Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumut dan Sultra
Apaberita.com melaporkan, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mulai melaksanakan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara serentak di seluruh wilayah tanah air. Kegiatan yang
Apaberita.com melaporkan, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mulai melaksanakan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara serentak di seluruh wilayah tanah air. Kegiatan yang lazim digelar setiap sepuluh tahun sekali ini akan memotret struktur perekonomian nasional secara menyeluruh, sekaligus merekam setiap dinamika yang terjadi selama satu dekade terakhir. Data tersebut nantinya menjadi pijakan utama bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Pencanangan SE2026 diwarnai dengan dua kegiatan simbolis di dua provinsi besar. Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, secara langsung memimpin pencanangan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pada saat yang sama, pencanangan serupa juga bergulir di Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang diinisiasi oleh jajaran BPS setempat. Langkah serentak ini menegaskan komitmen BPS untuk menjangkau seluruh pelaku ekonomi, dari tingkat pusat hingga pelosok daerah.
Apel Gabungan di Kendari
Di Kendari, momen pencanangan dikemas dalam apel gabungan pegawai pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Lebih dari 1.200 peserta memadati lokasi, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap upaya pemetaan ekonomi ini. Sonny dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa SE2026 bukan sekadar rutinitas statistik, melainkan kebutuhan mendesak untuk memahami perubahan wajah ekonomi Indonesia pasca berbagai peristiwa global dan nasional.
“Ini adalah kegiatan yang sangat strategis. Hasilnya akan menjadi landasan penting dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Sonny di hadapan peserta apel.
Sonny menambahkan, petugas sensus di lapangan akan mendata seluruh unit usaha, mulai dari korporasi besar, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga sektor informal yang kerap luput dari pencatatan konvensional. “Kita ingin melihat secara utuh siapa saja pelaku ekonomi, bagaimana mereka beroperasi, dan kontribusi mereka terhadap pertumbuhan wilayah,” jelasnya.
Dampak bagi Daerah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyambut baik pencanangan ini. Gubernur Sultra melalui sambutan tertulisnya menilai SE2026 akan menjadi tolok ukur objektif dalam mengevaluasi program pembangunan ekonomi daerah. Data yang dihasilkan, menurutnya, akan mengungkap potensi sektor unggulan yang perlu didorong dan kelemahan struktural yang harus segera dibenahi.
Sementara itu, di Sumatera Utara, pencanangan yang terpusat di Medan juga berjalan khidmat. BPS Sumut mengerahkan seluruh koordinator statistik kecamatan untuk menyebarluaskan informasi pentingnya sensus ini. Masyarakat diimbau untuk memberikan data yang akurat dan jujur karena setiap informasi akan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang.
Pendataan Hingga Akhir Tahun
Rangkaian pendataan SE2026 dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Petugas sensus akan terjun ke lapangan membawa kuesioner digital untuk mempercepat proses perekaman dan analisis data. BPS menargetkan seluruh kategori lapangan usaha, dari pertanian hingga jasa keuangan, tercatat secara komprehensif. Hasil sementara diharapkan sudah bisa diolah pada akhir tahun ini, dan menjadi bahan dasar bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) berikutnya.
Dengan pencanangan yang melibatkan ribuan aparatur dan dukungan pemerintah daerah, BPS optimistis SE2026 akan melahirkan potret ekonomi Indonesia yang lebih tajam dan relevan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan sensus ini karena manfaatnya akan dirasakan oleh kita semua,” pungkas Sonny.
Comments (0)