Oct 09, 2026
Politik

Taj Yasin Maimoen Tokoh Terpopuler Pilkada Jateng Versi Survei

JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis temuan terkini mengenai peta bursa bakal calon Gubernur Jawa Tengah pada Pemilihan Kepala Daerah 2024. Berdasarkan hasil survei yang dipu...

Taj Yasin Maimoen Tokoh Terpopuler Pilkada Jateng Versi Survei

JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis temuan terkini mengenai peta bursa bakal calon Gubernur Jawa Tengah pada Pemilihan Kepala Daerah 2024. Berdasarkan hasil survei yang dipublikasikan di Jakarta, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, menempati posisi teratas sebagai tokoh paling populer di kalangan responden. Temuan ini menegaskan bahwa figur yang akrab disapa Gus Yasin tersebut masih memiliki basis pengenalan dan penerimaan yang kuat di wilayah provinsi dengan jumlah pemilih terbesar ketiga di Indonesia itu.

Parameter Politik Indonesia menyatakan bahwa tingkat popularitas Taj Yasin Maimoen melampaui sejumlah nama lain yang turut disebut dalam bursa pencalonan. Survei tersebut mengukur sejumlah indikator, mencakup tingkat pengenalan nama, kesukaan responden, hingga elektabilitas awal menjelang tahapan resmi Pilkada yang dijadwalkan berlangsung pada November 2024. Hasil ini menjadi acuan awal bagi partai politik dalam menyusun strategi pencalonan di Jawa Tengah.

Rekam Jejak dan Modal Politik Taj Yasin Maimoen

Taj Yasin Maimoen merupakan putra ulama kharismatik sekaligus mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, almarhum KH Maimoen Zubair. Selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Ganjar Pranowo, ia dinilai aktif menangani program pengembangan sumber daya manusia, keagamaan, dan pemberdayaan pesantren. Posisi tersebut memberinya modal politik yang signifikan, terutama di kantong-kantong pemilih berbasis Nahdliyin yang tersebar di wilayah pantura, Semarang, dan eks Karesidenan Surakarta.

“Taj Yasin Maimoen menjadi tokoh terpopuler dalam bursa bakal calon gubernur Jawa Tengah,” demikian pernyataan Parameter Politik Indonesia dalam rilis surveinya, seperti dikutip dari laporan yang diterima redaksi.

Selain Taj Yasin, survei tersebut turut memetakan sejumlah nama yang diperkirakan akan bersaing, antara lain kader partai, kepala daerah aktif, hingga tokoh nasional yang memiliki akar politik di Jawa Tengah. Meski demikian, Parameter Politik Indonesia menekankan bahwa peta dukungan masih sangat dinamis karena tahapan pendaftaran calon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah belum dibuka secara resmi.

Respons Partai dan Dinamika Koalisi

Partai-partai politik di tingkat provinsi dan pusat disebut tengah mencermati hasil survei tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam rapat pleno dan rapat koordinasi internal. Mekanisme penjaringan bakal calon di sejumlah partai mensyaratkan adanya kajian elektabilitas sebelum surat rekomendasi ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. Dengan demikian, temuan Parameter Politik Indonesia berpotensi memengaruhi arah koalisi yang akan dibangun menuju Pilkada Jawa Tengah.

Sejumlah fraksi di DPRD Provinsi Jawa Tengah menilai bahwa popularitas seorang tokoh tidak serta-merta berbanding lurus dengan perolehan suara pada hari pemungutan. Faktor mesin partai, jaringan relawan, soliditas koalisi, dan kedekatan dengan basis massa keagamaan dinilai tetap menjadi variabel penentu. Karena itu, partai politik diimbau tidak bertumpu pada satu indikator semata dalam menentukan calon kepala daerah.

Metodologi Survei dan Catatan Akademik

Parameter Politik Indonesia menjelaskan bahwa survei dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui wawancara tatap muka kepada responden yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Populasi sampel dipilih menggunakan metode stratified random sampling dengan margin of error yang ditetapkan pada tingkat kepercayaan tertentu. Responden yang diwawancarai merupakan warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Dalam konteks akademik, pengukuran popularitas dan elektabilitas menjelang Pilkada lazim digunakan sebagai instrumen pemetaan awal. Namun, lembaga survei mengingatkan bahwa preferensi pemilih bersifat cair dan dapat berubah signifikan setelah proses pencalonan resmi dimulai, kampanye berjalan, hingga debat publik digelar. Pengalaman sejumlah Pilkada sebelumnya menunjukkan bahwa kandidat dengan popularitas awal tinggi belum tentu memenangkan kontestasi apabila gagal merawat dukungan di tingkat akar rumput.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014, pemilihan gubernur dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memperoleh kursi memenuhi ambang batas tertentu di DPRD Provinsi, atau melalui jalur perseorangan dengan dukungan sejumlah warga yang dibuktikan melalui verifikasi faktual.

Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Jawa Tengah menetapkan tahapan Pilkada sesuai jadwal nasional, mencakup pengumuman pendaftaran pasangan calon, verifikasi persyaratan, penetapan pasangan calon, masa kampanye, masa tenang, hingga pemungutan dan penghitungan suara. Partai politik diharapkan menindaklanjuti hasil kajian survei dengan proses rekrutmen yang transparan dan akuntabel demi menjaga kualitas demokrasi di tingkat daerah.

Hingga berita ini diturunkan, Taj Yasin Maimoen belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil survei tersebut. Sejumlah kader partai menyatakan bahwa komunikasi politik antarpartai masih berlangsung secara intensif untuk menyusun poros koalisi yang akan mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah pada kontestasi mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User