Tingkatkan Kapasitas, Sumut Bangun Kelas Baru di Dua SMK Nias
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memulai pembangunan ruang kelas baru di SMK Negeri 1 Gunungsitoli dan SMK Negeri 3 Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, sebagai langkah strategis memperk...
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memulai pembangunan ruang kelas baru di SMK Negeri 1 Gunungsitoli dan SMK Negeri 3 Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, sebagai langkah strategis memperkuat akses pendidikan vokasi di wilayah kepulauan tersebut. Proyek yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada Kamis, 12 Juni 2025 ini diharapkan mampu menambah daya tampung siswa dan menekan angka putus sekolah.
Rincian Pembangunan dan Anggaran
Berdasarkan data yang dihimpun, masing-masing sekolah akan menerima tambahan enam ruang kelas baru berstandar nasional, lengkap dengan laboratorium penunjang sesuai kompetensi keahlian yang dimiliki. Total 12 ruang kelas tersebut dirancang untuk menampung sedikitnya 360 siswa tambahan per tahun ajaran. Pendanaan proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara Tahun Anggaran 2025, dengan total alokasi mencapai Rp 18,4 miliar. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 210 hari kalender, sehingga ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026, tepat sebelum penerimaan peserta didik baru.
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Ir. H. Abdul Haris Lubis, M.M., menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Teknis antara Dinas Pendidikan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa pada Maret lalu. “Kami tidak hanya membangun ruang kosong, tetapi mewujudkan ekosistem belajar yang refresentatif. Setiap kelas akan dilengkapi peralatan praktik yang memadai agar lulusan SMK di Nias benar-benar siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya di sela peninjauan lokasi.
Komitmen Pemprov terhadap Pemerataan Pendidikan
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menyatakan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari Rencana Strategis Pemerataan Infrastruktur Pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Sistem Pendidikan Daerah. “Kepulauan Nias adalah prioritas. Selama ini keterbatasan ruang kelas memaksa beberapa sekolah menampung siswa melebihi kapasitas ideal, yang berimplikasi pada menurunnya mutu pembelajaran. Hari ini kita koreksi itu,” tegasnya.
Bobby juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang menyusun skema beasiswa penuh bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang diterima di SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 3 Gunungsitoli. Skema tersebut akan diintegrasikan dengan program peningkatan keterampilan berbasis industri melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang telah menandatangani nota kesepahaman pada awal 2025.
Dampak dan Harapan Peningkatan Mutu Vokasi
Penambahan kapasitas ini disambut positif oleh pemangku kepentingan setempat. Ketua Dewan Pendidikan Kota Gunungsitoli, Yupiter Zebua, mengapresiasi langkah cepat Pemprov. “Selama bertahun-tahun kami memperjuangkan agar SMK di sini mendapat perhatian serius. Dengan adanya kelas baru, kewajiban belajar 12 tahun bagi anak-anak Nias bukan lagi sekadar slogan,” ucapnya saat mendampingi prosesi peletakan batu pertama.
SMK Negeri 1 Gunungsitoli saat ini memiliki kompetensi keahlian utama di bidang Teknik Kendaraan Ringan dan Akuntansi, sedangkan SMK Negeri 3 Gunungsitoli unggul dalam Teknik Komputer Jaringan serta Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kedua sekolah ini mencatatkan lonjakan pendaftar hingga 40 persen dalam dua tahun terakhir, namun harus menolak ratusan calon siswa akibat keterbatasan daya tampung.
Dinas Pendidikan Sumut menargetkan, pasca pembangunan selesai, rasio siswa per rombongan belajar dapat ditekan dari 42 menjadi 36 siswa, sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021. Selain itu, keberadaan laboratorium baru diharapkan memperkuat capaian kompetensi kejuruan yang selama ini masih bergantung pada peralatan praktik yang minim.
Sementara itu, pengawas dari Inspektorat Sumatera Utara akan melakukan pemantauan berkala untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan konstruksi. “Kami berkepentingan agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan manfaat optimal bagi peningkatan mutu sumber daya manusia,” ujar seorang pejabat Inspektorat yang enggan disebutkan namanya.
Proyek ini merupakan bagian dari alokasi pembangunan dan rehabilitasi total 54 ruang kelas di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara pada tahun 2025, dengan skala prioritas pada wilayah yang memiliki indeks pembangunan manusia di bawah rata-rata provinsi. Dengan rampungnya proyek di Gunungsitoli, diharapkan partisipasi kasar tingkat menengah kejuruan di Nias meningkat signifikan dalam tiga tahun mendatang.
Comments (0)