Pengelolaan Sampah Nasional Baru Sentuh 25 Persen, Pemerintah Targetkan Akhiri Open Dumping

Jakarta — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan bahwa total timbulan sampah nasional saat ini mencapai sekitar 144 ribu ton per hari, seiring dengan jumlah populasi Indonesia yang telah meny...

Jul 13, 2026 - 18:11
0 0

Jakarta — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan bahwa total timbulan sampah nasional saat ini mencapai sekitar 144 ribu ton per hari, seiring dengan jumlah populasi Indonesia yang telah menyentuh angka 285 juta jiwa. Dari volume sebesar itu, baru sekitar seperempatnya yang terkelola secara memadai, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk membenahi tata kelola persampahan di seluruh wilayah tanah air.

Direktur Penanganan Sampah KLH Melda Marlina menyampaikan fakta tersebut dalam sebuah rapat koordinasi yang digelar awal pekan ini. “Dengan jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa, timbulan sampah harian kita berada di kisaran 144 ribu ton. Ini angka yang sangat besar dan memerlukan penanganan serius,” ujar Melda Marlina di hadapan para pemangku kepentingan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Target Ambisius Penutupan TPA Terbuka

Pemerintah melalui KLH memasang target ambisius untuk mengakhiri praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping pada tahun ini juga. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus memenuhi standar yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam beleid tersebut, seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) wajib menerapkan sistem sanitary landfill atau controlled landfill, bukan lagi sekadar menumpuk sampah tanpa pengolahan.

Berdasarkan data yang dihimpun KLH, masih banyak pemerintah daerah yang mengandalkan TPA dengan sistem pembuangan terbuka. Praktik ini dinilai mencemari lingkungan, terutama air tanah dan udara sekitar, serta meningkatkan risiko bencana seperti longsoran sampah yang telah beberapa kali terjadi di berbagai daerah. “Kami menargetkan tahun ini menjadi titik akhir dari praktik open dumping di Indonesia,” tegas Melda Marlina.

Tantangan di Daerah dan Peran Serta Pemda

KLH mencatat bahwa persoalan utama terletak pada kesiapan infrastruktur dan anggaran di tingkat kabupaten dan kota. Banyak TPA yang belum dilengkapi dengan instalasi pengolahan lindi, fasilitas penimbunan berlapis, atau alat berat yang memadai. Dalam rapat koordinasi tersebut, perwakilan dari beberapa pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan pusat, meskipun mengakui adanya keterbatasan sumber daya.

“Kami terus mendorong pemda untuk segera melakukan penyesuaian. Ada instrumen pendanaan dari APBN dan juga opsi kerja sama dengan pihak swasta yang bisa dimanfaatkan,” kata Melda menambahkan. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya guna mengurangi beban yang masuk ke TPA.

Dorongan Ekonomi Sirkular dan Teknologi Pengolahan

Sejalan dengan target penutupan TPA terbuka, pemerintah juga mempercepat penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Program-program seperti bank sampah, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), dan fasilitas refuse-derived fuel (RDF) mulai diperluas ke sejumlah daerah. KLH menekankan bahwa sampah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Beberapa kota besar seperti Surabaya, Bandung, dan Denpasar telah menunjukkan kemajuan dengan mengoperasikan fasilitas RDF yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk industri semen. Model ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sehingga volume sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan secara signifikan. “Kita ingin membangun ekosistem di mana sampah diolah dan dimanfaatkan kembali, bukan sekadar dibuang,” ujar Melda Marlina.

Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, perhatian publik kini tertuju pada langkah konkret yang akan diambil pemerintah pusat dan daerah dalam beberapa bulan mendatang. Apabila target penghentian open dumping berhasil dicapai pada tahun ini, Indonesia akan mencatat lompatan penting dalam sejarah pengelolaan lingkungan hidup nasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User