Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari ke-9, Petugas Salat Istisqo Minta Hujan

TANGERANG — Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, belum menunjukkan tanda-tanda padam meski telah memasuki

Jul 09, 2026 - 02:19
0 0
Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari ke-9, Petugas Salat Istisqo Minta Hujan
TANGERANG — Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, belum menunjukkan tanda-tanda padam meski telah memasuki hari kesembilan, Rabu (8/7/2026). Menghadapi kondisi tersebut, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar salat istisqo—salat sunah memohon turun hujan—untuk membantu mempercepat proses pemadaman.

Kronologi dan Upaya Pemadaman

Kebakaran besar melanda TPA Jatiwaringin sekitar sembilan hari lalu. Tumpukan sampah yang membusuk dan mudah terbakar menjadikan api cepat menjalar. Tim pemadam gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, relawan, dan petugas kebersihan terus berjibaku menjinakkan si jago merah. Hingga hari kesembilan, data satuan tugas pemadaman mencatat 49 persen lahan yang terbakar berhasil dipadamkan. Artinya, lebih dari separuh area yang terbakar—yakni 51 persen—masih menyisakan bara api dan kepulan asap tebal yang berpotensi mengganggu kesehatan warga sekitar.

  1. Hari ke-1 hingga ke-3: Api pertama kali terdeteksi di zona penimbunan sampah baru. Petugas mengerahkan 15 unit mobil pemadam dan dua ekskavator untuk membuat sekat bakar. Akses jalan yang sempit dan volume sampah yang tinggi menjadi kendala utama.
  2. Hari ke-4: Titik api meluas akibat embusan angin kencang. Dinas Lingkungan Hidup mulai menyiramkan air dengan skema water bombing menggunakan dua helikopter sewaan. Namun, hasilnya belum signifikan karena api telah merambat ke lapisan dalam tumpukan sampah.
  3. Hari ke-5 hingga ke-6: Hujan buatan diupayakan melalui kerja sama dengan BRIN, tetapi awan potensial minim sehingga operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) belum bisa dilaksanakan.
  4. Hari ke-7: Rapat koordinasi di posko terpadu menyepakati langkah non-teknis: menggelar salat istisqo serentak di seluruh kecamatan terdampak.
  5. Hari ke-8: Surat edaran Bupati menginstruksikan seluruh ASN dan masyarakat untuk melaksanakan salat sunah minta hujan pada hari berikutnya.
  6. Hari ke-9 (Rabu, 8 Juli 2026): Salat istisqo digelar di halaman Kantor Bupati Tangerang dan berbagai masjid di kecamatan yang berdekatan dengan TPA. Bupati Moch. Maesyal Rasyid memimpin langsung doa bersama.

Salat Istisqo dan Harapan Turunnya Hujan

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menekankan bahwa ikhtiar spiritual menjadi pelengkap kerja keras petugas di lapangan. “Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqo untuk bisa diturunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama juga kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat,” ujarnya melalui keterangan resmi Pemkab Tangerang.

Pantauan di lapangan, ratusan ASN menggelar sajadah di lapangan upacara, mengangkat tangan seraya khusyuk memohon agar hujan deras segera mengguyur gunungan sampah yang terbakar. Di beberapa kecamatan seperti Sepatan, Pasar Kemis, dan Balaraja, kegiatan serupa diikuti warga setempat yang merasakan langsung dampak asap pekat dari TPA.

Dampak dan Langkah Lanjutan

Kebakaran TPA tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menyebarkan asap berbahaya yang berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi warga, terutama anak-anak dan lansia. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan 10.000 masker N95 ke permukiman terdekat. Posko kesehatan darurat didirikan di Puskesmas Jatiwaringin untuk mengantisipasi lonjakan pasien gangguan pernapasan.

Dengan baru 49 persen area padam, ancaman perluasan api masih tinggi jika angin kembali berhembus kencang. Hujan alami menjadi satu-satunya cara efektif dan cepat untuk memadamkan bara di lapisan dalam timbunan sampah yang sulit dijangkau petugas. Sembari menunggu turunnya hujan, tim gabungan tetap melanjutkan metode pemadaman konvensional menggunakan water cannon, penyemprotan air tanah dari sumur pantau, serta penimbunan material basah menggunakan alat berat.

Hingga berita ini diturunkan, hujan yang dimohonkan belum turun. Namun, optimisme terpancar dari wajah para ASN dan masyarakat yang bersama-sama bermunajat di lapangan. Mereka berharap karunia langit segera membasahi api yang mencekik TPA Jatiwaringin dan mengembalikan kualitas udara bersih bagi warga Kabupaten Tangerang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User