Topan Bavi Lumpuhkan Penerbangan di Okinawa, Peringatan Oranye Diterbitkan

Naha, Okinawa — Topan Bavi yang menerjang perairan selatan Jepang pada Kamis (26/8) pagi waktu setempat menyebabkan pembatalan massal penerbangan di Bandara Naha, Okinawa. Dampak siklon tropis terse...

Jul 12, 2026 - 14:39
0 0

Naha, Okinawa — Topan Bavi yang menerjang perairan selatan Jepang pada Kamis (26/8) pagi waktu setempat menyebabkan pembatalan massal penerbangan di Bandara Naha, Okinawa. Dampak siklon tropis tersebut turut memicu kewaspadaan tinggi di Tiongkok, Taiwan, dan Filipina menyusul potensi banjir serta tanah longsor yang diperkirakan meluas hingga akhir pekan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari otoritas penerbangan sipil Jepang, sedikitnya 287 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan hingga pukul 14.00 waktu setempat. Rinciannya meliputi 213 penerbangan yang dioperasikan oleh Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA), serta 74 penerbangan maskapai bertarif rendah yang melayani rute dari dan menuju Kepulauan Ryukyu. Sekitar 41.000 penumpang terdampak langsung oleh keputusan operasional tersebut.

“Kami terpaksa menghentikan seluruh layanan penerbangan mulai pukul 10.00 pagi ini karena kecepatan angin di landasan pacu telah melebihi ambang batas keselamatan 35 knot. Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi teknis dari Japan Meteorological Agency (JMA) dan akan dievaluasi setiap dua jam,”

ujar Direktur Operasional Bandara Naha, Kenji Shimabukuro, dalam konferensi pers darurat yang digelar di terminal penumpang.

Topan Bavi terpantau bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan pusaran 165 kilometer per jam dan tekanan atmosfer minimum 945 hektopaskal. JMA mengklasifikasikan sistem cuaca ini sebagai “sangat kuat” — kategori yang hanya satu tingkat di bawah status topan super. Gelombang laut di sekitar Okinawa dilaporkan mencapai ketinggian 9 hingga 11 meter, memaksa otoritas pelabuhan menutup seluruh aktivitas kapal feri dan penyeberangan antarpulau sejak Rabu (25/8) malam.

Pemerintah Prefektur Okinawa telah mengeluarkan imbauan evakuasi sukarela bagi sekitar 22.000 warga yang bermukim di daerah pesisir dan perbukitan rawan longsor. Pusat-pusat pengungsian didirikan di 17 titik, termasuk di gedung sekolah dan balai warga, dengan kapasitas total menampung 15.000 orang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun tim SAR telah dikerahkan untuk mengantisipasi situasi darurat.

Peringatan Oranye dari Tiongkok, Taiwan dan Filipina Siaga

Menindaklanjuti proyeksi jalur Topan Bavi yang mengarah ke pesisir timur Tiongkok, Pusat Meteorologi Nasional (NMC) Tiongkok mengeluarkan peringatan oranye — level siaga tertinggi kedua dalam sistem tanggap darurat mereka — pada Kamis siang. Peringatan ini mencakup provinsi Zhejiang, Fujian, dan Shanghai yang diperkirakan akan terkena dampak hujan lebat dan angin kencang mulai Jumat (27/8) dini hari.

“Berdasarkan analisis citra satelit dan data buoy terbaru, Topan Bavi akan memasuki radius 300 kilometer dari garis pantai Zhejiang dalam 36 jam ke depan. Kami menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera mengaktifkan protokol tanggap darurat, termasuk evakuasi penduduk di zona merah dan pengamanan infrastruktur vital,”

demikian pernyataan resmi NMC yang dikutip oleh Kantor Berita Xinhua.

Sementara itu, Biro Cuaca Pusat Taiwan (CWB) menerbitkan peringatan darat untuk wilayah bagian utara dan timur pulau tersebut, meliputi Kota Taipei, New Taipei, Keelung, dan Kabupaten Yilan. Otoritas Taiwan telah menutup seluruh 25 titik wisata pantai dan pegunungan serta membatalkan 42 penerbangan di Bandara Internasional Taoyuan. Di Filipina, Administrasi Layanan Geofisika dan Astronomi Atmosfer (PAGASA) menetapkan status siaga kuning untuk provinsi Batanes dan Kepulauan Babuyan, dengan prediksi akumulasi curah hujan mencapai 150-200 milimeter dalam 24 jam yang dapat memicu banjir bandang.

Potensi Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Pesisir

Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa dampak paling destruktif dari Topan Bavi bukan hanya berasal dari kekuatan angin, melainkan dari curah hujan ekstrem dan gelombang badai yang menyertainya. Lembaga Penelitian Atmosfer dan Hidrologi Jepang memproyeksikan volume hujan di Okinawa dapat mencapai 350 milimeter dalam kurun waktu 48 jam, setara dengan rata-rata curah hujan bulanan di wilayah tersebut.

“Topan ini membawa uap air dalam jumlah sangat besar dari Samudra Pasifik. Ketika bertemu dengan topografi pegunungan di Kepulauan Ryukyu dan pesisir timur Tiongkok, proses kondensasi akan terakselerasi secara signifikan. Ini adalah resep klasik untuk bencana tanah longsor dan banjir bandang yang meluas,” jelas Dr. Hiroshi Matsuyama, ahli meteorologi dari Universitas Ryukyu, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Filipina telah menyiagakan 12.000 personel tanggap darurat serta menyiapkan 250.000 paket bantuan logistik di gudang-gudang regional. Di Taiwan, Korps Insinyur Militer dikerahkan untuk memperkuat tanggul-tanggul sungai di Kabupaten Yilan yang rawan jebol. Sementara itu, Komisi Pengurangan Bencana Nasional Tiongkok menggelar rapat koordinasi lintas kementerian pada Kamis malam dan memutuskan untuk menaikkan status siaga di tujuh kota pesisir.

Kementerian Luar Negeri Jepang melalui situs resminya mengimbau warga negara yang berada di Okinawa untuk tetap tenang, memantau informasi terkini melalui kanal resmi JMA, dan menghindari bepergian hingga kondisi dinyatakan aman. Pihak berwenang memperkirakan Topan Bavi akan menjauh dari wilayah Jepang pada Sabtu (28/8) pagi, namun efek ekornya masih berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran hingga Minggu.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User