Temui Investor-Menkeu China, Purbaya: Kami Datang Bukan karena Terdesak
Beijing, Apaberita.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan lawatan resmi ke Republik Rakyat Tiongkok di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Salah satu a
Beijing, Apaberita.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan lawatan resmi ke Republik Rakyat Tiongkok di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Salah satu agenda utamanya adalah pertemuan bilateral dengan Menkeu Tiongkok, Lan Fo’an, di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, Beijing. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud strategi proaktif pemerintah Indonesia, bukan reaksi atas tekanan eksternal.
Membangun Fondasi Pembiayaan yang Kuat
Purbaya menjelaskan bahwa dialog dengan pejabat tinggi China menjadi bagian dari peta jalan pemerintah dalam memperkuat akses pembiayaan pembangunan. Fokusnya tidak hanya pada perluasan basis investor, tetapi juga pendalaman kemitraan ekonomi dengan negara-negara mitra strategis. “Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki kerangka kerja pembiayaan yang berkelanjutan,” ungkapnya di sela pertemuan.
Langkah ini, menurut pernyataan resmi yang diterima Apaberita.com, juga diarahkan untuk mempererat hubungan ekonomi bilateral yang telah terjalin lama antara Jakarta dan Beijing. Pemerintah Indonesia, lanjut Purbaya, tidak menunggu gejolak global menghantam sebelum bertindak. Sebaliknya, Kementerian Keuangan mengambil inisiatif sejak dini untuk membangun bantalan fiskal yang dapat menjaga momentum pembangunan.
“Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis yang dikutip Apaberita.com, Rabu (17/6/2026).
Pertemuan tersebut juga menyentuh peluang investasi baru dan ekspansi portofolio investor China di Indonesia. Dengan pendekatan yang proaktif, pemerintah berharap aliran modal asing tetap stabil meski kondisi perekonomian dunia masih dibayangi risiko fragmentasi perdagangan dan ketegangan geopolitik. Purbaya menekankan bahwa setiap kunjungan ke luar negeri selalu disertai dengan rencana aksi konkret, bukan sekadar diplomasi simbolik.
Lawatan ini menjadi sinyal tegas bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang solid. Alih-alih menunggu krisis, pemerintah justru memanfaatkan momentum untuk memperkuat arsitektur keuangan nasional. Dengan demikian, kunjungan ke China ini bukanlah gambaran keterdesakan, melainkan cerminan dari fondasi pembiayaan yang diarsiteki secara hati-hati dan antisipatif.
Comments (0)