Oct 08, 2026
Politik

PKB Buka Peluang Usung Anies di Pilkada Jakarta 2024

JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan akan menggelar pertemuan dengan Anies Baswedan pada pekan depan guna membahas kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Pert...

PKB Buka Peluang Usung Anies di Pilkada Jakarta 2024

JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan akan menggelar pertemuan dengan Anies Baswedan pada pekan depan guna membahas kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Pertemuan tersebut menindaklanjuti hasil sejumlah survei elektabilitas yang menempatkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada posisi tertinggi di antara bakal calon peserta Pilkada.

"Pekan depan kami akan melakukan pertemuan dengan Pak Anies untuk membahas soal Pilkada Jakarta," ujar seorang fungsionaris PKB di Jakarta, Senin (24/6/2024), menegaskan bahwa komunikasi politik antarpartai terus berjalan menjelang tahapan pencalonan.

Menurutnya, PKB membuka ruang bagi Anies untuk kembali bertarung di ibu kota. Namun, keputusan akhir akan ditetapkan melalui mekanisme internal partai, termasuk Rapat Koordinasi dan Pleno yang melibatkan pengurus wilayah serta Fraksi PKB di DPRD DKI Jakarta.

Elektabilitas Anies Masih Tertinggi

PKB mengakui bahwa berdasarkan hasil survei yang dihimpun partai, elektabilitas Anies masih menempati urutan teratas dibandingkan sejumlah nama lain yang digadang-gadang maju pada Pilkada Jakarta. Angka tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menyusun strategi koalisi dan penetapan calon.

"Berdasarkan survei, Anies masih tertinggi di Jakarta. Itu fakta yang kami baca sebagai peta awal," ujarnya. Ia menambahkan, tingginya elektabilitas tersebut tidak serta merta menjadi jaminan dukungan, sebab PKB tetap mendasarkan keputusan pada aspirasi konstituen dan komunikasi lintas partai.

Sejumlah lembaga survei independen sebelumnya juga menempatkan Anies sebagai figur paling populer di Jakarta. Posisi itu membuat partai-partai yang memiliki kursi di DPRD DKI Jakarta membuka pembicaraan, baik untuk mengusung Anies maupun menyiapkan alternatif penantang.

Syarat Ambang Batas Pencalonan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta harus diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 22 kursi di DPRD DKI Jakarta, atau memperoleh 50 persen suara sah pada pemilihan legislatif sebelumnya.

PKB merupakan salah satu partai yang memiliki kursi di DPRD DKI Jakarta. Karena itu, partai mempertimbangkan skema koalisi untuk memenuhi ambang batas pencalonan. "Kami tidak bisa berjalan sendiri. Komunikasi dengan partai lain terus dilakukan," katanya.

Ia menegaskan, PKB juga menyiapkan kader internal sebagai opsi apabila kesepakatan koalisi tidak tercapai. Namun, nama Anies tetap menjadi salah satu yang paling serius dibahas dalam forum-forum partai.

Pertemuan Bahas Peta Koalisi

Pertemuan pekan depan disebut akan membahas peta koalisi, termasuk posisi wakil gubernur yang akan mendampingi Anies jika dukungan resmi diberikan. PKB menyatakan akan menempatkan kader terbaiknya dalam pembicaraan tersebut, sejalan dengan prinsip keputusan kolektif partai.

"Semua opsi kami buka. Yang penting keputusan itu ditetapkan dalam rapat dan mengikuti mekanisme partai," tegasnya.

Pengamat politik menilai langkah PKB menunjukkan dinamika koalisi menjelang Pilkada Jakarta yang diprediksi berlangsung kompetitif. Dukungan partai berbasis massa nahdliyin itu dinilai berpengaruh terhadap konfigurasi suara di Jakarta, meski bukan satu-satunya penentu.

Sementara itu, Anies belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana pertemuan tersebut. Dalam sejumlah kesempatan, ia menyatakan akan menampung aspirasi partai dan masyarakat sebelum memutuskan langkah politik berikutnya.

Pilkada Jakarta 2024 dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Tahapan pencalonan diawali dengan pendaftaran bakal calon di Komisi Pemilihan Umum Daerah, sehingga partai-partai dituntut menyelesaikan pembicaraan koalisi lebih awal.

PKB menegaskan akan mengutamakan kepentingan warga Jakarta dalam setiap keputusan, sembari menimbang peta elektoral dan hasil komunikasi dengan partai-partai lain. "Yang jelas, semua proses berjalan melalui rapat dan keputusan partai," tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User