua atau wali. Suasana halaman sekolah pun dipenuhi perbincangan hangat antara guru dan orang tua yang berkesempatan mengikuti sesi dialog interaktif selama 30 menit sebelum jam pelajaran dimulai.

Sumarni, wali murid dari siswa kelas 1, mengaku terbantu dengan kebijakan tersebut. “Anak saya sempat menangis sebelum berangkat. Tapi begitu saya temani dan bertemu gurunya, dia langsung tenang. Saya jadi lebih percaya dengan lingkungan sekolahnya,” tuturnya.

Dadang berharap momentum hari pertama sekolah ini menjadi titik awal kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga. “Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, guru, dan orang tua tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Jika fondasi ini kita bangun sejak hari pertama, saya yakin kualitas pembelajaran dan karakter anak-anak kita akan jauh lebih baik,” pungkasnya.

Rangkaian MPLS di Kabupaten Sumberjaya akan ditutup dengan upacara perkenalan ekstrakurikuler pada Sabtu (19/7) yang direncanakan dihadiri kembali oleh Bupati untuk berdialog langsung dengan perwakilan orang tua dan komite sekolah se-Kabupaten Sumberjaya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User